Showing posts with label Bahasa Jawa. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Jawa. Show all posts

Monday, 19 July 2021

Nama-Nama Hewan Dalam Bahasa Jawa

Sugeng Warsa Enggal 2013 kanggo sedulur-sedulur kabeh sadonya (Selamat Tahun Baru 2013 untuk saudara-saudara sedunia). Waduh wis suwe ki aku ora update tulisan ana ing blog iki (waduh sudah lama ni saya tidak update di blog ini). Kali ini saya ingin membagikan nama-nama hewan dalam bahasa Jawa:

- Angsa = Menthog
- Bebek = bebek
- Kuda = Jaran
- Sapi = Sapi
- Kerbau = Kebo
- Ayam = Pitik
- Burung = Manuk
- Ular = Ula (baca cara pengucapan huruf vokalnya ya)
- Ulat = Uler
- Kambing = Wedhus
- Anjing = Asu
- Kera/Monyet = Munyuk, Kethek
- Tikus = Tikus
- Babi = Babi, Celeng
- Kucing = Kucing
- Cicak = Cecak

Untuk sementara itu saja ya dulur, aku cari dulu yang lainnya....

Thursday, 15 July 2021

Teknik Pengucapan Bunyi Vokal Bahasa Jawa (bag.1)

 Update:
Belajar bahasa Jawa sama dengan belajar bahasa lain. Ada 3 (tiga) teknik untuk dapat menguasai bahasa ini yaitu:
1. Belajar pengucapan bunyi
2. Menghafal kosa kata
3. Belajar tata bahasanya

Nah, untuk langkah awalnya, kita belajar dulu teknik pengucapan bunyinya sekaligus menghafal kosa katanya yah.

Dalam percakapan bahasa Jawa pengucapan bunyi sangatlah penting, salah sedikit saja bisa berbeda arti. Misalnya, kata "lara" yang berarti sakit dan kata "loro" yang berarti angka dua. Nah kali ini kita akan membahas tentang teknik pengucapan bunyi vokal dalam bahasa Jawa.

a.) Huruf Vokal "a"
1. Ada dua macam pengucapan jenis huruf vokal "a" yaitu diucapkan sebagai huruf "o" seperti pada kata "kosong, dan lorong". Oke sekarang Anda praktekkan pada kata-kata berikut di bawah ini (ini juga akan menambah kosakata bahasa Jawa Anda).
Note: Huruf "a" saya tulis tebal sebagai tanda bacanya.
- randa dibaca "rondo" berarti janda dalam bahasa Indonesia
- jaka dibaca "joko" berarti jejaka
- gawa dibaca "gowo" berarti bawa
- waja dibaca "wojo" berarti gigi
- lara dibaca "loro" berarti sakit
- mara dibaca "moro" berarti datang
- lawa dibaca "lowo" berarti kelelawar
- maca dibaca "moco" berarti membaca
- pasa dibaca "poso" berarti puasa
- mrana dibaca "mrono" berarti ke sana
- kana dibaca "kono" berarti sana
- wana dibaca "wono" berarti hutan

Contoh di atas adalah beberapa kosakata dalam bahasa Jawa yang menggunakan huruf vokal "a". Ingat sekali lagi, huruf vokal "a" seperti pada contoh di atas dibaca sebagai huruf "o" seperti pada kata "lorong". Nah, coba ucapkan kata-kata di atas sekali lagi.

2. Oke, sekarang pengucapan huruf vokal "a" dibaca sebagai huruf "a" seperti pada kata "papan, wajan". Kini giliran anda praktek mengucapkan kata-kata berikut di bawah ini:
Note: Huruf "a" saya tulis standar sebagai tanda baca.
- gawan dibaca "gawan" berarti bawaan
- sarapan dibaca "sarapan" berarti makan pagi
- bal dibaca "bal" berarti bola
- kapan dibaca "kapan" berarti kata tanya yang menanyakan waktu
- papat dibaca "papat" berarti angka empat
- ora dibaca "ora" berarti tidak
- lawang dibaca "lawang" berarti pintu
- nyawang dibaca "nyawang" berarti melihat
- balang dibaca "balang" berarti lempar

Nah, biasanya (sebagian besar) untuk huruf vokal "a" dibaca sebagai "a" terdapat pada kata yang diakhiri konsonan mati. Misalnya, kata "gawan" jika huruf "n" dihilangkan maka akan dibaca "gowo" seperti contoh-contoh nomor satu. Sekarang praktekkan sekali lagi dengan mengucapkan kata-kata di atas.

Saya kira sekian dulu deh belajar bahasa Jawa kali ini. Pada postingan selanjutnya, InsyaAllah saya akan melanjutkan mengenai teknik pengucapan bunyi vokal bahasa Jawa lainnya.

Sunday, 4 July 2021

Nama-Nama Hari Dalam Bahasa Jawa

Jumpa lagi dulur setelah sekian lama vakum dalam mengisi tulisan di blog ini. Kali ini, saya ada kesempatan untuk menulis dan bahasannya adalah nama-nama hari dalam Bahasa Jawa.

Dalam kalendar Jawa, ada dua macam hari yaitu Saptawara dan Pancawara. saptawara terdiri dari tujuh hari seperti pada bulan-bulan Masehi. Sedangkan Pancawara terdiri dari lima hari, yang juga sering disebut Dina Pasaran (Hari Pasaran).

Apa saja nama-nama hari tersebut?

1) Saptawara

  • Senen (Hari Senin)
  • Selasa (Selasa)
  • Rebo (Rabu)
  • Kemis (Kamis)
  • Jemuwah (Jum'at)
  • Setu (Sabtu)
  • Ahad (Minggu)

2) Pancawara

  • Paing
  • Pon
  • Wage
  • Kliwon
  • Legi

Hari-hari / Dina Pasaran (Pancawara) ini sering digunakan untuk nama-nama pasar seperti Pasar Pon, Pasar Kliwon, dan Pasar Legi.

Bagaimana, apakah ditempat-tempat Sedulur masih banyak yang menggunakan hari-hari berdasarkan kalendar Jawa di atas?

Saturday, 3 July 2021

Mari Mengenal Macam Kata Tanya Dalam Bahasa Jawa

Anda pasti sudah mengenal bagaimana teknik pengucapan bunyi vokal dan konsonan bahasa Jawa pada posting saya sebelumnya. Jika belum sebaiknya, anda pelajari dulu deh sebelum di bab ini biar Anda mudah dalam membacanya menggunakan tanda yang saya gunakan. Nah, kini saya akan membahas tentang macam-macam kata tanya dalam bahasa Jawa.

1. Apa....?
Kata tanya ini juga digunakan untuk menanyakan sesuatu benda. Contoh:
- apa kuwi sing mbok gawa?
(apa itu yang kamu bawa?)
- apa iki?
(apa ini?) dan lain-lain....

2. Sapa....?
Kata Tanya ini biasa digunakan untuk menanyakan orang. Contoh:
- Sapa jenengmu?
(siapa nama kamu?)
- Sapa bapakmu?
(siapa bapak kamu? dan lain-lain....

3. Piye
Kata tanya ini untuk menanyakan keadaan seseorang. Contoh:
- Piye kabarmu?
(bagaimana kabarmu?)
- Piye carane?
(bagaimana caranya?) dan lain-lain....

4. Pira
Nah, kalau yang ini untuk menanyakan jumlah benda atau harga. Contoh:
- Pira sedulurmu?
(berapa saudara kamu?)
- Buku iki regane pira?
(buku ini harganya berapa?) dan lain-lain....

5. Kapan
Kata tanya ini digunakan untuk menanyakan waktu. Contoh:
- Kapan kowe arep bali?
(kapan kamu akan kembali?)
- Tanggal lairmu kapan?
(tanggal lahir kamu kapan?) dan lain-lain....

6. Ngapa? Kena apa?
Kata tanya ini menanyakan suatu alasan. Contoh:
- Kowe kok nangisi ngapa/kena apa?
(kamu kok nangis kenapa? atau mengapa kamu kok nangis?) dan lain-lain.....

Nah, mungkin hanya itu dulu postingan untuk hari ini yah.....have a nice day!
Matur Suwun

Tuesday, 29 June 2021

Tentang Bahasa Jawa

Bahasa Jawa merupakan bahasa yang dipertuturkan oleh sekitar 80 juta suku bangsa Jawa. Bahasa ini menduduki peringkat ke 12 sebagai bahasa dengan penutur terbanyak di dunia. Tidak hanya di Indonesia, namun di negara-negara lain dimana banyak suku Jawa tinggal masih menggunakan bahasa Jawa seperti Suriname, Malaysia, Kaledonia Baru. Sedangkan di Indonesia, sebagian besar penutur bahasa ini lebih banyak di pulau Jawa (Jawa tengah, Jawa Timur, dan sebagian wilayah Jawa Barat).

Bahasa Jawa sendiri ada beberapa variasi dialek:
1. Dialek Kelompok Barat meliputi dialek Banten, dialek Cirebon, dialek Tegal, dialek Banyumasan, dialek Bumiayu (peralihan Tegal dan Banyumas).

2. Dialek Kelompok Tengah yang meliputi dialek Pekalongan, dialek Kedu, dialek Bagelen, dialek Semarang, dialek Pantai Utara Timur (Jepara, Rembang, Demak, Kudus, Pati),dialek Blora, dialek Surakarta, dialek Yogyakarta, dan dialek Madiun.

3. Dialek Kelompok Timur meliputi dialek Pantura Jawa Timur (Tuban, Bojonegoro), dialek Surabaya, dialek Malang, dialek Jombang, dialek Tengger, dan dialek Banyuwangi (atau disebut Bahasa Osing).

Tuesday, 5 September 2017

Lurr, Mari Belajar Bahasa Jawa Lewat Lagu - Terjemahan Sayang by Via Vallen

Piye kabare Lurr,

Sudah lama sekali saya tidak update blog Belajar Bahasa Jawa ini ya :)

Maklum Lurr, kesibukan di dunia nyata membuat saya melalaikan blog yang semoga memberikan banyak manfaat bagi sampeyan semua.

dan baru sempat menengok dan menulis di blog ini lagi....

Berhubung akhir-akhir ini sedang hits lagu Sayang yang dinyanyikan Via Vallen, rasanya menarik jika sampeyan belajar Bahasa Jawa lewat lirik lagu ini.

Jadi...saya akan menuliskan lirik aslinya baru kemudian terjemahannya dalam Bahasa Indonesia dalam tanda kurung.

Mari kita mulai....

Oh ya jika sampeyan belum tahu lagunya silakan kunjungi videonya di sini.

Terjemahan Lagu Sayang by Via Vallen


Sayang apa kowe krungu jerite atiku (Sayang apa kau (men)dengar jeritan hatiku)
Mengharap engkau kembali (Mengharap engkau kembali)
Sayang nganti memutih rambutku (Sayang...sampai memutih rambutku)
Ra bakal luntur tresnaku (Tak akan luntur cintaku)

Wis tak coba ngelaleke jenengmu saka atiku (T'lah kucoba melupakan namamu dari hatiku)
Sak tenane ra ngapusi isih tresna sliramu (Sebenarnya tak bisa bohong masih cinta dirimu)
Pepuja neng ati nanging koe ra reti (Pujaan di hati tapi kau tak tahu)
Kowe sik tak wanti-wanti (Kau yang kuharap-harap)
Malah jebul saiki kowe mblenjani janji (Ternyata sekarang kau mengingkari janji)
Jare sehidup semati nanging apa bukti (Katanya sehidup semati tapi apa buktinya)
Kowe medot tresno demi wedokan liya (Kau putus cinta demi wanita lain)
Ya wes ora papa, insyaallah aku iso lila (Ya sudah tak apa-apa, InsyaAllah aku bisa rela)

Meh sambat kalih sinten (Mau mengeluh sama siapa)
Yen sampun mekaten, merana uripku (Kalau sudah begini, merana hidupku)
Aku welasna kangmas, aku mesakna aku (Aku, kasihanilah kangmas, aku kasihanilah aku )
Aku nangis nganti metu eluh getih putih (Aku menangis sampai keluar air mata darah putih)

Sayang apa kowe krungu jerite atiku (Sayang apa kau (men)dengar jeritan hatiku)
Mengharap engkau kembali (Mengharap engkau kembali)
Sayang nganti memutih rambutku (Sayang...sampai memutih rambutku)
Ra bakal luntur tresnaku (Tak akan luntur cintaku)

Hari demi hari uwis tak lewati (Hari demi hari telah kulewati)
Yen pancen dalane kudu kuwat ati (Kalau memang (sudah) jalannya harus kuat hati)
Ibaratke sega uwis dadi bubur (Ibarat nasi sudah menjadi bubur)
Nanging tresna iki ora bakal luntur (Tapi cinta ini tak akan luntur)
Sak tenane aku iki pancen tresna awakmu (Sebenarnya aku ini memang cinta dirimu)
Ora ana liyane sing isa dadi penggantimu (Tak ada yang lainyang bisa jadi penggantimu)
Wis tanggung awakmu sik cocok neng atiku (Sudah tanggung dirimu yang cocok di hatiku)
Nganti atiku njerit atimu ra bakal krungu (Hingga hatiku menjerit hatiku tak akan mendengar)

Meh sambat kalih sinten (Mau mengeluh sama siapa)
Yen sampun mekaten, merana uripku (Kalau sudah begini, merana hidupku)
Aku welasna kangmas, aku mesakna aku (Aku, kasihanilah (aku) kangmas, aku kasihanilah aku kangmas)
Aku nangis nganti metu eluh getih putih (Aku menangis sampai keluar air mata darah putih)

Sayang apa kowe krungu jerite atiku (Sayang apa kau (men)dengar jeritan hatiku)
Mengharap engkau kembali (Mengharap engkau kembali)
Sayang nganti memutih rambutku (Sayang...sampai memutih rambutku)
Ra bakal luntur tresnaku (Tak akan luntur cintaku)

Sayang apa krungu jerite atiku (Sayang apa dengar jeritan hatiku)
Mengharap kowe bali neng jero ati iki (Mengharap kau kembali di dalam hati ini)
Nganti rambutku putih, nangis eluh dadi getih (Sampai rambutku putih, menangis darah)
Mbok yo gek ndang bali ngelakoni tresna suci (Cepat kembalilah menjalani cinta suci)

Aku marang sliramu jok ragu meng atiku (Aku padamu, jangan ragu dengan hatiku)
Aku ra isa ngapusi sak tenane neng ati (Aku tak bisa (ber)bohong sebenarnya dihati)
Mung kanggo sliramu cintamu tetap abadi (Hanya untuk dirimu cintamu tetap abadi)
Selamanya sampai akhir hayat ini (Selamanya sampai akhir hayat ini)

Meh sambat kalih sinten (Mau mengeluh sama siapa)
Yen sampun mekaten, merana uripku (Kalau sudah begini, merana hidupku)
Aku welasna kangmas, aku mesakna aku (Aku, kasihanilah (aku) kangmas, aku kasihanilah aku kangmas)
Aku nangis nganti metu eluh getih putih (Aku menangis sampai keluar air mata darah putih)

Sayang apa kowe krungu jerite atiku (Sayang apa kau (men)dengar jeritan hatiku)
Mengharap engkau kembali (Mengharap engkau kembali)
Sayang nganti memutih rambutku (Sayang...sampai memutih rambutku)
Ra bakal luntur tresnaku (Tak akan luntur cintaku)

Percaya apa bebojomu (Percaya apa kekasihmu)
Cintaku tetap abadi (Cintaku tetap abadi)

Gimana Lurr....

Mungkin terjemahan saya belum sempurna, tapi paling tidak bisa membantu sampeyan untuk menghayati liriknya sekaligus belajar Bahasa Jawa.

Dan...jika ada dari sampeyan yang bisa terjemahan yang lebih baik dari milik saya, mohon koreksinya....

Maturnuwun :)

Wednesday, 23 March 2011

Teknik Pengucapan T, TH, D, DH

Sekarang kita sampai pada teknik pengucapan bunyi konsonan "t,th,d, dan dh". Nah, untuk keempat huruf ini sering terjadi kesalahan bahkan sebagian orang Jawa asli sendiri pun ada yang salah dalam mengucapkan. Salah ucap berarti beda arti.

Langsung aja mari dimulai:
1. Bunyi "t". Bunyi ini juga disebut "t tipis". Tekniknya adalah pada saat Anda mengucapkan "t" ujung lidah menyentuh gigi seri bagian atas.

Anda coba sekarang ucapkan kata ini: "te".

Berikutnya adalah contoh kata yang menggunakan "t tipis":
- tuman-ketagihan
- tuku-beli
- turu-tidur
- telu-tiga

2. Bunyi "th". Bunyi ini juga disebut "t tebal". Nah, tekniknya adalah ketika Anda  mengucapkan "th" tekuklah ujung lidah hingga menyentuh langit-langit mulut bagian depan.

Coba ucapkan kata ini : "the".

Ini dia contoh kata yang menggunakan "th":
- cetha-jelas
- kutha-kota

3. Bunyi "d". Bunyi ini juga disebut "d tipis". Tekniknya, ketika Anda mengucapkan bunyi "d tipis" sama seperti pada saat mengucapkan "t tipis" di atas. Sekarang coba ucapkan kata ini :"de".

Contoh kata:
- dara-merpati
- durung-belum
- demak-kota demak
- degan-kelapa muda
- wedi-takut

4. Bunyi "dh". Bunyi ini juga disebut " d tebal". Teknik pengucapannya sama dengan pengucapan "th". Coba ucapkan kata ini :"dhe"
 contoh kata:
- padha-sama
- padhang-terang
- randha-janda
- wedhi-pasir

Nah, Anda lihat perbedaan kata "wedi dan wedhi" bagaimana cara pengucapannya. Sekarang Anda sudah mengerti teknik pengucapan bunyi konsonan "t,th,d, dan dh".

Sekian dulu yah, lain waktu saya akan sambung ke kata tanya dalam bahasa Jawa. Pelajari dulu dech teknik pengucapan bunyinya hingga benar betul. 

Thursday, 17 March 2011

Teknik Pengucapan Bunyi Vokal Bahasa Jawa (bag.3)

3. Sekarang kita sampai pada teknik pengucapan bunyi vokal "u" dalam bahasa Jawa. Ada dua macam bunyi untuk "u":
a. Bunyi "u". Saya tulis standar huruf "u" maka Anda mengucapkannya seperti huruf "u" pada kata "KUTU", "BUKU".
Sekarang ucapkan kosakata Jawa berikut ini:
- Tuku- Beli
- Turu- Tidur
- Krungu- Mendengar
- Urip- Hidup

b. Bunyi "u". Huruf saya tulis tebal berarti Anda membacanya seperti huruf "o" biasa pada kata "KOLAM", "KOTAK".
Nah sekarang giliran Anda mengucapkan kosakata berikut ini:
Note: Biasanya bunyi "u" ini diucapkan jika "u" pada suatu kata diikuti akhiran konsonan mati.
- Mundur- Mundur
- Nganggur- Mengganggur
- Taun- Tahun
- Mung- Hanya
- Durung- Belum

4. Pengucapan bunyi "e". Ada tiga (3) macam bentuk teknik pengucapan bunyi untuk "e".
a. Bunyi "e". Saya tulis "e" standar berarti Anda membacanya seperti bunyi "e" pada kata "LELE", "BELA".
Sekarang ucapkan bunyi "e" pada kosa kata berikut ini:
- Edan-Gila
- Entuk-Dapat
- Enak-Sedap
- Eman-Sayang
- Endah-Elok
b. Bunyi "e". Saya tulis "e" tebal berarti Anda membacanya seperti bunyi "e" pada kata "BELI", BELUM".
OK! Sekarang coba ucapkan kata-kata berikut di bawah ini:
- Beras-beras
- Bener-Betul
- Seneng- Senang, gembira
- Ketan-nama beras
- Banget-Ungkapan yang menyangatkan seperti kata : akeh banget! (banyak sekali!)
- Mlebu-masuk
- Metu-keluar

c. Bunyi "e". Saya tulis "e" miring berarti Anda membacanya seperti "e" pada kata "SOBEK", TOKEK".
Bisa kan! Sekarang coba ucapkan kata-kata berikut ini:
- Kabeh-semua
- Akeh-banyak
- Yen-jika
- Ben-biar, agar, supaya
- Leren-istirahat

5. Terakhir adalah pengucapan bunyi "o". Nah, untuk "o" cuma ada 2 teknik pengucapan yaitu:
a. Bunyi "o". Saya tulis "o" standar berarti Anda emmbacanya seperti "o" pada "KOLAM", OLAHRAGA".
OK! Sekarang bunyikan huruf "o" dibawah:
- Loro-dua
- Coro-kecoa
- Ora-tidak
- Kanggo-untuk
- Golek-cari

b. Bunyi "o". Saya tulis tebal huruf "o" berarti Anda bunyikan seperti pada kata "POCONG", KOLONG", KOLOM". Nah, bunyikan kata-kata di bawah ini:
Note: Biasanya bunyi "o" ini diucapkan jika diikuti akhiran konsonan mati pada suatu kata. 
- Colong-curi
- Ngomong-bicara
- Copot-lepas
- Wong-orang
- Lor-utara

Nah, sekian dulu belajarnya yah. InsyaAllah nanti akan saya lanjutkan ke pengucapan konsonan "t", "th", "d", "dh".

Wednesday, 22 December 2010

Teknik Pengucapan Bunyi Vokal Bahasa Jawa (bag.2)

Pada postingan sebelumnya saya sudah membahas tentang teknik pengucapan bunyi vokal huruf "a". Sekarang kita akan menuju pada pengucapan vokal "i".

Teknik pengucapan vokal "i" ada 2 macam:

1. Vokal "i" dibaca "i" seperti pada kata "ikan, ilalang, miyabi"
Biasanya teknik pertama ini, hurufvokal "i" tidak diikuti huruf konsonan mati. Berikut ini adalah beberapa contoh kosakata dalam bahasa Jawa yang menggunakan vokal "i" dibaca "i":
Note: Huruf "i" saya tulis standar sebagai tanda bacanya.
- kali dibaca "kali" berarti sungai
- lali dibaca "lali" berarti lupa
- mburi dibaca "mburi" berarti belakang
- iwak dibaca "iwak" berarti ikan
- bali dibaca "bali" berarti kembali
- wedi dibaca "wedi" berarti takut
- wedhi dibaca "wedhi" berarti pasir

2. Vokal "i" dibaca "e" seperti pada kata "lele dan lebar"
Biasanya teknik bunyi kedua ini huruf vokal "i" selalu diikuti/diakhiri dengan huruf konsonan mati. Contoh:
Note: Huruf "i" saya tulis tebal sebagai tanda bacanya.
- Kuping dibaca "kupeng" berarti telinga
- sikil dibaca "sikel" berarti kaki
- miring dibaca "mireng" berarti condong
- lirih dibaca "lireh" berarti pelan
- kirim dibaca "kirem" berarti hantar
- winih dibaca "wineh" berarti benih
- jirih dibaca "jireh" berarti takut
Nah, Anda dapat mencoba teknik pengcapan huruf vokal "i" berulang-ulang. Pada postingan berikutnya saya akan membahas teknik pengucapan vokal "u".

Kenapa warga rohingya diusir dari negaranya

  Warga Rohingya telah mengalami pengusiran dan diskriminasi di Myanmar selama beberapa dekade. Konflik terhadap etnis Rohingya bersumber da...