Showing posts with label Bolehkah Ibu Hamil. Show all posts
Showing posts with label Bolehkah Ibu Hamil. Show all posts

Wednesday, 17 October 2018

Bolehkah Ibu Hamil Tidur Telentang?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Bolehkah Ibu Hamil Tidur Telentang  – Tidur dibutuhkan untuk membuat tubuh tetap sehat dan bugar. Hanya saja, terkadang selama hamil ibu sulit mendapatkan waktu tidur yang berkualitas. Terlebih lagi saat trimester ke dua anda mungkin akan merasa kurang nyaman saat tidur. Saat tidur, anda harus memperhatikan posisi tidur anda. Berbeda halnya dengan sebelum hamil, saat hamil anda harus berhati-hati pada posisi tidur. Karena posisi tidur yang salah akan membahayakan janin dan anda sendiri. Lantas bagaimana dengan posisi tidur telentang? Bolehkah ibu hamil tidur telentang?


Untuk mengetahui penjelasan bolehkah ibu hamil tidur telentang, anda bisa simak di bawah ini.


 Tidur dibutuhkan untuk membuat tubuh tetap sehat dan bugar Bolehkah Ibu Hamil Tidur Telentang?


Bolehkah Ibu Hamil Tidur Telentang?


Ketika hamil, seorang wanita tidak boleh tidur dengan posisi sembarangan. Pasalnya, saat hamil wanita mengalami perubahan fisik. Ketika hamil kapasitas ruang rahim mengalami pembesaran hingga 500 kali lipat. Selain itu, berat rahim juga meningkat sampai 20 kali lipat jika dibandingkan sebelum anda hamil. Ketebalan dinding rahim juga bertambah, dari awalnya 1,5 -2 cm, menjadi 20- 22 cm. Berat rahim dan isinya juga mengalami peningkatan menjadi 6,5 kg di bulan akhir kehamilan.


Peningkatan berat rahim dapat menyebabkan tertekannya pembuluh darah besar seperti aorta, serta vena cava dalam perut anda. Keadaan ini akan berbahaya untuk ibu, maupun bayi yang dikandung. Karena penekanan tersebut menjadikan sirkulasi darah ke jantung ibu, maupun janin menjadi berkurang. Karena perubahan yang terjadi pada ibu hamil ini, maka ibu hamil tidak boleh tidur sembarangan. Ibu hamil tidak boleh tidur dengan posisi sembarangan, apalagi tidur dengan posisi telentang. Posisi tidur telentang tidak disarankan selama kehamilan karena akan membuat ibu hamil merasa tidak nyaman. Tidur dengan posisi ini biasanya akan terasa sesak.


Bahaya Untuk Janin Jika Ibu Tidur Telentang


Berdasarkan seorang pakar kehamilan, tidur dengan posisi telentang ketika sedang hamil akan membahayakan bayi yang dikandung. Saat anda tidur dengan posisi telentang, beban rahim anda akan membuat sirkulasi darah ke jantung menjadi lambat. Sehingga akibatnya jantung anda akan menjadi sulit memompa, serta mengalirkan darah ke tubuh anda, termasuk pada janin.


Darah diperlukan oleh janin sebagai zat gizi dan sumber oksigen. Berdasarkan penelitian menyebutkan, bahwa sirkulasi darah yang terganggu ini akan menyebabkan tidak stabilnya detak jantung bayi. Hanya saja, berdasarkan penelitian lainnya menyatakan bahwa gangguan tersebut akan muncul setelah usia kehamilan trimester kedua.


Bahaya Bagi Ibu Hamil Jika Tidur Telentang


Bukan hanya bayi saja yang akan mendapatkan risikonya, tidur dengan posisi telentang juga akan menimbulkan bahaya untuk anda. Beberapa risiko yang anda alami jika tidur dengan posisi telentang yaitu pusing, nyeri punggung, mengalami kesulitan bernapas, wasir, mengalami tekanan darah rendah dan mengalami masalah pencernaan.


Posisi Tidur yang Disarankan


Selama hamil anda dapat tidur dengan posisi ideal yang disarankan. Posisi tidur yang paling aman selama kehamilan yaitu posisi tidur menyamping ke kiri. Tidur dengan posisi ini tubuh dan janin hanya akan menerima tekanan yang sedikit apabila dibandingkan dengan posisi tidur yang lainnya seperti tengkurap, telentang ataupun tidur dengan posisi miring ke kanan. Beban pada rahim anda akan dipindahkan ke sisi anda dan tidak akan menekan organ tubuh seperti perut, hati dan lainnya. Selain itu, tidur dengan posisi miring ke kiri sirkulasi darah akan menjadi lebih lancar.


Untuk mencegah perubahan posisi ketika anda tidur, anda dapat membiasakan tidur dengan posisi menyamping. Agar tidur anda lebih nyaman, cobalah untuk mengganjal perut anda dengan menggunakan bantal.


Kesulitan Tidur Ibu Hamil yang Sering Dialami


Selama kehamilan memang beragam keluhan sering dialami oleh ibu hamil, termasuk sulit tidur. Sulit tidur adalah hal wajar yang dialami oleh ibu hamil. Penyebab utama sulit tidur yang seringkali dialami oleh ibu hamil yaitu karena semakin besarnya ukuran janin yang dikandung, sehingga akibatnya ibu akan kesulitan menemukan posisi tidur yang nyaman.


Selain itu, ada keadaan lainnya yang membuat ibu sulit tidur seperti berikut:


Keseringan Buang Air Kecil


Saat hamil, ginjal akan bekerja lebih keras dalam menyaring volume darah yang meningkat. Ini akan membuat air kencing yang dihasilkan lebih banyak. Seiring dengan bertambahnya berat janin yang dikandung, serta ukuran rahim maka akan terjadi peningkatan terhadap tekanan pada kandung kemih sehingga akibatnya ibu hamil akan lebih sering buang air kecil.


Sakit Punggung


Berat badan yang semakin bertambah saat hamil akan memicu munculnya rasa sakit, karena tekanan pada kaki dan punggung akan meningkat. Sakit punggung dan kaki seringkali mengganggu tidur ibu hamil.


Mengalami Gangguan Pencernaan


Saat hamil ibu rentan mengalami masalah pencernaan atau gangguan pada lambung. Yang sering dikeluhkan oleh ibu hamil salah satunya yaitu naiknya asam lambung, kembali ke kerongkongan akibatnya terjadi iritasi yang dapat menyebabkan nyeri pada ulu hati dan adanya sensasi terbakar pada dada sampai ke kerongkongan. Keadaan ini disebabkan karena sistem pencernaan ibu kerjanya menjadi lambat. Selain itu, masalah pencernaan lainnya yang rentan dialami oleh ibu hamil yaitu sembelit dan mulas.


Tips Tidur Nyenyak dengan Posisi Berbaring Ke Samping


Dokter maupun bidan merekomendasikan pada ibu hamil untuk tidur dengan posisi menyamping ke sisi kiri agar tidur nyenyak. Agar lebih nyaman saat tidur menyamping, anda bisa ikuti beberapa tips ini:



  • Untuk menyangga bagian perut dan juga punggung, anda dapat menyimpan bantal empuk di bawah perut anda atau di antara lutut.  Anda dapat membeli bantal khusus untuk ibu hamil agar tidur lebih nyenyak. Jika tidak, anda juga bisa menggunakan bantal yang anda miliki di rumah. Posisi bantal yang berada di bawah tubuh akan membantu anda agar berada disatu sisi, serta mencegah anda agar tidak berubah pada posisi telentang ataupun tengkurap saat anda sedang tertidur.

  • Agar tidak sesak napas, anda dapat menyisipkan bantal di bawah sisi agar dada anda dapat terangkat.

  • Untuk nyeri karena asam lambung anda dapat menyangga kepala tempat tidur beberapa centimeter dengan menggunakan blok ataupun buku. Ini dilakukan untuk mencegah agar asam tidak naik ke tenggorokan. Sebaiknya hindari mengonsumsi makanan pedas sebelum anda tidur.

  • Sebelum anda tidur anda dapat melakukan latihan pernapasan atau meditasi maupun yoga ringan.

  • Sebelum tidur anda dapat buang air kecil terlebih dahulu sehingga waktunya anda terlelap anda tidak akan terganggu karena ingin buang air kecil.


Dengan demikian, anda sudah mendapatkan jawaban dari pertanyaan, bolehkah ibu hamil tidur telentang? Tidur dengan posisi telentang tidak boleh dilakukan oleh ibu selama kehamilan. Agar aman dan nyaman untuk ibu hamil maupun bayi yang dikandung, tidurlah dengan posisi yang disarankan. Untuk lebih jelas lagi anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter atau bidan mengenai posisi tidur yang baik selama hamil. Demikian penjelasan mengenai bolehkah ibu hamil tidur telentang. Semoga bermanfaat.


Artikel ini di review oleh Bidan Pevi Revina sTR.Keb




Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Bolehkah Ibu Hamil Diet? Yuk Simak Penjelasannya Disini

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Bolehkah Ibu Hamil Diet ? – Diet umumnya dilakukan untuk menjaga agar berat badan tetap ideal atau mencegah kenaikan berat badan. Lantas bolehkah program ini dilakukan oleh ibu hamil? Apakah bahayanya jika ibu melakukan diet saat hamil? Yuk simak penjelasannya di bawah.


Sebelum hamil anda mungkin akan memikirkan kesehatan anda sendiri. Apa yang anda lakukan hanya akan berpengaruh untuk anda sendiri. Namun, berbeda halnya setelah anda hamil. Saat hamil, selain diri sendiri  yang harus diperhatikan, anda juga harus memperhatikan bayi yang anda kandung. Anda kini harus memberikan nutrisi pada dua orang sekaligus, bukan hanya anda sendiri melainkan juga dengan bayi yang anda kandung. Karena seperti itu, selama hamil anda dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bernutrisi yang dapat mencukupi kebutuhan nutrisi anda dan si kecil.


Namun, masih banyak wanita yang merasa takut akan kenaikan berat badannya saat hamil. Mereka beranggapan berat badannya akan sulit lagi diturunkan setelah melahirkan. Banyak ibu yang bertanya-tanya, bolehkah ibu hamil diet?


Apa yang anda lakukan selama hamil tentu akan berpengaruh pada bayi yang anda kandung. Karena seperti itu, selama hamil anda harus lebih teliti akan apa yang akan anda lakukan. Sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter mengenai hal apapun yang baru akan anda lakukan untuk menjaga agar kehamilan dan buah hati anda tetap sehat.


Nah, berikut ini penjelasan bolehkah ibu hamil diet yang dapat anda simak.


 Diet umumnya dilakukan untuk menjaga agar berat badan tetap ideal atau mencegah kenaikan  Bolehkah Ibu Hamil Diet? Yuk Simak Penjelasannya Disini


Bolehkah Ibu Hamil Diet?


Berbeda halnya sebelum hamil, selama masa kehamilan anda membutuhkan nutrisi lebih. Bukan hanya anda saja yang harus terpenuhi nutrisinya, karena bayi yang anda kandung juga nutrisinya harus terpenuhi untuk menunjang tumbuh kembangnya. Selama masa kehamilan, anda tidak diperbolehkan untuk melakukan diet guna menurunkan berat badan. Selain mengikis berat badan, dengan melakukan diet saat hamil anda akan kekurangan berbagai nutrisi yang dibutuhkan untuk menunjang kehamilan anda.


Diet dengan cara mengurangi porsi makan selama masa kehamilan bukan hanya membahayakan diri anda sendiri, namun juga berbahaya untuk perkembangan bayi yang anda kandung. Dengan melakukan diet selama kehamilan anda dan calon buah hati anda tidak akan mendapatkan asupan asam folat, vitamin, zat besi, serta mineral penting lainnya yang tentu dibutuhkan untuk kehamilan anda.


Jika ibu hamil mengonsumsi makanan, serta minuman sehat maka meningkatnya berat badan tidak perlu dipermasalahkan. Kenaikan berat badan yang anda alami menandakan bahwa kehamilan anda berjalan dengan sehat. Bahkan selama kehamilan, ibu hamil disarankan untuk makan dengan teratur meskipun belum merasa lapar. Penting untuk makan tiga kali sehari dan mengonsumsi makanan ringan atau cemilan sehat dan bernutrisi. Perlu anda ingat, saat anda merasa tidak lapar bukan berarti si kecil dalam kandungan juga tidak lapar.


Selama kehamilan anda akan merasakan berbagai macam keluhan seperti mual dan muntah, pusing, malas makan, mengalami gangguan pencernaan dan lain sebagainya. Jika seperti itu maka anda dapat makan dalam porsi sedikit namun lebih sering. Makanan yang dikonsumsi juga harus diperhatikan. Konsumsilah makanan yang bergizi dan membuat anda kenyang.


Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh Selama Kehamilan


Asam folat merupakan salah satu nutrisi yang penting didapatkan oleh ibu hamil. Asam folat bermanfaat untuk pertumbuhan sel plasenta dan bayi yang anda kandung. Asam folat yang tercukupi akan dapat membantu menurunkan risiko preeklamsia, gangguan jantung, serta cacat tabung saraf, yakni keadaan cacat lahir yang terjadi pada otak dan sumsum tulang belakang.


Mengetahui diet menurunkan berat badan tidak dianjurkan selama kehamilan, akan lebih baik jika anda mengonsumsi makanan sehat yang bermanfaat untuk anda maupun bayi yang dikandung. Beberapa makanan ini disarankan selama hamil seperti ikan salmon yang sudah matang, telur, ubi, kacang-kacangan, gandung utuh, keju, susu, bayam, buah-buahan berwarna dan daging tanpa lemak.


Mengetahui begitu pentingnya asam folat untuk kehamilan, asam folat disarankan dikonsumsi setidaknya sebulan sebelum anda melakukan program hamil.


Anda harus menghindari minuman maupun makanan seperti misalkan produk olahan susu yakni, keju, yogurt dan susu serta jus buah yang sebelumnya tidak dipasteurisasi, telur dan daging yang kurang atau tidak matang, daging olahan, alkohol, kopi, ikan yang masih mentah atau ikan mengandung tinggi merkuri.


Anda dapat melakukan konsultasi pada dokter jika anda sudah menerapkan pola makan yang tepat namun berat badan naik berlebihan.


Apabila selama kehamilan ibu hamil tidak mendapatkan nutrisi yang baik, maka bayi akan mendapatkan dampaknya. Jika ibu tidak makan dengan baik selama kehamilan maka akan menyebabkan kematian janin atau bayi baru lahir, tumbuh kembang bayi dalam kandungan terganggu, bayi mengalami kelainan saraf ataupun berat badan bayi rendah saat dilahirkan.


Berat Badan Ideal Selama Hamil


Selama hamil, salah satu perubahan yang dialami oleh ibu yaitu berat badan. Bertambahnya berat badan memang diperlukan untuk menunjang perkembangan bayi dalam kandungan. Pada setiap ibu hamil kenaikan berat badan tidak sama, sebab tergantung dari indeks massa tubuh, serta berat badan sebelum anda hamil.


Berdasarkan sebuah studi menyatakan bahwa ibu hamil yang memiliki berat badan yang lebih dari prediksi selama masa kehamilan, maka akan cenderung melahirkan bayi dengan berat badan yang lebih dari berat badan normal. Bahkan keadaan ini justru akan memiliki potensi tinggi mengalami komplikasi, baik untuk ibu maupun bayi yang dikandung.


Nah, berdasarkan Institut of Medicine kenaikan berat badan normal kira-kira yang direkomendasikan adalah seperti berikut:



  • Apabila berat badan ibu di bawah normal atau BMI di bawah 18.5, maka ibu harus menaikan berat badan sekitar 12.7 sampai 18 kg.

  • Apabila berat badan ibu normal dengan BMI 18.5 hingga 24.9, maka ibu harus menaikan berat sekitar 11.3 sampai 15.8 kg.

  • Apabila berat badan ibu di atas berat badan normal atau dengan BMI 25-29.9, maka ibu harus menaikan berat badan sekitar 6.8 sampai 11.3 kg.

  • Sedangkan jika berat badan ibu awalnya kegemukan atau dengan BMI di atas 30, maka ibu harus menaikan berat badan sekitar 5 sampai 9 kg.


Namun, jika anda mengandung bayi kembar berikut berat badan yang direkomendasikan:



  • Apabila berat badan ibu awalnya normal, maka ibu harus menaikan berat sekitar 16.7 sampai 24.5 kg.

  • Apabila berat badan ibu awalnya di atas normal, maka berat yang harus dinaikan sekitar 14 sampai 22.6 kg.

  • Apabila berat badan ibu awalnya kegemukan, maka berat yang harus dinaikan sekitar 11.3 hingga 19 kg.


Pola Makan Saat Hamil


Anda dapat menerapkan pola makan yang sehat selama hamil. Asupan makanan yang sehat bermanfaat untuk janin maupun ibu yang mengandung. Anda bisa coba makan dengan frekuensi yang sering namun porsi makan sedikit. Seiring dengan berkembangnya kehamilan anda, maka ruang untuk makanan akan semakin sedikit pula dalam perut anda. Nah, anda bisa memulainya dengan beberapa tips berikut ini.



  • Sebaiknya pilihlah makanan yang kaya akan kandungan serat seperti gandum, kacang, sayur, beras dan buah-buahan.

  • Anda juga harus memastikan asupan harian anda mengandung vitamin, serta mineral yang cukup untuk anda dan bayi yang dikandung.

  • Anda harus mengonsumsi setidaknya 3 sajian yang kaya akan zat besi, total kandungan zat besi sekitar 27 mg setiap harinya. Anda dapat memenuhi kebutuhan kandungan zat besi ini pada makanan seperti bayam, sereal dan daging.

  • Selama hamil anda membutuhkan 220 mg yodium untuk perkembangan saraf dan otak janin. Anda bisa mendapatkan yodium dari makanan seperti yoghurt, keju, susu, salmon, udang dan kentang bakar.

  • Anda dapat mengonsumsi setidaknya 1 makanan yang tinggi akan kandungan vitamin A, vitamin C dan makanan kaya akan folat dalam per hari.

  • Makan dengan porsi sedikit akan memungkinkan anda mengonsumsi makanan dengan nutrisi beraneka ragam.


Anda jangan khawatir dengan kenaikan berat badan selama anda hamil karena itu penting untuk kesehatan bayi yang anda kandung. Jika selama hamil berat badan anda kurang, kemungkinan anda melahirkan bayi dengan berat lahir rendah. Meskipun begitu, anda juga jangan mengalami kenaikan berat badan yang berlebih karena akan meningkatkan risiko bayi mengalami masalah kesehatan.


Bahaya Berat Badan Ibu Kurang Saat Hamil


Berat badan kurang atau rendah selama hamil tentu berbahaya untuk ibu maupun bayi dalam kandungan. Berikut ini beberapa bahaya berat badan ibu kurang saat hamil, baik untuk janin maupun ibu hamil.


Bahaya Untuk Janin


Apabila berat badan ibu kurang saat sebelum hamil, maka akan meningkatkan risiko keguguran saat trimester pertama. Ini disebabkan karena kekurangan folat dan zat besi pada tubuh ibu. Itulah mengapa, zat besi dan folat dibutuhkan untuk kehamilan.



  • Berat badan rendah selama hamil kemungkinan bayi yang dilahirkan akan memiliki berat badan yang rendah pula.

  • Bayi berisiko tinggi lahir prematur.

  • Asupan nutrisi yang kurang akan menyebabkan pertumbuhan bayi dalam kandungan mengalami hambatan.

  • Jika bayi lahir dengan berat lahir rendah maka akan meningkatkan risiko infeksi, serta penyakit yang lainnya seperti jantung ataupun diabetes.

  • Risiko persalinan dengan caesar atau vakum.


Bahkan beberapa studi menyatakan bahwa terdapat hubungan berat badan ibu ketika hamil dengan risiko bayi meninggal sebelum usianya 1 tahun yang meningkat.


Bahaya Bagi Ibu


Tidak hanya untuk janin yang anda kandung saja, berat badan kurang selama kehamilan juga berbahaya untuk ibu yang sedang mengandung. Jika anda kekurangan nutrisi selama hamil maka tubuh anda akan mengambil cadangan nutrisi pada tubuh untuk memberikan asupan yang bayi butuhkan. Berikut bahaya berat badan rendah selama hamil untuk ibu.



  • Selama menyusui suplai ASI akan berkurang.

  • Ibu memiliki risiko mengalami osteoporosis dan anemia.

  • Jika berat badan kurang selama hamil, maka akan membuat anda kesulitan menyusui.


Dengan demikian, selama hamil ibu tidak diizinkan untuk melakukan diet. Kenaikan berat badan selama hamil tidak usah dikhawatirkan jika dalam batas normal, karena menandakan bahwa bayi yang anda kandung sehat. Mengetahui seperti itu, agar buah hati anda sehat hingga dilahirkan nanti sebaiknya hindari diet. Lebih baik anda mencukupi kebutuhan nutrisi anda dan bayi yang dikandung agar selama hamil anda tetap sehat dan pertumbuhan, serta perkembangan si kecil tetap terjaga. Itulah penjelasan mengenai bolehkah ibu hamil diet. Semoga bermanfaat.


Artikel ini di review oleh Bidan Pevi Revina sTR.Keb




Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tuesday, 16 October 2018

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing – Selama ini banyak ibu hamil yang bertanya-tanya akan boleh atau tidaknya konsumsi daging kambing selama kehamilan. Ada yang berpendapat bahwa konsumsi daging kambing tidak boleh selama hamil, namun ada juga yang berpendapat konsumsi daging kambing boleh dilakukan. Manakah yang benar? Bolehkah ibu hamil makan daging kambing ? Agar anda tidak bingung yuk simak penjelasannya di bawah.


Selama masa kehamilan anda tentu tidak sebebas seperti sebelum hamil. Hal-hal yang biasa anda lakukan dengan bebas saat sebelum hamil, kini setelah hamil anda harus mempertimbangkannya kembali. Sudah menjadi kewajiban bagi ibu hamil untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan bayi yang dikandung hingga melahirkan nanti. Ini menjadi tugas yang harus diemban oleh ibu hamil agar melahirkan bayi yang sehat. Selain menerapkan gaya hidup sehat, salah satu hal yang penting untuk diperhatikan yaitu makanan.


Selama hamil wanita dituntut untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Ibu hamil harus lebih selektif dalam memilih makanan. Ibu harus tahu apa saja makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi. Selain itu ibu juga harus dapat mengontrol makanan yang hendak dikonsumsi. Pasalnya setiap makanan yang ibu hamil konsumsi akan berpengaruh terhadap janin yang dikandung.


Ibu hamil harus mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang agar kebutuhan gizi ibu hamil dan bayi yang dikandung dapat terpenuhi. Gizi yang mencukupi selama kehamilan akan membuat ibu tetap sehat dan menunjang pertumbuhan juga perkembangan bayi yang dikandung.


Selama ini banyak beredar mitos mengenai boleh atau tidaknya konsumsi makanan selama kehamilan, termasuk daging kambing. Banyak orang yang mengatakan bahwa konsumsi daging kambing selama kehamilan tidak dibenarkan. Lantas benarkah demikian? Bolehkah ibu hamil makan daging kambing? Akankah ada pengaruhnya untuk kehamilan? Untuk mengetahui penjelasannya anda bisa langsung simak pada pembahasan di bawah ini.


Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing  Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?


Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?


Daging kambing bisa diolah menjadi berbagai hidangan yang lezat, itulah mengapa daging kambing menjadi makanan favorit banyak orang karena rasanya yang khas dan lezat saat diolah. Untuk anda yang sedang hamil konsumsi daging kambing tetap harus anda perhatikan. Anda harus lebih waspada terhadap apapun makanan yang akan anda konsumsi, karena ditakutkan akan berpengaruh terhadap kehamilan anda. Ada baiknya jika anda mengkonsultasikannya terlebih dahulu pada dokter.


Daging kambing aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Meskipun demikian, anda harus memperhatikan porsi daging yang anda makan. Selama hamil sebaiknya anda tidak mengkonsumsi daging merah, salah satunya daging kambing dalam jumlah yang terlalu banyak. Konsumsi daging kambing yang terlalu banyak justru tidak baik untuk kesehatan karena akan berisiko meningkatkan kolesterol dan menumpuknya lemak jenuh dalam tubuh. Ini akan menjadikan ibu hamil rentan mengalami penyakit jantung, terlebih lagi jika ibu hamil mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. ( Baca juga : Bolehkah Ibu Hamil Makan Ikan Sarden Kalengan? )


Tips Makan Daging Kambing Selama Hamil


Meskipun anda diperbolehkan makan daging kambing selama kehamilan, tapi bukan berarti anda bisa seenaknya makan daging kambing tanpa aturan. Daging kambing mengandung kolesterol dan kalori, sehingga anda harus berhati-hati saat makan daging kambing selama kehamilan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Agar lebih aman saat makan daging kambing selama hamil, anda bisa perhatikan beberapa tips berikut ini.


Tips Makan Daging Kambing Untuk Ibu Hamil



  • Selama kehamilan, jika anda makan daging kambing maka pastikan anda minum air putih yang banyak.

  • Selain jumlah yang harus anda perhatikan, anda juga harus memperhatikan cara memasak daging kambing. Anda harus memasak daging kambing hingga matang sempurna, ini dilakukan  agar bakteri berbahaya pada daging kambing hilang. Saat memasak, suhu yang digunakan paling tidak 63 derajat Celsius.

  • Saat memasak daging kambing pastikan anda tidak memasaknya dengan cara digoreng terlebih dahulu kemudian diolah menjadi gulai dan tongseng dengan tambahan santan atau dijadikan sate kambing. Dengan cara memasak seperti itu, daging kambing yang anda olah menjadi tidak sehat. Pasalnya kadar lemak jenuh dan kalori pada daging akan semakin bertambah. Jika lemak jenuh dan kalori terlalu banyak maka risiko kelebihan berat badan akan meningkat. Keadaan ini tentunya akan berisiko terhadap kehamilan anda.

  • Akan lebih baik jika anda mengolah daging kambing menjadi tumisan atau sop. Dengan cara memasak seperti ini tidak akan meningkatkan kadar kalori dan lemak jenuh pada daging.

  • Sebaiknya anda mengkombinasikan sayuran atau buah-buahan dengan kandungan kalsium yang tinggi dalam menghidangkan olahan daging kambing. Ini dilakukan agar kebutuhan gizi bayi meningkat.

  • Seperti yang sudah kita ketahui semua bahwa daging kambing merupakan salah satu makanan yang akan memicu tekanan darah tinggi. Apalagi jika olahan daging kambing ditambahkan penyedap rasa seperti kecap, garam, MSG dan lain sebagainya. Anda harus menghindari menggunakan penyedap berlebihan.

  • Penting untuk memilih daging kambing yang masih segar. Sebaiknya hindari mengkonsumsi daging kambing yang sudah disimpan dalam kulkas selama beberapa hari. Jika dibiarkan terlalu lama akan berpontensi terinfeksi oleh bakteri Listeria.


Daging kambing memang lezat dan akan menambah nafsu makan. Meskipun begitu, jangan jadikan daging kambing sebagai menu harian anda. Anda dapat memvariasikan menu makan yang sehat. Untuk sumber protein anda dapat memilih pada bahan makanan sehat lainnya untuk memenuhi asupan gizi anda dan bayi yang dikandung lebih sempurna.


Apa Manfaat Makan Daging Kambing Selama Kehamilan?


Memang banyak mitos yang beredar bahwa ibu hamil tidak boleh mengkonsumsi daging kambing karena akan berpengaruh terhadap kesehatan ibu yang akan berdampak pada kesehatan janin yang dikandung. Namun sebenarnya daging kambing mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan selama kehamilan. Ada beberapa keuntungan yang akan anda dapatkan saat makan daging kambing ketika hamil. Yuk simak di bawah ini!



  • Pada daging kambing terkandung zat besi yang banyak sehingga mampu membantu meningkatkan hemoglobin, ini bermanfaat untuk proses pembentukan sel darah merah. Tubuh akan menyerap zat besi yang terkandung dalam daging kambing dengan mudah. Dengan seperti itu anda akan terhindar dari masalah anemia.

  • Daging kambing merupakan sumber protein yang baik. Selama kehamilan anda membutuhkan asupan protein dan daging kambing memberikan asupan protein yang dibutuhkan. Dimana protein ini akan membantu dalam perkembangan dan pertumbuhan janin dalam kandungan.

  • Daging kambing kaya akan kandungan vitamin B kompleks, termasuk vitamin B12. Untuk kesehatan vitamin B12 memiliki banyak manfaat seperti membantu pembentukan sel darah merah, pembentukan sistem saraf dan membantu ibu hamil dalam mengatasi anemia.

  • Daging kambing tinggi akan kandungan zink. Tingginya kandungan zink pada daging kambing akan dapat membantu mengembangkan sistem kekebalan tubuh pada janin yang anda kandung, serta memastikan bahwa janin yang anda kandung pertumbuhannya sehat.


Dengan demikian anda boleh mengkonsumsi daging kambing selama hamil, namun anda harus membatasi jumlahnya, serta memperhatikan cara memasaknya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter mengenai bolehkah ibu hamil makan daging kambing. Semoga bermanfaat.


Artikel ini di review oleh Bidan Pevi Revina sTR.Keb




Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Bolehkah Ibu Hamil Berenang?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Bolehkah Ibu Hamil Berenang? – Anda hobi berenang dan ingin melakukannya ketika hamil? Namun khawatir dan masih bertanya-tanya bolehkah berenang dilakukan oleh ibu hamil? Agar anda tidak lagi ragu yuk simak penjelasan bolehkah ibu hamil berenang di bawah ini.


Tidak bisa dipungkiri lagi, selama hamil anda tidak sebebas melakukan apapun seperti sebelum hamil. Saat hamil anda harus mempertimbangkan terlebih dahulu apapun yang akan anda lakukan. Ini dilakukan untuk menjaga agar kehamilan anda tetap sehat. Salah satu hal yang sering ibu khawatirkan selama hamil yaitu mengenai boleh atau tidaknya berenang.


Berenang menjadi salah satu olahraga yang menyenangkan. Seperti yang kita ketahui olahraga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, termasuk bagi ibu hamil. Ibu hamil yang sering melakukan olahraga selama kehamilan mampu mencegah agar bayi tidak terserang penyakit kronis ketika dewasa. Bahkan risiko komplikasi kehamilan akan turun dengan melakukan olahraga saat hamil.

Meskipun olahraga baik untuk ibu hamil, tapi bukan berarti semua olahraga dapat dilakukan oleh ibu hamil. Hanya beberapa olahraga saja yang aman dilakukan saat hamil. Lantas bagaimana dengan berenang? Bolehkah ibu hamil berenang? Nah, untuk mengetahui penjelasannya anda bisa langsung saja simak pada pembahasan di bawah ini.


 Anda hobi berenang dan ingin melakukannya ketika hamil Bolehkah Ibu Hamil Berenang?


Bolehkah Ibu Hamil Berenang?


Banyak wanita yang suka berenang namun mulai meninggalkan olahraga yang satu ini karena khawatir akan mengganggu kehamilan. Sebenarnya bolehkah ibu hamil berenang? Menurut ahli fisioterapi, Alison Bourne menyatakan bahwa berenang bagi ibu hamil diperbolehkan. Berenang akan membantu ibu hamil dalam menjaga kebugaran tubuhnya, serta mengumpulkan energi yang cukup. Dengan melakukan olahraga air ini otot tubuh akan terlatih sehingga anda akan menjadi tidak mudah lelah.


Berenang dikatakan aman dilakukan oleh ibu hamil karena gerakan yang dilakukan saat berenang tidak akan memberatkan bagian otot-otot tulang belakang dan persendian. Bahkan berenang yang dilakukan selama kehamilan akan membuat ibu hamil lebih nyenyak saat tidur. Seperti yang kita ketahui semua, ibu hamil seringkali mengeluh susah tidur. Dengan berenang ibu hamil akan mendapatkan waktu tidur yang lebih nyenyak.


Hanya saja, penting bagi anda untuk selalu mengkonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter sebelum anda memulai kegiatan baru saat hamil. Ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. ( Baca juga : Bolehkah Ibu Hamil Mandi Sauna dan Air Hangat? )


Persiapan Sebelum Berenang Untuk Ibu Hamil


Jika anda memutuskan untuk berenang saat hamil, anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai kondisi anda. Jika dokter sudah mengijinkan maka anda tidak perlu lagi ragu untuk melakukan aktivitas ini. Idealnya waktu berenang minimal 30 menit, itupun jika kesehatan tubuh anda sebelum maupun sesudah hamil dikatakan baik.


Untuk anda yang baru pertama kali mencoba berenang, sebaiknya hindari berenang sendirian. Anda dapat meminta instruktur renang terpercaya untuk mendampingi dan membimbing anda berenang dengan perlahan. Waktu berenang itu sendiri baiknya dilakukan saat pagi hari karena dapat membuat tubuh anda bugar dan kekuatan tubuh meningkat, serta dapat menghilangkan rasa mual. Agar selama berenang anda tidak mengalami cedera atau keram pada otot anda dapat melakukan pemanasan terlebih dahulu.


Mencukupi kebutuhan air sangat penting. Anda harus tetap memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih sebanyak 1 gelas setiap 20 menit berenang. Setelah selesai berenang anda juga harus minum air putih minimal segelas air. Apabila cuaca panas saat berenang, maka kebutuhan air pun tentunya semakin banyak. Anda dapat menyesuaikannya.


Bolehkah Ibu Hamil Melakukan Semua Gaya Saat Berenang?


Anda harus memperhatikan gaya yang anda gunakan saat berenang. Namun saat usia kehamilan trimester pertama, anda bisa berenang dengan gaya apapun yang anda sukai dan membuat anda nyaman. Hanya saja, saat usia kehamilan masuk trimester kedua ukuran tubuh ibu biasanya mengalami perubahan, semakin berat dan besar. Gaya saat berenang pun harus anda perhatikan. Pada usia kehamilan ini gaya berenang dengan gaya punggung telentang di atas air dapat menjadi gerakan yang bisa anda lakukan selama kehamilan trimester kedua. Anda dapat meminta bimbingan pada instruktur renang yang menemani anda. Saat hamil juga anda sebaiknya mengajak suami untuk menemani anda berenang.


Sedangkan menginjak usia kehamilan trimester terakhir, gaya renang yang bisa anda lakukan yaitu gaya dada. Jika waktu kelahiran semakin dekat sebaiknya hindari berenang dengan gaya punggung.


Setelah selesai berenang anda harus berhati-hati saat anda keluar dari kolam berenang untuk mencegah jatuh atau terpeleset. Maka dari itu, akan lebih baik jika anda mengajak suami anda.


Jika saat berenang anda mengalami beberapa keadaan seperti di bawah ini, sebaiknya anda jangan teruskan berenang. Beberapa gejala yang harus anda waspadai seperti berikut.



  • Mengalami kontraksi rahim

  • Kepala terasa nyeri dan sulit bernapas

  • Detak jantung tidak teratur dan kencang

  • Terasa sakit pada perut

  • Dehidrasi

  • Terjadi perdarahan


Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti itu, maka sebaiknya selalu mengkonsultasikan segala aktivitas yang akan anda lakukan pada dokter kandungan.


Bahan Kimia yang Digunakan Pada Kolam Berenang Harus Diwaspadai


Anda tentu akan khawatir saat memutuskan berenang dikolam renang umum karena biasanya terkandung zat kimia seperti kaporit. Bahan kimia tersebut diketahui berbahaya untuk kehamilan jika digunakan dengan berlebihan. Oleh karena itu sebaiknya anda berenang dalam kolam renang tanpa kaporit, terawat, aman dan kondisinya bersih.


Manfaat Berenang Selama Kehamilan


Berenang selama hamil mendatangkan banyak manfaat untuk ibu hamil. Yuk simak beberapa manfaat berenang selama hamil berikut ini.


Melancarkan Sirkulasi Udara


Berenang akan membantu meningkatkan kecenderungan tubuh ibu dalam mengembangkan maupun memanfaatkan oksigen yang penting untuk ibu maupun bayi yang dikandung. Berenang akan dapat melancarkan sirkulasi, fungsi kerja paru-paru meningkat melalu gerakan ketika anda mengambil dan mengeluarkan napas saat berenang. Dengan begitu pernapasan pada ibu hamil akan lebih baik sehingga pernapasan menjadi lebih teratur dan ibu hamil tidak akan mudah sesak yang disebabkan karena membesarnya rahim.


Membakar Kalori


Berenang akan membakar kalori pada tubuh. Selain itu, anda pun akan tidur lebih nyenyak. Dengan berenang berat badan anda akan tetap seimbang.


Melancarkan Sirkulasi Darah


Dengan berenang sirkulasi darah akan menjadi lebih lancar, kekuatan otot pun akan meningkat. Berenang dapat mengatasi rasa tidak nyaman pada punggung karena ukuran perut yang membesar.


Memperkuat Otot Rahim dan Panggul


Berenang termasuk salah satu latihan terbaik. Pasalnya, kegiatan ini melibatkan kedua otot besar yakni otot kaki dan otot lengan. Berenang memiliki keuntungan dapat membantu menguatkan otot panggul dan otot rahim.


Dengan demikian ibu hamil boleh berenang namun pastikan berenang dalam kolam renang yang bersih dan rendah akan kandungan kaporit. Itulah penjelasan mengenai bolehkah ibu hamil berenang. Semoga bermanfaat.


Artikel ini di review oleh Bidan Pevi Revina sTR.Keb




Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Kenapa warga rohingya diusir dari negaranya

  Warga Rohingya telah mengalami pengusiran dan diskriminasi di Myanmar selama beberapa dekade. Konflik terhadap etnis Rohingya bersumber da...