Showing posts with label Budidaya. Show all posts
Showing posts with label Budidaya. Show all posts

Wednesday, 31 October 2018

Cara Menciptakan Bak Ikan Dari Semen Semoga Tidak Bocor

Rumah yang dilengkapi dengan kolam ikan di pekarangannya merupakan cita-cita banyak orang, termasuk Anda. Bagaimana pun adanya kolam di rumah akan membuat suasana daerah tinggal yang lebih asri dan nyaman dihuni. Rumah tersebut tidak sebatas hanya bangunan yang menjulang kokoh, tetapi juga bisa memberi kesegaran kepada jiwa-jiwa yang merasa lelah sehabis seharian bekerja dan beraktivitas di luar rumah.
Ada aneka macam material yang sanggup dipakai untuk membuat kolam ikan. Salah satunya yaitu semen. Kolam semen dipilih lantaran mempunyai struktur yang berpengaruh dan bisa bertahan usang Namun kenyataannya ialah membuat kolam ikan menggunakan semen tidak semudah yang dikira. Kolam tersebut bisa mengalami masalah. Salah satunya yaitu kebocoran yang terjadi secara mendadak. Kolam yang semula kokoh tiba-tiba menjadi bocor.
Oleh lantaran itu, sebaiknya dalam membuat adukan semen untuk pembuatan kolam ikan, kita keluar dari pakem yang sudah ada. Sebaiknya kita lebihkan komposisi semennya sehingga bisa terbentuk kolam yang sangat berpengaruh dan kokoh. Untuk pasangan bata, kita menggunakan pasir dan semen dengan perbandingan 1:2. Sedangkan untuk plesterannya, pakailah gabungan pasir dan semen dengan komposisi 1:1. Jangan lupa permukaannya juga wajib diaci dengan semen.
 Rumah yang dilengkapi dengan kolam ikan di pekarangannya merupakan cita-cita banyak orang Cara Membuat Kolam Ikan dari Semen supaya Tidak Bocor
Untuk membuat adukan beton yang kualitasnya baik dan tercampur merata di semua bagian, maka Anda perlu mencampur pasir dan semen terlebih dahulu. Masukkan semen dan pasir ke kolam pengadukan sesuai komposisi di atas. Selanjutnya aduklah kedua materi tersebut dalam kondisi masih kering. Hal ini penting dilakukan supaya akibatnya nanti benar-benar teraduk rata. Barulah kemudian Anda bisa menambahkan air secukupnya.
Berikut ini langkah-langkah dalam membuat kolam semen untuk ikan peliharaan kita!
Tahap 1. Membangun Pondasi
Pondasi merupakan struktur dari konstruksi kolam ikan yang tolong-menolong mempunyai tugas sangat penting. Bagian ini akan menahan beban kolam dan mencegah terjadinya kebocoran di bab dasar. Namun lantaran letaknya di bawah tanah, kadang kala orang tak membuatnya sehingga kolamnya simpel bocor. Sejatinya pondasi itu wajib dibangun pada ketika membuat kolam. Dengan adanya pondasi, maka risiko terjadinya keretakan sanggup dikurangi. Anda bisa menggunakan pondasi watu kali atau pondasi watu bata.
Tahap 2. Membuat Dinding
Dinding kolam ikan bisa dibentuk dari pasangan bata. Usahakan Anda menggunakan watu bata yang berkualitas unggul untuk keperluan pekerjaan ini. Maksudnya ialah watu bata tersebut harus benar-benar kering dengan sempurna. Sedangkan untuk adukan spesinya bisa menggunakan gabungan pasir dan semen dengan perbandingan 1:1 atau 1:2. Pasanglah watu bata ini dengan hati-hati dan benar. Usahakan bentuknya sesuai dengan desain kolam yang direncanakan.
Tahap 3. Memadatkan Tanah
Anda dihentikan pribadi membuat plat lantai sebagai dasar kolam sehabis pemasangan watu bata simpulan dikerjakan. Ada baiknya tanah tersebut dipadatkan terlebih dahulu. Caranya yaitu dengan menginjak-injak permukaan tanah hingga struktur lapisannya menjadi padat. Setelah itu, diamkan selama 3-5 hari. Setiap hari Anda disarankan untuk terus mengulangi proses pemadatan tanah dengan menginjak-injak permukaannya beberapa kali.
Tahap 3. Membangun Lantai
Kini saatnya membangun bab dasar kolam. Anda bisa menggunakan adukan beton yang terbuat dari gabungan 3 semen, 2 pasir, dan 1 kerikil untuk membangun permukaan dasar kolam. Tambahkan air secukupnya untuk mengencerkan adukan tersebut. Kemudian tunggu selama 20 hari supaya beton ini mengering sempurna. Sembari menunggu, Anda bisa menyirami beton tersebut dengan air setiap hari. Setelah lapisan beton benar-benar kering, buatlah lapisan plesteran dengan ketebalan 3-5 cm di atasnya. Kemudian di atasnya lagi, kita bisa mengaplikasikan acian.
Tahap 4. Membersihkan Kolam
Kolam yang gres simpulan dibentuk tidak bisa pribadi dipakai untuk memelihara ikan. Jikalau dipaksakan, maka ikan-ikan akan mengalami keracunan semen. Anda perlu membersihkannya terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa semen yang ada di permukaan. Adapun caranya silakan Anda gosok seluruh permukaan kolam tersebut menggunakan sikat dan air bersih. Setelah itu, isilah kolam dengan air hingga volumenya penuh. Keesokan harinya kolam digosok lagi menggunakan sikat hingga higienis kemudian dijemur. Lalu isi lagi dengan air hingga penuh. Hal ini wajib dilakukan sebanyak 3-5 kali secara berturut-turut.
Tahap 5. Menyetel Kolam
Setelah kondisi kolam benar-benar bersih, Anda bisa mengatur kelengkapannya. Masukkan pasir malang dan bebatuan kecil hingga menutupi seluruh permukaan dasar kolam. Kemudian isilah kolam ini dengan air. Jangan lupa pasang aerator dan filtrasi untuk menjaga kondisi dan kebersihan air di kolam. Kolam tersebut dibiarkan tanpa ikan selama 1-2 minggu. Selanjutnya masukkan ikan mas ke dalam kolam sebagai penguji kelayakan air. Jika ikan-ikan mas ini tetap hidup dan sehat artinya kolam sudah aman. Barulah kemudian ikan sesungguhnya bisa dirilis ke kolam.

Thursday, 11 October 2018

Inilah Ciri-Ciri Lengkap Ikan Lele Yang Sakit

Kita harus merawat ikan-ikan lele yang dibudayakan dengan sebaik-baiknya. Merawat ikan lele berarti menawarkan penanganan yang baik terhadap kondisi ikan-ikan tersebut. Ada kalanya ikan lele yang kita pelihara tiba-tiba jatuh sakit. Pemberian penanganan yang sempurna terhadap ikan lele yang sakit sanggup menolong nyawanya. Oleh alasannya yaitu itu, sebagai peternak, kita harus membedakan mana ikan lele yang sehat dan mana pula ikan lele yang tengah sakit.
Berikut ini ciri-ciri ikan lele yang sedang sakit, antara lain :
  1. Warna Tubuhnya Menjadi Gelap
Ikan lele yang sedang sakit akan mengalami perubahan warna pada tubuhnya. Warna badan ikan menjadi lebih gelap daripada biasanya. Hal ini juga diikuti dengan nafsu makannya yang menurun serta cara bernapas yang tersengal-sengal. Ikan lele tersebut juga lebih sering berada di permukaan air. Gejala ini biasanya terjadi tanggapan ikan lele kekurangan oksigen.
  1. Ikan Lebih Sering Menyendiri
Jikalau Anda melihat ada ikan lele yang tampak menyendiri di salah satu sudut kolam, maka kemungkinan besarnya ikan tersebut tengah sakit. Kondisi ini biasanya diikuti dengan gerakan berenangnya yang kurang lincah. Kemudian akan muncul bintik-bintik berwarna putih atau merah di kulit ikan. Bila ikan ini juga sering menggesek-gesekkan tubuhnya ke dinding kolam artinya ia sedang terjangkit kutu atau jamur.
  1. Ikan Sering Melipat Ekornya
Salah satu tanda ikan lele yang sakit yaitu ikan tampak sering melipat ekornya. Untuk ikan yang sehat seharusnya ia sering bergerak dan berenang secara aktif. Berbeda dengan ikan sakit yang sering berdiam diri di salah satu sudut kolam dan melipat ekornya ke samping seakan-akan ikan tersebut sedang berusaha menghangatkan diri.
  1. Badan Ikan Berjamur
Ikan yang terjangkit oleh jamur tentu saja akan ditumbuhi jamur di permukaan tubuh. Hal ini sanggup dikenali lewat adanya bintik-bintik putih yang bersama-sama merupakan white spot. Kalau jamur tersebut dibiarkan bisa merusak badan ikan. Biasanya sirip ikan bisa rusak atau berlubang tanggapan serangan jamur ini.
  1. Adanya Pembengkakan Kulit
Munculnya nanah pada salah satu anggota badan ikan lele sanggup mengindikasikan bila kondisinya sedang sakit. Penyebabnya yang paling sering yaitu ikan lele tadi gres saja sabung dengan ikan lele lainnya. Namun ada juga penyakit yang sanggup menimbulkan pembengkakan yaitu penyakit carp pox. Ikan lele yang terjangkit oleh penyakit ini akan mengalami pembengkakan pada pangkal ekornya.
  1. Berenang secara Tidak Normal
Ikan lele yang sedang sakit tentu tidak bisa berenang secara normal. Ikan ini tidak bisa berenang secara lurus dan terarah. Gaya berenangnya tidak beraturan. Ikan lele tampak menggelepar, kemudian menggantung di permukaan air atau berdiam diri di dasar kolam. Biasanya ikan juga akan berenang dengan badan yang miring.
  1. Bola Matanya Rusak
Perhatikan kondisi mata ikan lele untuk mengetahui kesehatannya. Ikan lele yang sehat mempunyai bola mata yang bening, jernih, dan berbinar-binar. Jika bola matanya merah, ada selaput yang menutupi mata, atau matanya mengalami kerusakan, berarti ikan tersebut sedang tidak sehat. Kondisi ini biasanya timbul tanggapan serangan penyakit Haemorhagic septicaemia.
ikan lele yang dibudayakan dengan sebaik Inilah Ciri-ciri Lengkap Ikan Lele yang Sakit
Anda juga bisa mendeteksi ikan lele yang sedang sakit dengan mengusut kondisi belahan internalnya.
  • Suhu air yang tidak sesuai menimbulkan respirasi ikan lele tidak seimbang serta produksi lendir secara berlebihan.
  • Ikan lele yang sakit mempunyai darah yang berwarna abu-abu kecokelatan sehingga tidak bisa mengikat oksigen. Kondisi ini disebabkan oleh kadar amoniak yang terlalu tinggi.
  • Terbentuk lapisan berwarna cokelat di belahan insang ikan lele tanggapan timbulnya necrosis pada lapisan epithelium. Penyebabnya yaitu protein dalam keadaan masam.
  • Ikan lele yang keracunan zat besi menimbulkan belahan abonemennya berwarna kecokelat-cokelatan.
  • Ikan lele yang kekurangan asam lemak akan mengalami degenarasi lemak pada belahan organ hatinya.
  • Ikan lele yang kekurangan vitamin B2 (riboflavin) akan terkena penyakit katarak, photophobia, serta pendarahan pada nostril dan overcullum.
  • Ikan lele yang terkena infeksi dropsy mempunyai ciri-ciri yaitu belahan perutnya menggelembung dan berisi cairan berwarna kuning, peradangan pada insang, serta pendarahan pada organ badan lainnya.
  • Ikan lele yang terjangkit collumnaris disease mempunyai ciri-ciri yaitu adanya bercak putih pada sel integument. Penyebabnya yaitu lamella insang sudah dimakan oleh basil sehingga pernapasan ikan lele tersebut menjadi terganggu.
  • Ikan lele yang terkena serangan virus akan mengalami pembengkakan pada jaringan sehingga mengakibatkan pertumbuhan jaringan-jaringannya menjadi tidak normal.

Thursday, 3 April 2014

Cara Budidaya Cabe Rawit

Cabe rawit atau cabai kecil (Capsicum frutescens) termasuk dalam famili Solanaceae dan merupakan tanaman berumur panjang (menahun), dapat hidup sampai 2-3 tahun apabila dipelihara dengan baik dan kebutuhan haranya tercukupi. Terdapat beberapa macam cabe rawit antara lain rawit kecil, sedang dan besar. Umumnya cabe rawit kecil sangat pedas. Cabe rawit digunakan untuk sayur, bumbu masak, asinan dan obat.


Persyaratan Tumbuh
Cabe rawit dapat ditanam di dataran rendah maupun di dataran tinggi, namun tanaman ini lebih cocok ditanam di ketinggian antara 0 - 500 m dpl ( meter di atas permukaan laut). Produksi pada ketinggian di atas 500 mdpl tidak jauh berbeda namun waktu panennya lebih panjang. Tanaman ini menghendaki tanah gembur, kaya akan bahan organik dan pH netral (6-7).

Persemaian
Kebutuhan tiap hektar berkisar 100-125 g. Bedengan persemaian dibuat arah utara selatan menghadap ke timur. Media semai dibuat dari campuran tanah dan kompos steril dengan perbandingan 1:1. Benih ditaburkan secara merata diatas media semai kemudian ditutup dengan tanah tipis —biasanya tanah yang diayak terlebih dahulu untuk memisahkan tanah yang menggumpal dan batu-batuan — kemudian disiram, lalu ditutup dengan daun pisang atau karung goni. Daun pisang atau karung goni tersebut dibuka secara bertahap. Setelah umur semaian kurang lebih 7 hari, semaian dipindahkan ke bumbungan yang terbuat dari daun pisan yang diisi campuran tanah dan kompos steril dengan perbandingan 1:1. Bibit yang berumur kurang lebih 30-35 hari setelah semai atau telah mempunyai 5-6 helai daun siap untuk dipindahkan ke lapangan.

Benih cabe rawit yang telah siap ditanam di lahan


Penyiapan lahan dan penanaman
Tanah dibajak atau dicangkul sedalam 30-40 cm lalu dibalik, kemudian bongkahan tanah dihaluskan. Sisa pertanaman sebelumnya dibersihkan agar tidak menjadi sumber penyakit.
Dibuat bedangan dengan lebar 1-1,2 m, tinggi 40-50 cm. Jarak antar bedeng kurang lebih 40-50 cm.
Pemberian kapur pertanian (jika kondisi tanah terlalu masam) dilakukan bersama dengan pengolahan tanah, 2-3 minggu sebelum tanam. Kapur (1-1,5 ton /ha) ditaburkan di permukaan tanah kemudian dicampur rata dengan tanah.
Permukaan bedengan dibuat agak setengah lingkaran untuk mempermudah pemasangan mulsa.
Pada jarak tanam yang telah ditentukan dibuat lubang tanam pada mulsa plastik dengan menggunakan kaleng yang dipanaskan.
Lubang tanam dibuat dengan kedalaman 15-20 cm dan diameter 20-25 cm.
Ditanam satu bibit pada tiap lubang tanam, namun ada juga yang menanam sampai 3 bibit pada setiap lubang.

Pengolahan lahan  dan Penanaman


Tahap Pemupukan
Pemupukan menggunakan Urea 200-300 kg/ha, SP-36 200-300 kg/ha dan KCI 150-250 kg/ha. Pemberian pupuk kandang sebanyak 30 ton/ha dan kapur pertanian dilakukan saat pembuatan bedengan. Pupuk buatan sebagai pupuk dasar diberikan dengan cara membuat larikan berjarak 25-30 cm dari tepi bedengan dan jarak antar larikan 70 cm, kemudian taburkan pupuk secara merata pada larikan tersebut. Pemberian pupuk dasar ini dilakukan sebelum pemasangan mulsa sebanyak setengah dosis.

Pemupukan susulan diberikan pada saat tanaman berumur satu bulan, menggunakan sisa pupuk dasar. Pemupukan susulan ini bisa diberikan dengan cara dikocor, setiap tanaman disiram dengan 150-250 ml larutan pupuk. Larutan pupuk dibuat dengan mengencerkan 1,5-3 kg pupuk buatan per 100 liter air. Karena tanaman cabe rawit merupakan tanaman tahunan yang masih dapat berproduksi sampai 2-3 tahun maka sebaiknya dilakukan pemupukan ulang sesuai kebutuhan agar produksinya terus bertahan.

Tahapan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
Hama lalat buah dapat dikendalikan dengan pemasangan perangkap lalat buah yang mengandung metil eugenol. Hama-hama penghisap seperti kutudaun, trips dan kutukebul dapat dikendalikan dengan pemasangan mulsa plastik hitam perak dan juga pemasangan perangkap lekat warna kuning. Penyakit antraknos dapat dikendalikan dengan penggunaan varietas tahan atau penggunaan fungisida secara selektif.

Apabila dalam mengendalikan OPT menggunakan pestisida, maka pemilihan jenis pestisida, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasinya harus tepat.

Tahapan panen dan pascapanen
Pada saat panen, buah yang rusak sebaiknya dimusnahkan, kemudian buah yang dipanen dimasukan kedalam karung jala dan jika akan disimpan sebaiknya disimpan ditempat yang kering, sejuk dengan sirkulasi udara yang baik.

Cabe rawit yang telah siap dipanen (kiri ) dan proses pemanenan cabe rawit (kanan)

Kenapa warga rohingya diusir dari negaranya

  Warga Rohingya telah mengalami pengusiran dan diskriminasi di Myanmar selama beberapa dekade. Konflik terhadap etnis Rohingya bersumber da...