Showing posts with label Peristiwa. Show all posts
Showing posts with label Peristiwa. Show all posts

Saturday, 4 April 2020

Ambulance Kecelakaan, Tiga Paramedis Luka-luka: Kepala Puskesmas, Ambulance Sudah Tak Layak Jalan


DEMOKRASI.CO.ID - Satu unit armada ambulans Puskesmas Tangkeh, Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat, Sabtu (4/4) pagi sekira pukul 09.30 WIB mengalami kecelakaan dan nyaris masuk ke dalam sungai yang berada tidak jauh dari Mapolsek setempat.

Akibat musibah ini, tiga orang paramedis mengalami luka ringan. Mereka di antaranya masing-masing Teuku Muhammad Hasan (luka di kepala dan terkilir), Rita Eviani Amd Kep (mengalami benturan) serta Maulida (alami luka benjolan).

Paramedis yang mengalami kecelakaan tersebut bergerak dari Puskesmas Tangkeh menuju ke Desa Seuradeuk, Kecamatan Woyla Timur.

Meski paramedis yang terluka sudah berhasil dievakuasi, namun satu unit armada ambulans masih berada di lokasi kejadian dan belum bisa ditarik ke badan jalan.

Camat Warjohan menegaskan, berdasarkan keterangan dari salah satu korban, penyebab kecelakaan ambulans tersebut dikarenakan ini diduga tidak layak untuk dioperasikan.

“Ambulans yang kecelakaan itu memang kondisinya sangat tidak layak jalan, sopirnya sudah memberitahukan hal ini pada kepala puskesmas akan tetapi kurang mendapatkan perhatian,” kata Warjohan.

(dhe/pojoksatu/ant)

Fakta-fakta Kecelakaan di Tol Cibubur yang Tewaskan Wakil Jaksa Agung


DEMOKRASI.CO.ID - Wakil Jaksa Agung Arminsyah tewas dalam kecelakaan di KM 13 Tol Cibubur mengarah Jakarta. Mobil Nissan GT-R yang dikemudikannya pun terbakar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membenarkan terjadinya kecelakaan tersebut. Yusri menyampaikan Arminsyah meninggal dunia dalam kecelakaan itu. Jenazah Arminsyah telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Selain Arminsyah, di dalam mobil tersebut terdapat penumpang yang dibawa ke RS Bina Husada. Berikut fakta-fakta kecelakaan tragis itu:

Wakil Jaksa Agung Arminsyah Tewas

Korban tewas tersebut adalah Wakil Jaksa Agung Arminsyah, yang mengemudikan mobil tersebut.

"Identitas pengemudi atas nama Dr Arminsyah, SH, MSi, Wakil Jaksa Agung," ujar Yusri Yunus dalam keterangan kepada wartawan, Sabtu (4/4/2020).

Jenazah Arminsyah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Selain Arminsyah, di dalam mobil tersebut terdapat penumpang.
Hanya, belum diketahui siapa penumpang tersebut. Penumpang dievakuasi ke RS Bina Husada.

"Satu penumpang dilarikan ke RS Bina Husada," katanya.

Kecelakaan Terjadi Pukul 14.40 WIB

Kecelakaan yang menewaskan Wakil Jaksa Agung Arminsyah terjadi sekitar pukul 14.40 di Km 13 Tol Cibubur. Mobil Nissan GT-R berwarna putih terbakar di lajur 4.

Polisi melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Akibat kecelakaan tersebut, kemacetan terjadi hingga 1 kilometer.

Tabrak Pembatas Jalan Tol

Mobil Nissan GT-R yang dikemudikan Wakil Jaksa Agung RI Arminsyah terbakar di Tol Cibubur. Sebelum terbakar, mobil tersebut sempat menabrak pembatas jalan tol.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan bahwa mobil tersebut datang dari arah selatan menuju Jakarta. "Diduga di lajur 4 menabrak pembatas media tengah dan kendaraan terbakar," kata Yusri dalam keterangan kepada wartawan, Sabtu (4/4/2020).

Mobil Hangus Terbakar

Mobil Nissan GT-R yang dikemudikan Wakil Jaksa Agung RI Arminsyah menabrak pembatas jalan di Tol Cibubur. Mobil warna putih itu lalu terbakar.

Petugas telah memadamkan api dan mengevakuasi kendaraan.

Kapuspenkum Cek ke RS Polri

Kapuspenkum Kejagung RI Hari Setiyono mengecek informasi kecelakaan yang menewaskan Wakil Jaksa Agung Arminsyah di KM 13 Tol Cibubur mengarah Jakarta.

"Kelihatannya kebenarannya benar, tetapi saya belum dapat konfirmasi dari pihak RS Polri," kata Hari saat dihubungi detikcom, Sabtu (4/4/2020).

Hari mengatakan, pihaknya akan mengecek informasi tersebut ke RS Polri. Hari memastikan jenazah telah berada di RS Polri.

"(Jenazah di RS Polri) infonya seperti itu, makanya kami akan cek ke sana," imbuhnya.

Sementara saat ditanya apakah betul kendaraan yang dikemudikan oleh Arminsyah adalah Nissan GT-R, Hari belum bisa memastikannya.

"Kami belum mendapat informasi itu, makanya ini sedang kita cek ke sana," lanjutnya.

Dimakamkan di TPU Pendongkelan Minggu

Jenazah Arminsyah akan dimakamkan pada Minggu 5 April 2020.

"Almarhum akan dikebumikan pada Minggu 5 April 2020 pukul 08.00 WIB," ujar Kapuspenkum Kejagung RI Hari Setiyono dalam keterangannya kepada detikcom, Sabtu (4/4/2020).

Jenazah akan dimakamkan di TPU Pedongkelan Cengkareng, Jakarta Barat, di sebelah makam ibunda tercinta. Saat ini almarhum disemayamkan di rumah duka di Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

"Semoga almarhum husnul khotimah aamiin yaa robbal'alamiin," tutur Hari.(dtk)

Mobil Nissan GT-R yang Dikendarai Wakil Jaksa Agung Milik Kawan Lama


DEMOKRASI.CO.ID - Kecelakaan maut di km 13 Tol Jagorawi yang terjadi Sabtu sore, 4 April 2020, menjadi topik hangat. Pasalnya, korban meninggal dalam kecelakaan maut tersebut adalah Wakil Jaksa Agung Arminsyah. Fakta baru terungkap. Ternyata mobil Nissan GT-R (R35) yang terbakar hebat dalam kecelakaan tersebut ternyata bukan milik almarhum Arminsyah.

Menurut sumber dalam kepada redaksi, Arminsyah saat itu memang tengah mencoba mobil Nissan GT-R milik salah satu sahabat lamanya. Maklum, Arminsyah memang selama ini dikenal sebagai pengagum otomotif.

"Jadi GT-R itu punya temennya. Mereka memang bersahabat lama. Nah, Pak Jaksa itu cuma mau nyoba," kata sang sumber yang enggan disebutkan identitasnya tersebut.

Masih menurut kabar yang beredar, sang pemilik mobil adalah korban yang menjadi penumpang saat terjadi kecelakaan tersebut dan dilarikan ke rumah sakit Bina Husada. Namun menurut sumber VIVA.co.id, korban yang dilarikan adalah ajudan Arminsyah. Sedangkan pemilik mobil menggunakan mobil yang lain.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara diduga mobil sedan berwarna putih yang dikemudikan Arminsyah menabrak pembatas jalan di jalur 4, hal itu menyebabkan mobil hancur dan terbakar hebat.

"Pengemudi Dr Arminsyah meninggal di lokasi dan telah dibawa ke kamar jenazah RS Kramatjati," tulis keterangan pihak kepolisian.(yahoo)

Video Detik-detik Mobil Nissan GT-R Wakil Jaksa Agung Hangus Terbakar di Tol Cibubur


DEMOKRASI.CO.ID - Mobil sport Nissan GT-R terbakar di Km 13 Cibubur, Tol Jagorawi, Jakarta, Sabtu (4/4/2020). Pengemudi mobil adalah Wakil Jaksa Agung Arminsyah. Polisi dan petugas pemadam kebakaran turun tangan. Berikut video kecelakaan tersebut.





Tewas Kecelakaan Tunggal, Wakil Jaksa Agung Arminsyah Disebut Pacu Nissan GT-R hingga 220 Km/jam


DEMOKRASI.CO.ID - Arminsyah Wakil Kejaksaan Agung yang tewas akibat kecelakaan tunggal di Tol Jagorawi Kilometer 13 diduga menggendari mobil Nissan Skyline GT-R dengan kecepatan tinggi.

Dari informasi yang diperoleh redaksi Sabtu (4/4) orang nomor dua Korps Adhiyaksa itu memacu gas mobil sport keluaran Jepang itu mencapai 220 kilometer per/jam.

Dari informasi yang didapat, mobil yang dibanderol dengan harga Rp 1.45 miliar itu bukan milik Arminsyah.

Wakil Kepala Jaksa Agung Arminsyah dipastikan meninggal dalam kecelakaan mobil di lajur Tol Jagorawi di Kilometer 13 B yang mengarah ke Jakarta.

Arminsyah, yang diketahui mengendarai mobil sport berkecepatan tinggi Nissan Skyliner GT-R datang dari arah Selatan atau dari Bogor mengarah ke Jakarta.

Tepat disekitar Kilometer 13 B, mobil sport berkelir putih yang berada di lajur empat diduga menabrak pembatas media tengah jalan hingga menyebabkan kendaraan terbakar.[rm]

Kecelakaan di Tol Jagorawi, Wakil Jaksa Agung Meninggal di Tempat


DEMOKRASI.CO.ID - Kecelakaan mobil terjadi di tol Jagorawi tepatnya di ruas Tol Jagorawi KM 13 pada Sabtu (4/4) sekira pukul 14.25.  Akibatnya, pengemudi meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pengemudi yang meninggal merupakan Wakil Jaksa Agung bernama Arminsyah.

“Satu pengemudi meningga Wakil Jaksa Agung bernama Arminsyah,” kata Yusri dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/4).

Menuriut Yusri, mobil tersebut datang dari arah selatan di jalur cepat. Namun, tiba- tiba mobil hilang kendali sehingga menabrak pembatas media. Diduga korban meninggal di tempat.

“Kendaraan terbakar, sementara satu penumpang lainnya dilarikan ke RS Bina Husada,” ungkap Yusri.

(fir/pojoksatu)

Beraksi Ditengah Wabah Corona, Perampok Spesialis Minimarket Ditembak Polisi


DEMOKRASI.CO.ID - Kepolisian Resor Demak menangkap dua perampok bersenjata api rakitan yang beraksi di sebuah minimarket, Karangtengah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

“Kedua pelaku itu bernama Afdian Saputra (33) warga Desa Tegal Ombo, Kecamatan Bangur, Kabupaten Lampung Timur dan Baihaki (33) warga Desa Kertanegara, Kecamatan Madang Suku Dua, Kabupaten Oku Timur, Sumatera Selatan,” kata Kapolres Demak AKBP Fidelis Purna Timuranto saat gelar perkara di Mapolres Demak, Jumat (3/4)

Ia mengungkapkan bahwa kedua pelaku merupakan spesialis pencurian dengan kekerasan di minimarket. Aksinya di Demak pada tanggal 26 Maret 2020.

Berbekal rekaman kamera pemantau atau CCTV (closed circuit television) milik Indomaret, polisi mendapatkan ciri-ciri pelaku beserta sepeda motor untuk menjalankan aksinya.

Polisi akhirnya meringkus keduanya ketika bersembunyi di sebuah hotel dan rumah temannya di Pati.

“Saat ditangkap, tersangka melakukan perlawanan. Kami terpaksa melakukan tindakan terukur dengan menembak kaki pelaku untuk melumpuhan,” katanya.

Dari hasil kejahatannya itu, totalnya sekitar Rp90 juta. Uang ini oleh pelaku untuk membayar utang dan keluarganya.

Polisi juga mengamankan barang bukti dua pucuk senjata api rakitan beserta amunisinya, tiga buah golok, dua pisau, sepeda motor, serta kunci letter “T”.

Tersangka Afdian mengakui pistol untuk menakut-nakuti agar kasirnya mau membuka brankas uang.

Minimarket yang menjadi sasaran, katanya, yang buka 24 jam.

Dalam menjalankan aksinya, Afdian selaku eksekutor berpura-pura menjadi pembeli, kemudian saat situasi sepi langsung menjalankan aksinya dengan menodongkan pistolnya.

Atas perbuatannya itu, kedua pelaku diancam dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang ancaman hukumannya 10 tahun penjara.

(dhe/pojoksatu/ant)

Cari Penggali Kubur ODP Corona, 3 Petugas Medis Malah Dikeroyok


DEMOKRASI.CO.ID - Tiga petugas medis RSUD Bendan Pekalongan dikeroyok sejumlah orang tak dikenal, Kamis (3/4) dinihari WIB, di wilayah Kelurahan Sapuro Kebulen. Akibatnya, seorang petugas menderita patah tulang hidung cukup parah.

Saat kejadian, ketiga petugas medis tersebut tengah membantu mencari penggali makam di komplek Makam Sapuro untuk keperluan pemakaman pasien orang dalam pemantauan (ODP) yang meninggal saat dirawat di RSUD Bendan.

Ketiga petugas medis itu berinisiatif mencari orang yang bisa menggali kubur karena sulitnya menemukan penggali kubur saat dinihari sekitar pukul 03.30 Subuh.

Di tengah perjalanan, ketiganya bertemu dengan sekelompok orang tak dikenal yang tengah berkumpul.

Diduga karena salah paham, terjadi penganiayaan kepada ketiga petugas medis tersebut.

“Saat itu menurut pengakuan teman-teman mereka ditantang berkelahi entah karena sebab apa. Namun petugas kami sudah berkali-kali minta maaf dan menjelaskan maksud tujuan mereka,” tutur Direktur RSUD Bendan, dr Junaedi Wibawa.

“Tapi kemudian ada yang menghantam menggunakan helem dan terjadilah perkelahian antara petugas kami dengan sekelompok orang tersebut,” tambahnya.

Selanjutnya, kata Junaedi, petugas yang mengalami penganiaayan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pekalongan Barat.

Sementara itu, menurut informasi dari Polsek Pekalongan Barat, saat ini dari lima pelaku, tiga di antaranya sudah diamankan dan dua pelaku lain tengah dalam pengejaran.

Wakil Wali Kota Pekalongan A. Afzan Arslan Djunaid saat dikonfirmasi perihal peristiwa itu menjelaskan bahwa memang terjadi penganiayaan terhadap petugas medis RSUD Bendan.

Tapi kata Aaf, sapaan akrab wakil wali kota, peristiwa itu sama sekali tak berkaitan dengan penolakan terhadap pemakaman jenazah pasien ODP.

Dia juga berpesan kepada masyarakat agar juga tak mengaitkan peristiwa tersebut dengan adanya penolakan. Karena pemakaman terhadap jenazah pasien ODP sudah dilakukan dengan baik sesuai dengan protap penanganan pasien covid-19 dan tanpa adanya isu-isu penolakan dari masyarakat.

(nul/zul/radartegal)

Kabar Duka! Rumah Ambruk, 2 Tewas Tertimpa Atap Beton


DEMOKRASI.CO.ID - Bangunan rumah dua lanti di Ketintang Barat, Surabaya, Jawa Timur, ambruk pada Sabtu dini hari (4/4/2020).

Peristiwa itu diperkirakan terjadi pada pukul 00.30 WIB. Dua pekerja yang tengah berada dalam bangunan ambruk tewas tertimpa atap beton.

Dalam proses evakuasi mayat dua pekerja itu membutuhkan waktu lama. Dua korban dicari selama 3 jama dalam timbunan gedung yang ambruk.

Awalnya, para petugas menemukan satu orang korban dalam kondisi tewas atas nama Didik warga Bojonegoro, pada pukul 06.30 Wib.

Selanjutnya, pada pukul 08.30 Wib, petugas berhasil mengangkat satu jenazah lagi bernama Edi, dari runtuhan atap beton.

Penemuan jenazah Edi Purwonegoro membuat pihak keluarga korban histeris. Selanjutnya, jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD Soetomo Surabaya untuk di visum.

Menurut keterangan Irvan Ketua RW setempat, lokasi bangunan rumah yang ambruk tersebut kerap digunakan untuk perkumpulan pengajian semacam padepokan.

Namun pihak pemilik rumah bernama Harjito belum melaporkan kepada perangkat kelurahan setempat.

Hingga kini, pihak kepolisian pun belum memberikan keterangan terkait kejadian tersebut.
Polisi masih melakukan penyelidikan dan mencari penyebab robohnya bangunan rumah yang menyebabkan korban jiwa.

(pul/pojokpitu)

Kenapa warga rohingya diusir dari negaranya

  Warga Rohingya telah mengalami pengusiran dan diskriminasi di Myanmar selama beberapa dekade. Konflik terhadap etnis Rohingya bersumber da...