Showing posts with label Belajar Bahasa Jawa. Show all posts
Showing posts with label Belajar Bahasa Jawa. Show all posts

Tuesday, 20 July 2021

Contoh Terjemahan Dari Bahasa Jawa Ke Bahasa Indonesia

Kangmas Mbakyu,

Hari ini saya akan memberi satu cvontoh lagi terjemahan dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia. Selain itu, kita dapat belajar kosakata dalam bahasa Jawa.

Tulisan asli yang saya kutip sebagian dari solopos.com:

Nalika warga Amerika Serikat milih Barack Obama minangka presiden ing 2008, Indonesia lan Jawa katut disebut dening medhia-medhia internasional. Indonesia pancen negara sing ana gandheng cenenge kalawan laku uripe Obama. Jaman isih cilik, dheweke urip ing tengah-tengahe warga Jakarta.

“Maturnuwun baksone, sega goreng, emping lan kerupuke,” ujare Obama nalika tumeka ing Istana Merdeka, Jakarta, November 2010 kapungkur. “Kabeh enak,” ujare Obama ing basa Indonesia sing grothal-grathul, nanging nengsemake tumrap sapa wae.

Terjemahannya kurang lebih begini, kalau ada koreksi silakan dikomen :):

Ketika warga Amerika Serikat memilih Obama menjadi presiden pada tahun 2008, Indonesia dan Jawa ikut disebut oleh media-media internasional. Indonesia memang negara yang ada hubungannya dengan kehidupan Obama. Jaman masih kecil, dia hidup di tengah-tengah warga Jakarta.

"Terima kasih baksonya, nasi goreng, emping dan kerupuknya", ujar Obama ketika datang di Istana Merdeka Jakarta November 2010 lalu. " Semua enak, " ujar Obama dalam bahasa Jawa Indonesia yang terbata-bata tapi menyenangkan untuk siapa saja.

Kosakata bahasa Jawa:

Nalika = ketika
Warga = warga
Milih = memilih
Lan = dan
Ing = pada
Katut = ikut
Pancen = memang
Negara = negara
Sing = yang
Ana = ada
Gandheng cenenge = hubungannya
Laku uripe = kehidupan
Isih = masih
Cilik = kecil
Dheweke = dia
Urip = hidup
Maturnuwun = terima kasih
Sega = nasi
Tumeka = datang
Kapungkur = yang lalu
Kabeh = semua
Grothal-grathul = terbata-bata, tidak lancar
Nanging = tapi
Nengsemake = menyenangkan
Tumrap = kepada
Sapa = siapa
Wae = saja


Mengenal Angka Dalam Bahasa Jawa

Selamat datang para sedulur, apa kabarnya hari ini? Semoga Tuhan selalu melindungi sedulur-sedulur semua. Amiiin.

Kali ini saya ingin membahas angka dalam bahasa Jawa.

Satu = Siji
Dua = Loro (lihat beda Loro sama Lara)
Tiga = Telu
Empat = Papat
Lima = Lima
Enam = Nenem
Tujuh = Pitu
Delapan = Wolu
Sembilan = Sanga (baca: songo)
Sepuluh = Sepuluh
Sebelas = Sewelas
Dua Belas = Rolas
Tiga Belas = Telulas
Empat Belas = Patbelas
Lima Belas = Limalas
Enam Belas = Nembelas
Tujuh Belas = Pitulas
Delapan Belas = Wolulas
Sembilan Belas = Sangalas
Dua Puluh = Rong Puluh
Dua Puluh Satu = Selikur
Dua Piluh Tiga = Telulikur
Dua Puluh Empat = pat likur
Dua Puluh Lima = Selawe
Dua Puluh Enam = Nem Likur
Dua Puluh Tujuh = Pitu Likur
Dua Puluh Delapan = Wolu Likur
Dua Puluh Sembilan = Sanga likur

Tiga Puluh = Telung Puluh
Empat Puluh = Petang Puluh
Lima Puluh = Seket
Enam Puluh = Sewidak
Tujuh Puluh = Pitung Puluh
Delapan Puluh = Wolong Puluh
Sembilan Puluh = Sangang Puluh
Seratus = Satus
Dua Ratus = Rong Atus
Tiga Ratus = telung Atus
Empat Ratus = Patang Atus
Lima Ratus = Limang Atus
Enam Ratus = Nem Atus
Tujuh Ratus = Pitung Atus
Delapan Ratus = Wolong Atus
Sembilan Ratus = Sangang Atus
Seribu = Sewu

Silakan baca Teknik Pengucapan Bunyi Vokal terlebih dahulu...

Sekian dulu dulur, nanti saya bahas yang lain....

Matur Nuwun..

Friday, 16 July 2021

Contoh Peribahasa Dalam Bahasa Jawa (bag.1)

Selamat datang dulur,

Sudah lama nih baru update blog belajar bahasa jawa ini. Harap maklum yah :D

Kali ini saya ingin membagikan contoh-contoh peribahasa (paribasan) dalam bahasa Jawa.

- Yitna Yuwana Lena kena artinya kurang lebih begini siapa yang hati-hati akan selamat, yang kurang hati-hati bakal celaka

- Ana catur mungkur artinya tidak mau membantu urusan orang lain

- Wiwit kuncung nganti gelung artinya mulai dari bocah (anak-anak) hingga tua

- Kadang konang artinya mengaku saudara kalau banyak harta (kaya)

- Tulung menthung artinya maunya menolong tapi malah membuat susah

- Criwis cawis artinya banyak bicara/ngomel/mencela tapi mampu melaksanakan sesuatu dengan benar

- Sing sapa salah seleh artinya orang yang bertindak salah bakal ketahuan

- Becik ketitik ala ketara artinya perbuatan baik dan jahat akan kelihatan

- Keplok ora tombok artinya maunya ikut senang tapi tidak mau keluar uang

- Nyolong pethek artinya tidak mengira/menyangka

- Jalukan ora wewehan artinya maunya meminta, tidak mau memberi

- Anak polah bapak kepradah artinya setiap kelakuan/tindakan anak menjadi tanggung jawab orang tua

- Rubuh-rubuh gedhang artinya orang yang mengikuti tindakan orang lain tanpa mengetahui maksudnya

- Busuk ketekuk pinter keblinger artinya orang yang pintar dan bodoh sama-sama celaka

- Katula-tula katali artinya kesengsaraan yang bertubi-tubi / sangat sengsara

- Desa mawa cara, negara mawa tata artinya setiap tempat memiliki peraturan/adat sendiri-sendiri

Bab paribasan ini bakal dilanjutkan lagi.....

Matur nuwun

Thursday, 15 July 2021

Teknik Pengucapan Bunyi Vokal Bahasa Jawa (bag.1)

 Update:
Belajar bahasa Jawa sama dengan belajar bahasa lain. Ada 3 (tiga) teknik untuk dapat menguasai bahasa ini yaitu:
1. Belajar pengucapan bunyi
2. Menghafal kosa kata
3. Belajar tata bahasanya

Nah, untuk langkah awalnya, kita belajar dulu teknik pengucapan bunyinya sekaligus menghafal kosa katanya yah.

Dalam percakapan bahasa Jawa pengucapan bunyi sangatlah penting, salah sedikit saja bisa berbeda arti. Misalnya, kata "lara" yang berarti sakit dan kata "loro" yang berarti angka dua. Nah kali ini kita akan membahas tentang teknik pengucapan bunyi vokal dalam bahasa Jawa.

a.) Huruf Vokal "a"
1. Ada dua macam pengucapan jenis huruf vokal "a" yaitu diucapkan sebagai huruf "o" seperti pada kata "kosong, dan lorong". Oke sekarang Anda praktekkan pada kata-kata berikut di bawah ini (ini juga akan menambah kosakata bahasa Jawa Anda).
Note: Huruf "a" saya tulis tebal sebagai tanda bacanya.
- randa dibaca "rondo" berarti janda dalam bahasa Indonesia
- jaka dibaca "joko" berarti jejaka
- gawa dibaca "gowo" berarti bawa
- waja dibaca "wojo" berarti gigi
- lara dibaca "loro" berarti sakit
- mara dibaca "moro" berarti datang
- lawa dibaca "lowo" berarti kelelawar
- maca dibaca "moco" berarti membaca
- pasa dibaca "poso" berarti puasa
- mrana dibaca "mrono" berarti ke sana
- kana dibaca "kono" berarti sana
- wana dibaca "wono" berarti hutan

Contoh di atas adalah beberapa kosakata dalam bahasa Jawa yang menggunakan huruf vokal "a". Ingat sekali lagi, huruf vokal "a" seperti pada contoh di atas dibaca sebagai huruf "o" seperti pada kata "lorong". Nah, coba ucapkan kata-kata di atas sekali lagi.

2. Oke, sekarang pengucapan huruf vokal "a" dibaca sebagai huruf "a" seperti pada kata "papan, wajan". Kini giliran anda praktek mengucapkan kata-kata berikut di bawah ini:
Note: Huruf "a" saya tulis standar sebagai tanda baca.
- gawan dibaca "gawan" berarti bawaan
- sarapan dibaca "sarapan" berarti makan pagi
- bal dibaca "bal" berarti bola
- kapan dibaca "kapan" berarti kata tanya yang menanyakan waktu
- papat dibaca "papat" berarti angka empat
- ora dibaca "ora" berarti tidak
- lawang dibaca "lawang" berarti pintu
- nyawang dibaca "nyawang" berarti melihat
- balang dibaca "balang" berarti lempar

Nah, biasanya (sebagian besar) untuk huruf vokal "a" dibaca sebagai "a" terdapat pada kata yang diakhiri konsonan mati. Misalnya, kata "gawan" jika huruf "n" dihilangkan maka akan dibaca "gowo" seperti contoh-contoh nomor satu. Sekarang praktekkan sekali lagi dengan mengucapkan kata-kata di atas.

Saya kira sekian dulu deh belajar bahasa Jawa kali ini. Pada postingan selanjutnya, InsyaAllah saya akan melanjutkan mengenai teknik pengucapan bunyi vokal bahasa Jawa lainnya.

Tuesday, 6 July 2021

Mari Kita Membahas Apa Itu Tembung Entar

Sudah satu minggu dulur tidak update tulisan di blog Komunitas Belajar Bahasa Jawa ini. Kali ini saya akan membahas tentang apa itu tembung entar.

Tembung entar artinya kata-kata yang memiliki arti yang bukan sebenarnya. Kita mengenalnya dalam bahasa Indonesia sebagai kata kiasan. 

Di bawah ini adalah contoh-contoh tembung entar :

1. Adus kringet  artinya kerja keras
2. Abang kupinge  artinya marah
3. Kethul atine artinya bodoh
4. Cepak rejekine artinya mudah cari sandang pangan atau penghidupan
5. Cilik atine artinya sifat penakut dan khawatir
6. Dawa tangane artinya senang mengambil barang orang lain
7. Empuk rembuge artinya mudah diajak bicara, diskusi
8. Gedhe endhase artinya sombong
9. Jembar segarane artinya sifat suka pemaaf
10. Kandel kupinge artinya tidak mau menurut perkataan orang lain, bandel
11. Lobok atine artinya sabar
12. Lunyu ilate artinya plin plan
13. Ngangsu kawruh artinya mencari ilmu, sekolah
14. Nggadho ati artinya membuat susah
15. Oleh ati artinya mendapat perhatian, diperhatikan, disenangi orang lain
16. Peteng pikirane artinya susah
17. Rai gedheg artinya tidak punya malu
18. Sepi ing kawruh artinya sedikit ilmunya, tidak punya akal
19. Kagugah atine artinya sabar, sadar, ingat
20. Gedhe tekade artinya pantang mundur
21. Enthengan tangan artinya senang menyakiti orang lain
22. Entheng tangane artinya senang berbuat sesuatu, suka menolong

Anda sekarang sudah mengetahui arti tembung entar, dimana saya juga sudah memberikan contoh-contohnya. Walaupun hanya beberapa contoh saja, tapi semoga bisa bermanfaat untuk Anda semua.

Matur nuwun :)

Saturday, 3 July 2021

Mari Mengenal Macam Kata Tanya Dalam Bahasa Jawa

Anda pasti sudah mengenal bagaimana teknik pengucapan bunyi vokal dan konsonan bahasa Jawa pada posting saya sebelumnya. Jika belum sebaiknya, anda pelajari dulu deh sebelum di bab ini biar Anda mudah dalam membacanya menggunakan tanda yang saya gunakan. Nah, kini saya akan membahas tentang macam-macam kata tanya dalam bahasa Jawa.

1. Apa....?
Kata tanya ini juga digunakan untuk menanyakan sesuatu benda. Contoh:
- apa kuwi sing mbok gawa?
(apa itu yang kamu bawa?)
- apa iki?
(apa ini?) dan lain-lain....

2. Sapa....?
Kata Tanya ini biasa digunakan untuk menanyakan orang. Contoh:
- Sapa jenengmu?
(siapa nama kamu?)
- Sapa bapakmu?
(siapa bapak kamu? dan lain-lain....

3. Piye
Kata tanya ini untuk menanyakan keadaan seseorang. Contoh:
- Piye kabarmu?
(bagaimana kabarmu?)
- Piye carane?
(bagaimana caranya?) dan lain-lain....

4. Pira
Nah, kalau yang ini untuk menanyakan jumlah benda atau harga. Contoh:
- Pira sedulurmu?
(berapa saudara kamu?)
- Buku iki regane pira?
(buku ini harganya berapa?) dan lain-lain....

5. Kapan
Kata tanya ini digunakan untuk menanyakan waktu. Contoh:
- Kapan kowe arep bali?
(kapan kamu akan kembali?)
- Tanggal lairmu kapan?
(tanggal lahir kamu kapan?) dan lain-lain....

6. Ngapa? Kena apa?
Kata tanya ini menanyakan suatu alasan. Contoh:
- Kowe kok nangisi ngapa/kena apa?
(kamu kok nangis kenapa? atau mengapa kamu kok nangis?) dan lain-lain.....

Nah, mungkin hanya itu dulu postingan untuk hari ini yah.....have a nice day!
Matur Suwun

Thursday, 1 July 2021

Contoh Terjemahan Bahasa Jawa Ke Indonesia (bag.1)

Sugeng rawuh dulur,

Kali ini saya ingin mencoba menerjemahkan kalimat dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia. Petikan kalimat ini saya ambil dari Solopos.com. Silakan jika ada dari Anda yang menemukan keganjilan atau kesalahan dalam penerjemahan ini bisa mengkoreksi melalui kotak komentar.

Tekan omahe randha kembang kuwi atiku kaya dijedorne lawang. Nalika randha kembang kuwi mbukak lawang ora bisa dak ampet kagetku nalika aku nyawang raine,”Esti!” pambengokku terus bubar kuwi aku ora mangerteni maneh ana kadadeyan apa. Ngerti-ngerti aku wis ana ngomah lan dirubung sedulur-sedulurku.

“Le, nyatane meneng-meneng kowe luwih nakal timbang, Mas Bas,” ngendikane Mas Kun. ”Dhik Esti, randha kembang kuwi, crita akeh babagan biyen sesambungan karo awakmu ananging wong tuwane ora setuju. Terus kowe nekad nganti Dhik Esti duwe anak siji ora ana bapake. Tibake bapake ya kowe kuwi. Sesambungane Dhik Esti karo Mas Bas kuwi tibake mung sandiwara kanggo mancing tanggung jawabmu sawise Dhik Esti mangerteni manawa Mas Bas kuwi masmu ipe. Saiki gelem ora gelem kowe dak rabekke karo Esti,” ngendikane Mas Kun.

Terjemahannya kurang lebih seperti ini:

Tiba di rumah janda kembang itu hatiku seperti dibenturkan pintu. Ketika janda kembang itu membuka pintu tidak bisa aku tahan kagetku ketika aku menatap wajahnya, "Esti!" teriakku kemudian setelah itu aku tidak tahu lagi ada kejadian apa. tahu-tahu aku sudah ada di tumah dan dikelilingi saudara-saudaraku.

"Nak, kenyataannya diam-diam kamu lebih nakal daripada Mas Bas, " ujar Mas Kun. " Dik Esti, janda kembang itu, cerita banyak tentang dulu hubungan dengan kamu tapi orang tuanya tidak seutju. Kemudian kamu nekat hingga Dik Esti mempunyai anak satu tidak memiliki bapak. Ternyata bapaknya ya kamu itu. Hubungan Dhik Esti dengan Mas Bas itu ternyata hanya sandiwara untuk memancing tanggung jawabmu setelah mengetahui bahwa Mas Bas itu kaka iparmu. Sekarang mau tidak mau kamu aku nikahkan dengan Esti," ujar Mas Kun.
Dari kutipan cerita di atas Anda dapat sekalian belajar kosakata bahasa jawa ngoko seperti di bawah:
1. Tekan = tiba, sampai
2. Omah = Rumah
3. Randha = janda
4. Kembang = bunga, kembang
5. Kuwi = itu
6. Ati = hati
7. Kaya = seperti
8. Dijedorne = dibenturkan
9. Lawang = pintu
10. Nalika = ketika, saat
11. Mbukak = membuka (pasifnya 'dibukak')
12. Ora = tidak
13. Bisa = bisa (dalam percakapan lisan biasa diucapkan dengan 'isa')
14. Crita = bercerita
15. Akeh = banyak
16. Babagan = hal, tentang, mengenai
17. Ampet = tahan
18. Kaget = kaget, terkejut
19. Aku = aku, saya
20. Nyawang = melihat, menatap
21. Rai = wajah
22. Pambengokku = Teriakku (kata dasarnya 'bengok' berarti teriak)
23. Terus = kemudian, lalu, terus
24. Bubar = setelah, bubar, selesai (tergantung konteks kalimatnya)
25. Mangerteni = mengetahui
26. Maneh = lagi
27. Ana = ada
28. Kadadeyan = kejadian
29. Apa = apa
30. Ngerti = tahu, ngerti
31. Wis = sudah, telah
32. Dirubung = dikelilingi
33. Sedulur = saudara
34. Le = panggilan untuk anak laki-laki (thole)
35. Meneng = diam
36. Kowe = kamu
37. Luwih = lebih
38. Nakal = nakal, bengal
39. Ketimbang = daripada, ketimbang
40. Ngendika = ngomomg, berujar (ini adalah bahasa jawa halus untuk 'ngomong')
41. Mas = kakak laki-laki
42. Biyen = dulu, dahulu
43. Sesambungan = hubungan
44. Karo = dengan
45. Awakmu = kamu
46. Ananging = tetapi (bisa juga 'nanging')
47. Wong = orang
48. Tuwa = tua
49. Nekad = nekat
50. Nganti = hingga, sampai
51. Duwe = punya
52. Anak = anak, putra
53. Siji = satu
54. Tibake = ternyata
55. Kanggo = untuk
56. Sawise = sesudah, setelah
57. Mas ipe = kakak ipar laki-laki
58. Saiki = sekarang
59. Gelem = mau
60. Rabi = nikah, kawin (dak rabekke = aku nikahkan)


Demikian untuk sharing kali ini semoga bermanfaat untuk dulur-dulur semua.

Matur nuwun


Terima kasih untuk solopos.com yang telah menerbitkan kolom khusus bahasa Jawa yang salah satunya saya kutip di blog ini.


Wednesday, 30 June 2021

Mengenal Huruf Jawa

Di dalam bahasa Jawa, ada huruf yang disebut HaNaCaRaKa. Huruf atau aksara Jawa ini adalah turunan dari bahasa Brahmi yang kemudian dimodifikasi oleh Kesultanan Mataram. Nah, modifikasi dari Kesultanan Mataram tadi digunakan hingga sekarang dan disebut sebagai huruf Jawa modern.

Aksara Jawa terdiri dari 20 huruf yaitu:
Ha Na Ca Ra Ka
Da Ta Sa Wa La
Pa Dha Ja Ya Nya
Ma Ga Ba Tha Nga

Ini dia huruf Jawa yang saya kutip dari Wikipedia.org.
Wikipedia.org



Pada penulisan yang menggunakan aksara Jawa juga menggunakan huruf pasangan yang berfungsi sebagai penekan vokal konsonan di depannya, contoh, kita menulis kata "pakan sapi" kalau tidak ada aksara pasangan maka akan menjadi pakanasapi , karena huruf "na" tidak dimatikan dengan huruf pasangan. 
Wikipedia.org
Selain itu, ada juga huruf vokal mandiri (sandhangan), dalam istilah bahasa Arab dikenal sebagai harakat yang berfungsi sebagai tanda vokal, tanda ganti konsonan, dan tanda penghilang voka. Mengapa? Karena dalam huruf Jawa yang disebut di atas berbunyi akhir "a". Maka untuk menimbulkan bunyi vokal seperti "a, i, u, e, dan o", huruf konsonan seperti "r, h, dan ng, ya, ra, dan re" serta penghilang bunyi vokal harus menggunakan sandhangan.
http://id.wikipedia.org
Terakhir adalah tanda baca dalam penulisan aksara Jawa.
http://id.wikipedia.org/wiki/Aksara_Jawa

Tuesday, 29 June 2021

Macam - Macam Ucapan Salam Dalam Bahasa Jawa ( Bag 1 )

Hari ini saya akan membahas tentang macam-macam ucapan salam dalam Bahasa Jawa. Mungkin ada di antara teman-teman yang masih baru salam berbahasa Jawa sehingga sangat penting untuk mempelajari berbagai frase bahasa daerah dengan jumlah penutur terbanyak di Indonesia ini.

Saya akan membagi menjadi dua bagian sehingga nanti masih ada lanjutan posting mengenai bab yang sama.



INDONESIA
JAWA
Selamat pagi!
Sugeng enjing! / Wilujeng enjing!
Selamat siang!
Sugeng siang! / Wilujeng siang!
Selamat sore!
Sugeng sonten! / Wilujeng sonten!
Selamat malam!
Sugeng dalu! / Wilujeng dalu!
Selamat datang!
Sugeng rawuh!
Apa kabar?
Piye kabare? / Pripun kabaripun? / Kados pundi pawartosipun?
Baik, terima kasih
Apik, matur nuwun / Sae, matur nuwun
Dan kamu?
Lha kowe? / Panjenengan? / Sampeyan?
Baik
Apik
Tidak begitu bagus / biasa saja
Biasa wae
Lama tidak jumpa
Suwe ora ketemu
Saya rindu  kamu
Aku kangen kowe
Ada kabar apa?
Ana kabar apa?
Terima kasih!
Matur nuwun!
Sama-sama
Padha-Padha / Sami-sami
Mari silakan masuk!
Mangga, pinarak!

Itu dulu ya teman-teman, InsyaAllah lain waktu saya akan sambung lagi bahasan ucapan-ucapan salam dalam Bahasa Jawa ini.

Matur nuwun :)

Tuesday, 5 September 2017

Lurr, Mari Belajar Bahasa Jawa Lewat Lagu - Terjemahan Sayang by Via Vallen

Piye kabare Lurr,

Sudah lama sekali saya tidak update blog Belajar Bahasa Jawa ini ya :)

Maklum Lurr, kesibukan di dunia nyata membuat saya melalaikan blog yang semoga memberikan banyak manfaat bagi sampeyan semua.

dan baru sempat menengok dan menulis di blog ini lagi....

Berhubung akhir-akhir ini sedang hits lagu Sayang yang dinyanyikan Via Vallen, rasanya menarik jika sampeyan belajar Bahasa Jawa lewat lirik lagu ini.

Jadi...saya akan menuliskan lirik aslinya baru kemudian terjemahannya dalam Bahasa Indonesia dalam tanda kurung.

Mari kita mulai....

Oh ya jika sampeyan belum tahu lagunya silakan kunjungi videonya di sini.

Terjemahan Lagu Sayang by Via Vallen


Sayang apa kowe krungu jerite atiku (Sayang apa kau (men)dengar jeritan hatiku)
Mengharap engkau kembali (Mengharap engkau kembali)
Sayang nganti memutih rambutku (Sayang...sampai memutih rambutku)
Ra bakal luntur tresnaku (Tak akan luntur cintaku)

Wis tak coba ngelaleke jenengmu saka atiku (T'lah kucoba melupakan namamu dari hatiku)
Sak tenane ra ngapusi isih tresna sliramu (Sebenarnya tak bisa bohong masih cinta dirimu)
Pepuja neng ati nanging koe ra reti (Pujaan di hati tapi kau tak tahu)
Kowe sik tak wanti-wanti (Kau yang kuharap-harap)
Malah jebul saiki kowe mblenjani janji (Ternyata sekarang kau mengingkari janji)
Jare sehidup semati nanging apa bukti (Katanya sehidup semati tapi apa buktinya)
Kowe medot tresno demi wedokan liya (Kau putus cinta demi wanita lain)
Ya wes ora papa, insyaallah aku iso lila (Ya sudah tak apa-apa, InsyaAllah aku bisa rela)

Meh sambat kalih sinten (Mau mengeluh sama siapa)
Yen sampun mekaten, merana uripku (Kalau sudah begini, merana hidupku)
Aku welasna kangmas, aku mesakna aku (Aku, kasihanilah kangmas, aku kasihanilah aku )
Aku nangis nganti metu eluh getih putih (Aku menangis sampai keluar air mata darah putih)

Sayang apa kowe krungu jerite atiku (Sayang apa kau (men)dengar jeritan hatiku)
Mengharap engkau kembali (Mengharap engkau kembali)
Sayang nganti memutih rambutku (Sayang...sampai memutih rambutku)
Ra bakal luntur tresnaku (Tak akan luntur cintaku)

Hari demi hari uwis tak lewati (Hari demi hari telah kulewati)
Yen pancen dalane kudu kuwat ati (Kalau memang (sudah) jalannya harus kuat hati)
Ibaratke sega uwis dadi bubur (Ibarat nasi sudah menjadi bubur)
Nanging tresna iki ora bakal luntur (Tapi cinta ini tak akan luntur)
Sak tenane aku iki pancen tresna awakmu (Sebenarnya aku ini memang cinta dirimu)
Ora ana liyane sing isa dadi penggantimu (Tak ada yang lainyang bisa jadi penggantimu)
Wis tanggung awakmu sik cocok neng atiku (Sudah tanggung dirimu yang cocok di hatiku)
Nganti atiku njerit atimu ra bakal krungu (Hingga hatiku menjerit hatiku tak akan mendengar)

Meh sambat kalih sinten (Mau mengeluh sama siapa)
Yen sampun mekaten, merana uripku (Kalau sudah begini, merana hidupku)
Aku welasna kangmas, aku mesakna aku (Aku, kasihanilah (aku) kangmas, aku kasihanilah aku kangmas)
Aku nangis nganti metu eluh getih putih (Aku menangis sampai keluar air mata darah putih)

Sayang apa kowe krungu jerite atiku (Sayang apa kau (men)dengar jeritan hatiku)
Mengharap engkau kembali (Mengharap engkau kembali)
Sayang nganti memutih rambutku (Sayang...sampai memutih rambutku)
Ra bakal luntur tresnaku (Tak akan luntur cintaku)

Sayang apa krungu jerite atiku (Sayang apa dengar jeritan hatiku)
Mengharap kowe bali neng jero ati iki (Mengharap kau kembali di dalam hati ini)
Nganti rambutku putih, nangis eluh dadi getih (Sampai rambutku putih, menangis darah)
Mbok yo gek ndang bali ngelakoni tresna suci (Cepat kembalilah menjalani cinta suci)

Aku marang sliramu jok ragu meng atiku (Aku padamu, jangan ragu dengan hatiku)
Aku ra isa ngapusi sak tenane neng ati (Aku tak bisa (ber)bohong sebenarnya dihati)
Mung kanggo sliramu cintamu tetap abadi (Hanya untuk dirimu cintamu tetap abadi)
Selamanya sampai akhir hayat ini (Selamanya sampai akhir hayat ini)

Meh sambat kalih sinten (Mau mengeluh sama siapa)
Yen sampun mekaten, merana uripku (Kalau sudah begini, merana hidupku)
Aku welasna kangmas, aku mesakna aku (Aku, kasihanilah (aku) kangmas, aku kasihanilah aku kangmas)
Aku nangis nganti metu eluh getih putih (Aku menangis sampai keluar air mata darah putih)

Sayang apa kowe krungu jerite atiku (Sayang apa kau (men)dengar jeritan hatiku)
Mengharap engkau kembali (Mengharap engkau kembali)
Sayang nganti memutih rambutku (Sayang...sampai memutih rambutku)
Ra bakal luntur tresnaku (Tak akan luntur cintaku)

Percaya apa bebojomu (Percaya apa kekasihmu)
Cintaku tetap abadi (Cintaku tetap abadi)

Gimana Lurr....

Mungkin terjemahan saya belum sempurna, tapi paling tidak bisa membantu sampeyan untuk menghayati liriknya sekaligus belajar Bahasa Jawa.

Dan...jika ada dari sampeyan yang bisa terjemahan yang lebih baik dari milik saya, mohon koreksinya....

Maturnuwun :)

Sunday, 5 October 2014

Apa Itu Kalawarti dan Ariwarti?

Jumpa lagi Dulur, para pecinta Bahasa Jawa :)

Terima kasih atas atensi Dulur-Dulur semua yang merasa memiliki bahasa ini. Kali ini saya akan membahas tentang Kalawarti dan Ariwarti.

Kalawarti yaitu surat kabar berbahasa Jawa yang diterbitkan tidak setiap hari. Sedangkan Ariwarti adalah surat kabar berbahasa Jawa yang terbit setiap hari.

Kalawarti dan Ariwarti menjadi alat untuk menghidupkan dan melestarikan kesusastraan Jawa karena banyaknya karya sastra Jawa yang dikutip di dalamnya. Oleh karena itu, pada angkatan tahun 50-an, juga disebut sebagai sastra majalah.

Menurut waktu terbitnya, kalawarti/ariwarti bisa dinamakan antara lain : dwikala (terbit dua kali sebulan), saptawarti (surat kabar mingguan), dasawarti (terbit setiap sepuluh hari), candrawarti (surat kabar bulanan) dan sebagainya.

Berikut ini adalah contoh-contoh Kalawarti dan Ariwarti yang pernah terbit :


  1. Kejawen (1926)
  2. Bromartani (1885)
  3. Jurumartani (1886)
  4. Dharmo Kondho (1899)
  5. Retno Dunilah (1895)
  6. Pustakawarti (1922)
  7. Mawa (1922)
  8. Pangunggah (1917)
  9. Budi Utomo (1920)
  10. Sedyo Utomo (1925)
  11. Jawi Kondho (1924)
  12. Jawi Hisworo (1924)
  13. Pustaka Jawi (1922)
  14. Sasadara (1931)
  15. Candra Kanta (1933)
  16. Panyebar Semangat (1933)
  17. Panji Pustaka (1943)
  18. Krama Duta (1931)
  19. Wara Darma (1931)
  20. Islam Bergerak (1917)

Keterangan :

a) Panyebar Semangat (edisi Surabaya) masih terbit hingga sekarang.
b) Darmo Kondho yang dimaksud di atas bukanlah Dharma kandha yang sekarang masih terbit.

Saya juga akan membagikan nama-nama Kalawarti dan Ariwarti menurut kota terbitnya :

Edisi Jakarta


  1. Mardika (1967)
  2. Kumandhang (1973)
  3. Kunthi (1970)
  4. Pancasila
  5. Darmajati (2005)


Edisi Yogyakarta


  1. Waspada (1952), sudah dibekukan
  2. Kembang Brayan (1966)
  3. Joko Lodhang (1967)
  4. Mekarsari (1950)
  5. Rara Jonggrang
  6. Praba (sekarang sudah ganti Peraba memakai ejaan Bahasa Indonesia)
  7. Kandha raharja (lampiran koran Kedaulatan Rakyat)


Edisi Semarang


  1. Pustaka Candra (dikeluarkan Depdikbud)


Edisi Surakarta


  1. Dharma Nyata
  2. Parikesit (1971)
  3. Pradhapa
  4. Gumregah
  5. Candrakirana (1964)
  6. Darma Kandha (1970)
  7. Mbangun Tuwuh (1980)


Edisi Surabaya


  1. Kekasihku
  2. Gotong Royong (1963)
  3. Tuladha (1967)
  4. Jayabaya (1945)
  5. Panyebar semangat (1933)
  6. Cendrawasih (1957)
  7. Crita Cekak (1955)
  8. Panakawan (1951)
  9. Jawi Anyar (1952)


Catatan :

Kalawarti dan Ariwarti yang disebut di atas ada yang sudah tidak terbit.

Demikian Dulur, semoga tulisan yang saya bagikan kali ini bermanfaat buat Panjenengan semua.

Nuwun :)

Thursday, 14 August 2014

Contoh Terjemahan Bahasa Jawa ke Bahasa Indonesia (Bag.2)

Bahasa Jawa :

Atusan warga nunggu arak-arakan gunungan Grebeg Mulud kang diarak saka Kraton tumuju ing Mesjid Gedhe Kauman, Selasa (14/1/2014). Ana ing sak tengahing atusan warga iku, akeh para sesepuh kang melu ngalap berkah rebutan Gunungan.

Astuti, 52, wiwit saka tabuh enem esuk wus teka ing Mesjid Gedhe Kauman, kang mapan ana ing iring kulon Alun-alun Lor Kraton Ngayogyakarta. Karep krentege wus cetha yaiku nunggu gunungan Grebeg Mulud kang bakal dikirab saka Siti Hinggil Kraton Ngayogyakarta tumuju Mesjid gedhe Kauman, udakara tabuh 09.30 WIB.

Saka omahe ing Nogotirto, Gamping, Sleman, Astuti numpak sepeda. Karepe cetha yaiku sedya kepingin melu ngalab berkah ing pungkasane Pahargyan Sekaten. Lan karep sedyane Astuti kasembadan. Nalika atusan warga padha rebutan gunungan, dheweke kayadene oleh berkah nalika ana nom-noman kang menehi thiwul ayu marang dheweke. “Wau wonten mas-mas saged mlebet ing njero gunungan, lajeng kula dipendhetke tiwul ayu menika,” ngono ujare Astuti.

Cuplikan sebagian teks di atas diambil dari situs solopos.com . Ini hanya sebagai contoh.

Terjemahan dalam bahasa Indonesia :

Ratusan warga menunggu iring-iringan gunungan Grebeg Mulud yang diarak dari Keraton menuju Mesjid Gedhe Kauman, Selasa (14/1/2014). Di tengah-tengah ratusan warga tersebut, banyak orang tua yang ikut ngalap berkah rebutan Gunungan.

Astuti, 52, sejak dari pukul enam pagi sudah tiba di Mesjid Gedhe Kauman yang terletak di sebelah barat Alun-Alun Lor Kraton Ngayogyakarta. Tujuannya sudah jelas yaitu menunggu gunungan Grebeg Mulud yang akan dikirab dari Siti Hinggil Kraton Ngayogyakarta menuju Mesjid Gedhe Kauman dimulai pukul 09.30 WIB.

Dari rumahnya di Nogotirto, Gamping, Sleman, Astuti naik sepeda. Tujuannya yaitu ingin ikut ngalap berkah di akhir acara sekaten. Dan keinginan Astuti terlaksana. Ketika ratusan warga saling berebut gunungan, dia seperti dapat berkah ketika ada anak muda yang memberi thiwul ayu kepadanya. " Tadi ada mas-mas bisa masuk ke dalam gunungan, lalu saya diambilkan tiwul ayu ini", ujar Astuti.

Demikian seri contoh terjemahan Bahasa Jawa ke Bahasa Indonesia. Saya yakin masih ada kekurangan dalam penerjemahan ini. Nanti akan saya update dengan kosa katanya.

Matur nuwun :)

Wednesday, 25 June 2014

Apa Itu Cangkriman?

Cangkriman ( badhean, batangan ) dalam bahasa Indonesia disebut tebak-tebakan. Artinya kata-kata atau ungkapan yang harus ditebak maksudnya / artinya, karena kata-kata atau ungkapan tadi memiliki arti tidak sebenarnya.

Cangkriman terbagi menjadi :

A) Cangkriman Wancahan (Cekakan) / singkatan

Contoh :

1. Pakboletus : tepak kebo, lelene satus
2. Paklawa     : tepak ula dawa
3. Pak kenthik : tepak teken mung sithik
4. Burnas kopen : bubur panas kokopen
5. Rangsinyu muksitu : jurang isi banyu, gumuk isi watu.

B) Cangkriman Pepindhan / Perumpamaan
Yang dijadikan perumpamaan biasanya hewan atau bagian tubuh.

Contoh :

1. Sega sakepel dirubung tinggi = salak
2. Putri melik-melik sendhen kayu legi = jagung
3. Pitik walik saba kebon = nanas
4. Gajah nguntal sangkrah = pawon / dapur
5. Kebo bule cancang merang = buntil
6. Anake gelungan ibune ngrembyang = pakis
7. Yen anake siji ibune loro, yen ibune siji anake loro, yen ibune telu ora duwe anak = salak
8. Pitik putih ngendhog ing segara getih = manggis
9. Dipijet wudele, mripate mendelik = lampu senter

C) Cangkriman Tembang
Cangkriman yang terdapat dalam sebuah syair tembang / lagu.

Contoh :
 Lagu "Pucung"

Bapak pucung, rupane saengga gunung
tan ana kang tresna,
kabeh uwong methi sengit,
yen kanggonan dilus-elus tinangisan (tebakannya = wudun / bisul)

Bapak pucung, putrane baka lan biyung
nanging dudu kakang, dudu mbakyu dudu adhi, lah batangen bapak pucung iku sapa (tebakannya aku dhewe / aku sendiri)

D) Cangkriman Blenderan / Plesetan

Contoh :

1. Aku mau weruh ana bakul mbako padha diambungi
"sing diambungi mbako, dudu bakule"
2. Yen kerep wudunen kuwi bisa sugih pari
"sugih pringisan"
3. Ing pasar aku weruh ana bakul klapa dikepruki
"sing dikepruki klapane, dudu bakule"
4. Yen layat ing kuburan aja melu mendhem
"sing mendem ya sing ngombe arak dudu sing layat"
5. Aku weruh ana montor mbalik, kok penumpange ora padha tatu.
"hla ya bae, wong saka kidul arep ngalor kudu mbalik djisik"
6. Yen bis utawa mbil menggok ngiwa, ban endi sing ora mubeng?
"ban serep"

Sekian Dulur, saya sudah membagikan macam-macam Cangkriman. Semoga memberi manfaat bagi Anda semua.

Matur nuwun :)

Tuesday, 17 June 2014

Mari Membahas Apa itu Rura Basa?

Salam Dulur-Dulur sedaya, sudah lama tidak memposting bahasan belajar bahasa Jawa. Kali ini, saya akan membahas mengenai Rura Basa.

Rura berarti rusak atau salah. Rura Basa artinya bahasa yang rusak atau salah tapi jika dibetulkan menjadi semakin salah. Oleh karena itu, rura basa sering juga disebut kata-kata yang salah kaprah.

Contoh :

Nguleg Sambel

Kata "Nguleg Sambel" ini sebenarnya tidak benar. Yang benar adalah nguleg lombok / cabe, uyah / garam, terasi, bumbu masak dan lain-lain agar jadi sambel. Tapi, jika dibetulkan seperti itu malah jadi aneh, terlalu panjang dan mungkin akan ditertawakan.

Contoh lainnya :

1. Nunggoni Pitik (Menunggui Ayam)
Arti sebenarnya menjaga tanaman padi agar tidak dimakan ayam.

2. Nggodhog Wedang (Merebus Minuman)
Arti sebenarnya merebus air untuk dibuat minuman.

3. Menek Krambil (Naik Kelapa)
Arti sebenarnya naik pohon kelapa.

4. Negor Gedhang (Menebang Pisang)
Arti sebenarnya menebang pohon pisang.

5. Nandur kembang (menanam bunga)
Arti sebenarnya menanam biji atau tanaman bunga.

6. Nulis layang (menulis surat)
Arti sebenarnya menulisi kertas dengan tinta hingga menjadi sebuah surat.

7. Ngliwet sega (menanak nasi)
Art sebenarnya menanak beras supaya jadi nasi.

Itu saja ya Dulur contoh-contoh Rura Basa yang bisa saya bagikan kali ini. Masih banyak contoh-contoh lainnya, mungkin ada di antara Anda yang dapat menambahkan, silakan tambahkan di kolom komentar.

Matur Nuwun :)

Tuesday, 11 March 2014

Mari Mengenal Istilah Bocah Sukerta

Jumpa lagi Dulur :)

Apa kabarnya? Semoga Gusti Allah selalu memberi keselamatan dan kesehatan bagi Anda semua.

Saya mau membagikan tulisan mengenai Bocah Sukerta.

Menurut kepercayaan orang Jawa, ada istilah Bocah Sukerta yang berarti seorang anak atau bocah bisa selamat dan hidup harus diruwat dengan slametan, sesaji dan mengadakan pentas wayang kulit dengan lakon "Murwa kala".

Jika sudah diruwat, bocah sukerta tadi bisa tidak menjadi mangsa Bathara Kala sehingga bisa selamat hidupnya. Boleh percaya, boleh tidak ya :) , saya hanya membagikan sebuah pengetahuan di sini.

Nama-nama bocah sukerta:

1. Bocah ontang-anting : anak laki-laki satu-satunya / tunggal tidak punya saudara
2. Bocah unting-unting : anak perempuan satu-satunya / tunggal tidak punya saudara
3. Bocah uger-uger lawang : anak dua bersaudara lelaki semua
4. Bocah kembang sepasang : anak dua bersaudara perempuan semua
5. Bocah Cukul Dhulit : anak tiga bersaudara perempuan semua
6. Bocah gotong mayit : anak tiga bersaudara laki-laki semua
7. Bocah saka panggung : anak empat bersaudara laki-laki semua
8. Bocah sarimpi : anak empat bersaudara perempuan semua
9. Bocah pandhawa : anak lima bersaudara laki-laki semua
10. Bocah pancagati : anak lima bersaudara perempuan semua
11. Bocah kedhana-kedhini : anak dua bersaudara laki-laki dan perempuan
12. Bocah sendhang kapit pancuran : anak tiga bersaudara, dua laki-laki satu perempuan. Anak perempuan di tengah ( laki-laki-perempuan-laki-laki)
13. Pancuran kapit sendhang : anak tiga bersaudara, dua perempuan satu laki-laki. Anak laki-laki di tengah (perempuan-laki-laki-perempuan)
14. Bocah kembar : anak kembar
15. Bocah dhampit : anak kembar laki-laki dan perempuan
16. Bocah gondhang kasih : anak kembar beda warna kulit
17. Bocah ipil-ipil : anak lima, satu perempuan empat laki-laki
18. Bocah podangan : anak lima, satu laki-laki empat perempuan
19. Bocah jempina : anak lahr sebelum waktunya
20. Bocah julung caplok : anak lahir bersamaan dengan terbenamnya matahari
21. Bocah julung kembang : anak lahir bersamaan dengan terbitnya matahari
22. Bocah julung sungsang : anak lahir di tengah hari

Setelah membaca macam-macam bocah sukerta di atas, kira-kira Anda masuk yang mana hehehe ( tanpa harus percaya dengan kepercayaannya ya).

Salam hormat buat semua ;)

Tuesday, 4 February 2014

Mari Mengenal Apa Itu Tembung Saroja

Halo dulur, ketemu maneh, kepriye kabare Jenengan? Mugi-mugi Gusti Allah tansah paring kasarasan dhumateng Panjenengan sedaya.
( Halo saudara, berttemu lagi, bagaimana kabar Anda? Semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan kepada Anda semua ) :)

Kali ini saya akan membahas mengenai apa itu tembung saroja.

Saroja sendiri berarti rangkep atau rangkap. Sedangkan tembung saroja artinya dua kata yang sama maknanya digabung menjadi satu.

Berikut ini adalah contoh-contoh tembung saroja :

1. Sanak sedulur
2. Tanggateparo
3. Was sumelang
4. Lara lapa
5. Terang tarwaca
6. Dhawuh timbalan
7. Wadya bala
8. Andhap asor
9. Tumpang tindhih
10. Gagah prakosa
11. Tambal sulam
12. Duga kira
13.Tepa slira
14. Edi peni
15. Adi luhung
16. Gulung koming
17. Angkara murka
18. Babak belur
19. Bagas waras
20. Bala kuswa
21. Bagas waras
22. Colong jupuk
23. Gandes luwes
24. Jalma manungsa
25. Japa mantra
26. Gemah ripah
27. Loh jinawi
28. Sayuk rukun
29. Welas asih
30. Remuk rempu
31. Pait getir
32. Mula buka
33. Tukar padu
34. Akal budi
35. Ayem tentrem

Seperti yang sudah Anda baca di atas, banyak sekali contoh-contoh tembung saroja yang banyak ditemui dalam percakapan sehari-hari, berita berbahasa jawa maupun dalam bahasa tulisan.

Semoga bermanfaat :)

Tuesday, 24 September 2013

Contoh Percakapan Dalam Bahasa Jawa (bag.3)

Nampaknya, contoh percakapan dalam Bahasa Jawa banyak dicari. Oleh karena itu, saya mengutipkan penggalan cerita yang saya ambil dari rubrik Jagad Jawa Solopos.com.

Saya juga merangkum kosakata (vocabulary) bahasa Jawanya lengkap dengan terjemahan ke bahasa Indonesia.


Bahasa Jawa

Aku karo kanca-kanca ngebut. Tekan sekolahan, aku karo kanca-kanca telat. Upacara wis dianyaki. Gerbang sekolah wis ditutup. Aku karo kanca-kanca bingung. Ngenteni upacara rampung lan aku karo kanca-kanca lagi bisa mlebu. Aku karo kanca-kanca didukani bapak guru, lan diukum dhedhe ning tengah latar sekolah nganti sak jam.

Sawise bubaran sekolah lan tekan omah, ganti klambi, maem lan mangkat ngarit suket kanggo wedhusku.

“Cup…, Cup…, Ucup… ayo ngarit!” aku mbengok ngejak Ucup ngarit.

“Ya, enteni sedhela, Ki!” saurane Ucup.

Aku ngenteni Ucup ing dalan ngarep omahe. Ora sengaja aku weruh slebaran sing nemplek ing pager. Slebaran kuwi isine pengumuman arep diadani sepeda santai. Adicara sepeda santai iki diadani minggu ngarep. Wiwitane saka ngarep balai desa.

”Ayo Ki,” Ucup ngajak mangkat.

”Ayo, suwe banget ta, Cup?” pitakonku marang Ucup.

”Lagi maem kok, Ki,” jawabe Ucup.

”Cup, aku mau ngerti pamflet tememplek ing pager ngarep omahmu. Isine acara sepeda santai minggu ngarep sing kawiwitan ing ngarep balai desa, Cup. Ayo melu ndhaptar, Cup!” pangajakku.

”Hla, apa kowe apa duwe pit, Ki? Kok ngejak melu sepeda santai?” pitakone Ucup.

“Iya..ya..hemmmm, piye ya, Cup?” imbuhku.

“Ya wis, ayo ngarit dhisik, Ki. Sepeda santai dipikir sesuk wae,” Ucup ngejak mangkat.

Salebare ngarit aku mulih lan adus. Kaya biyasane wayah wengi aku sinau lan terus kepikiran sepeda santai. Aku banjur matur karo ibu.

”Bu, nyuwun sepedha anyar…!” aku nyuwun karo ibu.

”Ibu durung duwe dhuwit, Le.”

“Nggih pun, Bu. Mboten napa-napa.”

“Kok kadingaren njaluk pit ta, Le? Kanggo apa? Yen sekolah ya mbonceng kanca-kancamu ta?”

”Nggih, Bu. Kula nyuwun sepedha kangge tumut sepeda santai minggu ngajeng lan kangge sekolah.”

”Ibu lagi ora duwe dhuwit, Le. Ngene wae, ning pawon kae ana pit kebo tinggalane Bapakmu, kae diresiki, dikumbah, Le.”

“Nanging sampun lawas Bu. Kuna. Gek teyengen malih.”

”Ya diresiki ta, Le. Rasah gengsi, ngerti kahanane ibu, sakanane wae, Le.”

”Nggih, Bu…”

Terjemahan Bahasa Indonesia:

Saya dengan teman-teman ngebut.  Tiba di sekolah, saya dan teman-teman terlambat. Upacara sudah dimulai. Gerbang sekolah sudah ditutup. Saya dan teman-teman bingung. Menunggu upacara selesai dan saya dengan teman-teman baru bisa masuk. Saya dan teman-teman dipanggil Bapak Guru, dan dihukum dijemur di tengah halaman sekolah sampai satu jam.

Setelah selesai sekolah dan tiba di rumah, ganti baju, makan dan berangkat mencari rumput untuk kambingku.

“Cup…, Cup…, Ucup… ayo cari rumput!” saya berteriak mengajak Ucup mencari rumput.

“Ya, tunggu sebentar, Ki!” sahut Ucup.

Saya menunggu Ucup di jalan depan rumahnya. Tidak sengaja saya mengetahui selebaran yang menempel di pagar . Selebaran itu isinya pengumuman akan diadakan sepeda santai. Acara sepeda santai ini  diadakan minggu depan. Mulainya dari depan balai desa.
 
”Ayo Ki,” Ucup mengajak berangkat.

”Ayo, lama banget sih, Cup?” tanyaku kepada Ucup.

”Baru makan kok, Ki,” jawab Ucup.

”Cup, saya tadi membaca pamflet yang menempel di pagar depan rumahmu. Isinya acara sepeda santai minggu depan yang dimulai di depan balai desa, Cup. Ayo ikut mendaftar, Cup!” ajak saya.

”Lha, apa kamu punya sepeda, Ki? Kok mengajak ikut sepeda santai?” tanya Ucup.

“Iya..ya..hemmmm, gimana  ya, Cup?” tambahku.

“Ya udah, ayo cari rumput dulu, Ki. Sepeda santai dipikir besok saja,” Ucup mengajak berangkat.

Setelah mencari rumput saya pulang dan mandi. Seperti biasanya waktu malam saya belajar dan selalu kepikiran sepeda santai. Saya, kemudianbilang ke ibu.

”Bu, minta sepeda baru…!” aku minta kepada ibu.

”Ibu belum punya uang Nak.”

“Ya sudah, Bu. Tidak apa-apa.”

“Kok tumben minta sepeda Nak? Untuk apa? Kalau sekolah ya mbonceng teman-temanmu kan?”

”Iya, Bu. Saya minta sepeda untuk ikut sepeda santai minggu depan dan buat sekolah.”

”Ibu sedang tidak punya uang Nak. Begini saja, di dapur sana ada sepeda kebo peninggalan Bapakmu, itu dibersihkan, dicuci, Nak.”

“Tapi sudah lama Bu. Kuno. Sudah karatan lagi.”

”Ya dibersihkan to, Nak. Tidak usah gengsi, mengertilah keadaan ibu, seadanya saja, Nak.”

”Ya, Bu…”

Daftar Kosakata



JAWA
INDONESIA
JAWA
INDONESIA
Aku
Saya
Tengah
Tengah
Karo
Dengan
Latar
Halaman
Kanca
Teman
Nganti
Sampai / Hingga
Tekan
Sampai / Tiba
Sak Jam
Satu Jam
Telat
Terlambat
Sawise
Sesudah
Wis
Sudah
Bubaran
Selesai
Dianyaki
Dimulai
Omah
Rumah
Ngenteni
Menunggu
Klambi
Baju
Rampung
Selesai
Maem
Makan
Lagi
Baru / Sedang
Mangkat
Berangkat
Mlebu
Masuk
Ngarit Suket (istilah)
Mencari Rumput
Didukani (Krama Alus)
Dipanggil
Suket
Rumput
Dhedhe
Berjemur
Kanggo
Untuk / Bagi
Ning / Ing
Di
Wedhus
Kambing
Mbengok
Berteriak
Ngejak
Mengajak
Enteni
Tunggu
Sedhela
Sebentar
Saurane
Jawabannya
Dalan
Jalan
Ngarep
Depan
Ora
Tidak
Sengaja
Sengaja
Weruh
Tahu / Mengetahui
Sing
Yang
Nemplek
Menempel
Pager
Pagar
Kuwi
Itu
Arep
Akan
Diadani
Diadakan
Adicara
Acara
Iki
Ini
Wiwitane
Mulainya
Saka
Dari
Suwe
Lama
Banget
Sekali
Pitakon
Pertanyaan
Mau
Tadi
Ngerti
Tahu
Melu
Ikut
Apa
Apa
Kowe
Kamu
Duwe
Punya
Pit
Sepeda Angin
Piye
Bagaimana
Sesuk
Besok
Wae
Saja
Mulih
Pulang
Adus
Mandi
Kaya
Seperti
Biyasa
Biasa
Wayah
Waktu
Bengi
Malam
Sinau
Belajar
Lan
Dan
Terus
Selalu
Banjur
Kemudian
Matur (Krama Alus)
Bilang
Nyuwun (Krama Alus)
Minta
Anyar
Baru
Durung
Belum
Dhuwit
Uang
Nggih / Inggih (Krama Alus)
Iya
Mboten (Krama Alus)
Tidak / Bukan
Napa-Napa (Krama Alus)
Apa-apa
Kadingaren
Tumben
Njaluk (Ngoko)
Minta
Yen
Kalau / Jika
Kula (Krama Alus)
Saya
Kangge (Krama Alus)
Untuk / Buat
Tumut (Krama Alus)
Ikut
Ngejeng (Krama Alus)
Depan
Ngene
Begini
Pawon
Dapur
Kae
Itu
Ana
Ada
Kebo
Kerbau
Tinggalan
Peninggalan
Diresiki (resik)
Dibersihkan (bersih)
Dikumbah (kumbah)
Dicuci (cuci)
Nanging
Tapi
Sampun (Krama Alus)
Sudah
Lawas
Lama
Teyengen
Berkarat / Karatan
Malih (Krama Alus)
Lagi
Rasah ( Ora Usah)
Tidak Usah
Kahanan
Keadaan
Sakanane
Seadanya


Terima kasih untuk sumber percakapan dari Solopos.com :)

Semoga bermanfaat,

Matur Nuwun

Kenapa warga rohingya diusir dari negaranya

  Warga Rohingya telah mengalami pengusiran dan diskriminasi di Myanmar selama beberapa dekade. Konflik terhadap etnis Rohingya bersumber da...