Showing posts with label Artikel Perikanan. Show all posts
Showing posts with label Artikel Perikanan. Show all posts

Thursday, 31 January 2019

PELUANG BISNIS DAN PERSIAPAN BUDIDAYA UDANG

https://tipspetani.blogspot.com/2019/02/peluang-bisnis-dan-persiapan-budidaya.html

Dari beberapa info dasar yang telah diuraikan di bagian sebelumnya, kini saatnya kita melihat beberapa hal terkait budidaya udang vaname sekaligu peluang usaha dari budidaya tersebut.

Dari beberapa metode budidaya udang vaname, artikel ini membahas satu metode yang paling sederhana, murah biayanya, dan hasil udangnya justru malah diminati oleh pasar, yakni budidaya udang vaname dengan mengggunakan tambak udang.

Untuk membudidayakan udang vaname, langkah-langkah yang harus dipersiapkan bisa dibilang gampang-gampang susah. Yang jelas, kamu butuh modal besar untuk memulai usaha ini. 

PERSIAPAN YANG DIPERLUKAN UNTUK BUDIDAYA UDANG

Tambak Udang

Dari berbagai macam cara budidaya udang, hal yang laing penting yang harus dipersiapkan adalah tempatnya. Setidaknya ada tiga macam lahan untuk membudidayakan udang, yaitu tambak udang, kolam beton, dan kolam terpal. Dari ketiga jenis lahan tersebut, tambak udang merupakan lahan tertua yang dipercaya mampu menghasilkan panen yang berlimpah.

Dari segi hasil, tambak udang seringkali menghasilkan udang dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan udang yang dibudidayakan di kolam. Namun sayangnya, pengolahan tambak udang jauh lebih sulit dibandingkan dengan kolam. Membudidayakan udang dengan sistem tambak dikenal sebagai cara tradisional dalam membudidayakan udang.

Sederhananya, tambak udang merupakan lahan untuk membudidayakan udang yang dibuat sedekat dan semirip mungkin dengan habitus asli udang yang dibudidayakan. Untuk udang windu dan udang vanama, tambak udang biasanya dibuat di daerah pesisir yang airnya memiliki kadar garam tinggi atau payau.

Membuat tambak udang tidak sesederhana seperti membuat lubang di tanah lantas mengisinya dengan air dan menabur benih udang. Tidak demikian. ada beberapa tahap yang harus dipersiapkan untuk membuat tambak udang.

Biasanya, tambak udang di buat di daerah pesisir yang digenangi air. Genangan itu diperdalam dan dibuat kapling-kapling. Idealnya, setiap kapling memiliki luas 2000-2500 meter persegi.

Tahap awal setelah kapling-kapling tersebut jadi adalah mengeringkan total tiap-tiap kapling yang akan dijadikan lahan. Pengeringan ini dilakukan selama beberapa hari hingga permukaan tanah berubah menjadi kering dan pecah-pecah.

Fungsi pengeringan lahan ini adalah untuk membunuh hama-hama yang akan menyerang udang nantinya seperti ikan, kepiting, dan zat amoniak beracun penyebab kematian pada udang. Setelah lahan kering, lahan harus dicangkul terlebih dahulu untuk membalik posisi tanah.

Setelah itu, seluruh permukaan kapling ditaburi dengan pupuk kandang, kapur dolomit pertanian, zat penyerap racun seperti zeolite dan zeoplankton.

Tahap selanjutnya, setelah tahap persiapan tanah selesai adalah pengisian air. Karena air yang dipergunakan adalah air disekitar lahan, maka diperlukan penyaringan untuk menghindari kemungkinan adanya ikan yang terbawa masuk ke tambak.

Setelah air terisi, bukan berarti benur atau benih udang bisa ditaburkan, genangan air ini harus ditunggu 2-3 minggu lamanya hingga plankton hidup subur di lahan tersebut. Plankton ini merupakan pakan alami udang sekaligu pakan cadangan jika pemberian pakan buatan masih kurang.

Menabur Benih Udang

Untuk membudidayakan udang vaname di tambak udang, maka pertama-tama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan lahan sebagaimana telah dijelaskan di bagian sebelumnya. Langkah selanjutnya adalah pemilihan bibit udang alias benur.

Tentu saja kita akan kesulitan untuk memilih bibit udang satu-per satu demi mendapatkan bibit yang berkualitas kan?

Tapi sepertinya hal ini tidak mungkin kita lakukan lantaran kita tidak membeli satu atau dua ekor saja, melainkan ribuan. Maka dari itu, silahkan membeli bibit udang di tempat-tempat yang sering direkomendasikan banyak petani udang.

Jumlah benih yang harus dipersiapkan selalu menyesuakan luas lahan yang kita miliki. Biasanya, perbandingan ideal untuk jumlah benih dengan luas lahan adalah 100 ekor udang per meter.

Sehingga, jika kita memiliki lahan 2500 meter persegi, artinya lahan tersebut mampu menampung 250.000 ekor udang. Pastikan kamu memilih benih yang berusia sekurang-kurangnya satu minggu setelah penetasan.

Hal penting yang harus dilakukan ketika menabur udang bisa kita lakukan sebagaimana biasanya dilakukan oleh petani tradisional, yakni benih udang dimasukkan bersamaan dengan kantong plastiknya.

Diamkan dulu selama 15 menit agar udang tersebut beradaptasi dengan suhu tambak. Setelah itu, silahkan buka kantong plastik dan biarkan udang-udang tersebut bebas berkeliaran.

Pemberian Pakan udang

Hingga udang berusia 70 hari, kita tidak perlu memberi mereka pakan buatan. Mereka cukup kenyang dengan memakan plankton yang hidup di tambak.

Maka dari itu, kita harus selalu menjaga ketersediaan plankton dengan cara menabur pupuk kandang dan prebiotik seminggu sekali untuk menjaga populasi plankton dalam tambak. Pastikan juga untuk selalu menjaga volume dan ph air agar udang merasa nyaman.

Setelah 70 hari, barulah kita memberikan pakan ekstra berupa pelet udang agar udang yang sudah mulai tumbuh besar tidak kelaparan dan mulai menyerang satu sama lain.

Bagaimanapun juga, udang yang mulai tumbuh besar tidak akan cukup kenyang dengan makan plankton saja. Baru ketika udang berusia 120 hari atau kurang dari itu, udang sudah bisa mulai dipanen. Biasanya udang yang berusia ini memiliki bobot 1 kg per 50 ekor.

Pemanenan Udang

Waktu yang baik untuk memanen udang vaname adalah malam hari, namun bukan berarti udang ini tidak bisa dipanen pada siang hari. Tetap bisa kok. Udang bisa dipanen dengan menggunakan jala tebar atau jaring yang ditarik oleh 3-4 orang. Teknik penangkapan semacam ini tentunya akan menyisakan udang di tambak.

Penangkapan total hanya bisa dilakukan dengan cara pengeringan tambak sekaligus untuk mempersiapkan kembali lahan untuk bibit selanjutnya.

Estimasi Biaya Yang Diperlukan

Misalnya kita hanya membudidayakan udang dalam skala kecil, yakni dengan lahan seluas 2500 meter persegi dengan kapasitas 250.000 ekor udang, kita bisa mulai memperkirakan seluruh biaya produksi nantinya. Namun kita perlu tahu terlebih dahulu berapa kira-kira pendapatan yang bisa kita peroleh ketika panen nantinya.

Pada masa panen, kita tidak akan mendapatkan jumlah udang yang sama seperti ketika kita dulu menebarnya. Dalam budidaya udang, selalu ada hitungan kematian. Normalnya jika panen sukses, kematian selama pembudidayaan udang adalah 10%. Artinya, per 250.000 ekor benih kita hanya akan memanen sekitar 225.000 ekor saja nantinya.

Jika kita memanen dengan bobot udang ukuran 50 ekor per kilo lalu menjualnya dengan harga 50.000 rupiah per kilo, berapa hasilnya ya? Rumusnya adalah (225.000:50)x50.000= 225.000.000 rupiah.
Tapi berapa biaya produksinya?

Mari kita hitung dengan membengkakkan biaya produksinya

Persiapan lahan

  • Sewa lahan: 3.000.000
  • Tenaga penggarap lahan: 1.500.000
  • Pupuk dan zeoplankton: 6.000.000
  • Pengairan: 1.000.000
  • Peralatan: 5.000.000
  • Lain-lain: 5.000.000
Pembibitan
  • Bibit: 2.500.000
  • Tenaga: 500.000
  • Lain-lain: 500.000
Operasional Perawatan
  • Tenaga: 6.000.000
  • Pakan: 5.000.000
  • Pupuk dan zeoplankton: 3.000.000
  • Lain-lain: 5.000.000
Operasional Pemanenan
  • Tenaga: 4.000.000
  • Lain-lain: 1.000.000

TOTAL BIAYA PRODUKSI: 49.000.000
Dari perhitungan kasar semacam itu dengan menambah angka pada jumlah produksi dan mengurangi angka pada penjualan, kita masih bisa mendapat untung ratusan juta.

Dari pendapatan sebesar 225.000.000-49.000.000 kita masih bisa untung sebesar 176 juta rupiah. Kalaupun kita potong lagi separo untung kita, tentu kita masih sangat untung hanya dalam waktu tiga bulan saja.

Nah, bagaimana menurutmu mengenai keuntungan hitungan bisnis ini? Menguntungkan bukan? Kita hanya perlu berani mencoba saja kok. Itupun kita bisa menyewa orang sebagai tenaga operasional.
https://tipspetani.blogspot.com/2019/02/peluang-bisnis-dan-persiapan-budidaya.html

CARA PEMBUDIDAYAAN UDANG YANG HEMAT TETAPI MENGUNTUNGKAN

https://tipspetani.blogspot.com/2019/02/cara-pembudidayaan-udang-yang-hemat.html


Salah satu makanan favoritku adalah udang goreng. Hanya udang goreng tanpa ribet diolah macam-macam. Begitu saja buatku rasanya sudah sangat enak.

Namun di dunia ini ada banyak sekali jenis masakan yang menggunakan bahan dasar udang sehingga permintaan udang baik udang air tawar, air payau, ataupun udang laut di pasaran tidak pernah turun melainkan meningkat seiring dengan peningkatan jumlah populasi manusia di dunia. Akan tetapi, jumlah udang akan semakin berkurang jika tidak mulai dibudidayakan.

Meski ada beberapa orang yang alergi udang, namun sebagian besar orang sangat menyukai udang degan berbagai jenis variasi olahannya. Oleh sebab itu, meninjau kembali bisnis udang sebagai peluang bisnis tentunya bukan bualan belaka. Harga udang kian bulan kian naik sedikit demi sedikit.

Hal itu menandakan adanya peningkatan permintaan sementara produksinya bisa dibilang masih sama atau belum ada peningkatan. Dengan kata lain, petani udang belumlah bertambah pesat jumlahnya.

Kenapa ya kok petani udang itu masih sedikit? Ada mitos atau anggapan bahwa beternak udang itu susah, ribet, dan banyak resiko. Sementara itu, tidak bisa dipungkiri bahwa alam masih menyediakan banyak udang, semisal udang laut dan udang sungai.

Faktanya, udang bukanlah binatang yang sulit untuk berkembang biak di alam. Logikanya, udang bukanlah binatang yang sulit dibudidayakan. Hanya saja sebagai aset yang dibudidayakan, maka ada trik-trik tertentu agar budidaya udang berhasil dengan baik.

Budidaya udang sebenarnya tidaklah sesulit mitosnya. Saat ini setidaknya ada dua macam cara budidaya udang, yakni dengan cara tradisional dan dengan cara modern. Kedua metode budidaya tersebut saat ini masih berjalan dengan baik dan untuk sementara waktu masih bisa mengisi kekosongan stok udang di pasaran.

Apakah budidaya udang sebatas untuk memenuhi kebutuhan konsumsi kuliner? Sebagian besar iya, namun budidaya udang untuk konsumsi hiburan, dalam hal ini adalah udang hias, juga sedang berjalan.

Sebelum lebih jauh membahas budidaya udang vaname, ada baiknya kita berkenalan dulu dengan beberapa jenis udang yang menjadi rekomendasi untuk dibudidayakan.

Apa itu Udang Vaname?

https://tipspetani.blogspot.com/2019/02/cara-pembudidayaan-udang-yang-hemat.html

Udang dengan nama vannamei atau lebih populer di Indonesia sebagai vaname ini asal-usulnya dari pesisir pantai Amerika Tengah dan mulai ditransmigrasikan ke Indonesia sekitar tahun 2000an. Udang ini sejatinya adalah udang air payau yang secara alami berada pada pertemuan sungai dan laut di daerah asalnya sana.

Berbeda dengan udang windu dan udang galah, udang yang kebule-bulean ini ternyata lebih tahan penyakit sehingga ketika udang ini mulai diperkenalkan di Indonesia, banyak pengusaha budidaya udang yang tertarik karena udang vaname tidak hanya mudah dibudidayakan, namun juga harganya relatif mahal di pasaran.

Secara umum, udang vaname dapat hidup dengan baik pada daerah dengan suhu di atas 22 derajad celcius. Artinya, ia dapat tumbuh dan berkembang biak pula di pesisir pantai di Indonesia yang panasnya aduhai jikalau siang. Udang vaname merupakan binatang pemakan segala, namun tentu sebaiknya udang ini tidak makan nasi pecel atau hamburger.

Udang vaname dapat tumbuh dengan baik dengan memangsa binatang-binatang kecil seperti rebon, plankton, lumut, tumbuhan air, larva kerang, makanan khusus untuk ternak/ pelet udang, bahkan udang ini tega memakan kawannya sendiri jika memungkinkan.

Saking rakusnya, udang ini sangat cepat tumbuh. Udang ini hanya akan berhenti makan jika sudah kenyang, dan akan makan lagi jika mulai sedikit merasa lapar. Oleh karena itu udang ini sangat diminati petambak udang karena jarang menyia-nyiakan makanan.

Udang vaname juga termasuk salah satu kategori udang yang tidak bikin bangkrut para petambak. Hal ini lantaran mereka sangat peka terhadap makanan terutama makanan alam yang secara alami terdapat pada tambak.

Seperti halnya udang lainnya, ketika udang ini tumbuh besar, maka ia akan berganti kulit. Sebenarnya saat-saat pergantian kulit ini merupakan masa paling rentan bagi semua jenis udang karena pada situasi ini, mereka tidak punya pelindung tubuh.

Jika tubuh mereka empuk, tak hanya manusia yang senang, kawan mereka sendiri ikut senang karena mereka semakin merasa lapar.

Lho kok? Betul! Ketika udang berganti kulit, ada semacam cairan yang keluar seiring kulit mereka lepas dan cairan ini menurut para ahli mampu merangsang meningkatnya nafsu makan udang sehat lainnya sehingga mereka tega menjadi kanibal.

Tetapi, ganti kulit bukanlah kendala dalam budidaya udang. Jika tempat hidup atau tambak udang memadai dan menyediakan makanan yang berlimpah, maka udang yang berganti kulit akan tetap aman.

Justru mereka harus ganti kulit agar tidak hanya tampak keren, tetapi hal itu tanda bahwa mereka tumbuh besar. Semakin besar, semakin baik untuk datangnya rejeki.

Keunggulan lain dari budidaya udang vaname, selain mereka memiliki daya tahan bagus, kemampuan adaptasi yang tinggi, dan cepat tumbuh besar, udang ini bisa dibudidayakan dengan populasi padat.

Oleh karena itu sebenarnya budidaya udang vaname bisa dibilang hemat tempat. Kemampuan mereka dalam mencari makanan membuat mereka tetap tumbuh besar meskipun tempat hidup mereka sumpek.

Hingga saat ini, di Indonesia budidaya udang vaname dilakukan secara tradisional dan modern. Namun sejumlah petambak percaya bahwa budidaya udang vaname secara tradisional justru merupakan metode yang tepat karena udang tersebut dapat tumbuh pesat dan berukuran besar.

Mengenal Udang Galah

https://tipspetani.blogspot.com/2019/02/cara-pembudidayaan-udang-yang-hemat.html

Udang galah merupakan udang air tawar yang besarnya bisa mencapai seukuran lengan orang dewasa. Hal ini membuat udang galah tampak seperti lobster.

Namun, udang galah yang berukuran jumbo tersebut biasanya didapat di alam seperti sungai-sungai besar di daerah Sumatra dan Kalimantan. Sementara, udang galah yang sering nongol di pasar, terutama di pulau Jawa, kebanyakan adalah udang galah hasil budidaya.

Berbeda dengan udang vaname, udang galah membutuhkan waktu lebih lama untuk panen, yakni sekitar 5-6 bulan, sementara udang vaname hanya butuh waktu 3-4 bulan saja untuk bisa dinikmati hasilnya. Dalam hal perawatan, baik udang galah ataupun udang vaname bisa dibilang mirip, yakni tidak terlalu sulit.

Di pasaran, udang galah dihargai antara 70.000-85.000 rupiah per kilonya. Untuk ukuran besar, satu kilo udang galah biasanya hanya berisi 4-6 ekor saja. Sementarai itu, harga bibit udang galah hanya berkisar antara 100-200 rupiah saja per ekornya.

Syarat penting bagi kelangsungan hidup udang galah pada kolam budidaya adalah ketersediaan aliran air. Udang galah yang dipelihara di perairan yang tidak mengalir akan memiliki resiko kematian lebih besar jika dibandingkan dengan kolam yang sirkulasi airnya bagus.

Di Indonesia, udang galah bisa dibudidayakan di tambak yang memiliki tanah liat dan berpasir, di kolam beton ataupun kolam terpal.

Beberapa hal penting yang memicu keberhasilan budidaya udang galah diantaranya adalah: cukupnya sinar matahari sehingga air memiliki temperatur ideal, sirkulasi air yang bagus sehingga air mempunyai kadar oksigen yang cukup.

Seperti hanlnya udang vaname, udang galah merupakan udang pemakan segala. Dalam budidaya udang galah, para petani udang biasanya mengandalkan pakan alami dan pakan buatan. Namun untuk mencukupi kebutuhan pakan, tentunya pakan buatan ini dosisnya lebih banyak daripada pakan alami.

Meski pakan buatan untuk udang galah relatif banyak macamnya, sebaiknya jenis pakan yang dipilih adalah pakan yang memiliki kandungan nutrisi yang baik seperti misalnya protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Semakin baik pakan yang dipilih tentu saja akan berpengaruh pada hasil panennya kelak.

Pemberian pakan buatan yang berlebihan bukan berarti tidak ada efek sampingnya. Jika pakan buatan ini tidak habis dikonsumsi udang, pakan ini akan berubah menjadi racun sekaligus biang penyakit yang berbahaya bagi kelangsungan hidup udang galah.

Secara umum, lahan yang dibutuhkan untuk habitat udang baik di tambak maupun di kolam bisa dibilang mirip. Sebelum lahan diisi air, lahan terlebih dahulu ditaburi dengan pasir, lumpur tanah liat, pupuk kandang, dan kapur.

Setelah itu barulah lahan diisi air dan didiamkan selama 2-3 minggu agar air dihidupi oleh plankton dan tumbuhan air yang bisa dijadikan pakan alami bagi udang.

Di sisi lain, khusus bagi kolam terpal dan beton, ada baiknya kolam diberi tambahan tanaman air seperti enceng gondok yang berfungsi untuk menetralisir racun dalam air akibat pakan buatan yang tidak habis termakan udang.

Selain itu, sebaiknya juga tersedia tempat berlindung udang ketika molting dengan cara menaruh potongan-potongan paralon ke dasar kolam. Setelah semua persiapan tersedia, yang tidak boleh dilupakan adalah keberadaan sirkulasi air atau air yang mengalir dalam hal ini wajib hukumnya.

Hama bagi udang galah pada tambak dan kolam yang terhubung dengan sungai adalah ikan dan kepiting, dan maling. Solusi yang paling tepat untuk menanggulangi hama ini adalah pengawasan ekstra, dan di sekeliling kolam dipasang jaring sehingga ikan tidak bisa masuk ke tambak.

Apa itu Udang Windu?

https://tipspetani.blogspot.com/2019/02/cara-pembudidayaan-udang-yang-hemat.html

Udang windu atau udang macan merupakan udang jenis air payau meski klasifikasi yang sebenarnya udang tersebut merupakan udang air laut. Udang yang dalam beberapa hal memiliki beberapa kemiripan dengan udang vaname ini merupakan hewan nocturnal atau hewan yang suka bergadang.

Namun ini bukan bergadang biasa, mereka bergadang untuk mencari makan dan siang harinya mereka lebih senang bersembunyi di bawah lumpur atau pasir.

Udang windu yang senang berada dibawah lumpur ini sebenarnya bukan karena untuk bersembunyi, udang-udang tersebut memang lebih memilih mencari makan di dasar air. Sebagaimana udang vaname, udang windu merupakan udang yang sangat gemar makan dan selalu merasa lapar.

Dalam pembudidayaan udang windu, para petani udang harus banyak memberi mereka makan karena jika tidak, mereka akan memangsa teman mereka sendiri terutama udang-udang yang sedang berganti kulit/molting.

Kulit udang windu tergolong sangat keras dibanding udang yang lainnya. Udang ini disebut juga sebagai udang macan karena kulit luarnya yang keras itu berwarna biru dengan belang-belang coklat kekuningan seperi loreng macan.

Sebenarnya tidak mirip macan juga. Tapi ya sudahlah, yang jelas kulitnya yang keras tersebut merupakan pelindung penting karena mereka suka saling menyakiti satu sama lain.

Saat ini udang windu jarang dibudidayakan karena sering terserang penyakit kulit seperti jamur atau bintik-bintik putih (white spot) yang bisa berakibat fatal bagi kelangsungan hidup udang windu. Karena tingkat kesulitan yang lumayan tinggi, para petani udang beralih ke udang vaname sebagai pengganti udang windu.

Menurut saya pribadi, udang windu merupakan udang yang rasanya paling enak diantara udang konsumsi lainnya. Kulitnya yang keras menyebabkan udang ini memiliki rasa mirip kepiting. Jadi kalau mau kepiting yang empuk ya udang windu itu solusinya.

Meski sudah jarang dibudidayakan, udang ini tetap memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran. Saat ini para petani hanya membudidayakan udang windu dalam skala kecil dan kebanyakan merupakan para petani kecil atau justru malah para petani legendaris yang dulunya pernah sukses membudidayakan udang windu.

Memang benar, dulu sebelum ada wabah white spot, udang windu merupakan udang papan atas yang saat ini posisinya digeser oleh udang vanama. Udang windu yang membutuhkan waktu 120 hari untuk pembesaran hingga masa panen merupakan bisnis yang sangat menguntungkan.

Saat inipun sebenarnya budidaya udang windu masih menguntungkan lantaran biaya produksi tergolong murah sementara harga jualnya masih tinggi, berkisar 70.000-80.000 rupiah perkilonya.

Hanya karena di masa lalu banyak petani udang jatuh gara-gara white spot, banyak petani udang yang trauma untuk membudidayakan udang windu sehingga saat ini seolah-olah udang ini tidak beredar lagi.

https://tipspetani.blogspot.com/2019/02/cara-pembudidayaan-udang-yang-hemat.html

MANFAAT BUDIDAYA TANAMAN SERAI

https://tipspetani.blogspot.com/2019/02/manfaat-budidaya-tanaman-serai.html

Secara umum, sereh dimanfaatkan untuk kesehatan dan kecantikan selain daripada dipergunkan sebagai bumbu dapur penguat rasa pedas-hangat dan penghilang amis. Berikut ini merupakan beberapa manfaat sereh:

Minuman Penghangat Tubuh dan Penghilang Masuk Angin
Selain jahe, rebusan air sereh sangan ampuh untuk menghilangkan masuk angin karena sereh ini jika diminum mampu menghangatkan tubuh.

Terlebih, jika sereh ini direbus dan dicampur dengan sedikit cengkeh, gula merah, teh, dan jahe, kamu akan mendapatkan minuman sehat yang sangat nikmat rasanya. Di restoran atau cafe, minuman semacam ini dibandrol dengan harga yang mahal sekaligus diberi nama aneh.

Memulihkan Kondisi Tubuh Sehabis Sakit/Kecapekan
Para pendaki gunung biasanya tidak asing dengan rebusan air sereh. Biasanya, sehabis melakukan pendakian atau perjalanan jauh, para pendaki gunung akan merasakan lelah yang luar biasa.
Salah satu minuman alami penghilang lelah ini adalah rebusan air sereh yang bisa dicampur dengan madu atau susu. Rebusan air sereh ini juga baik bagi kamu yang baru saja sembuh dari sakit; agar cepat pulih dan bugar, minumlah air rebusan sereh.

Meningkatkan Sistem Imun
Jika kamu merasa gampang terserang penyakit, itu tandanya sistem imun tubuhmu lemah. Jangan khawatir, secara alami sereh mamppu meningkatkan sistem imun kita. Cukup dengan mengkonsumsi sereh dalam berbagai macam olahan setiap hari maka kita akan memiliki sistem imun yang kuat.

Mengobati Rematik
Sereh sangat bagus untuk mengobati rematik tak heran jika tanaman ini merupakan salah satu bahan untuk pembuatan obat rematik. Secara manual, kamu bisa menggunakan sereh yang dimemarkan untuk dijadikan minyak gosok atau digunakan untuk memijit bagian tubuh yang terasa nyeri.

Mengobati Diabetes
Sereh juga cukup tangguh untuk mengatasi penyakit diabetes jika dikonsumsi setiap hari.

Mengurangi Nyeri

Kadangkala tubuh kita terasa nyeri di beberapa bagian tanpa kita tahu sebab pastinya. Ternyata minum seduhan sereh sedikit banyak dapat mengurangi hingga menyembuhkan nyeri tersebut lho.

Baik untuk Sistem Syaraf
Sereh bersifat membuat kita merasa rileks dan nyaman, hal ini karena jika kita mengkonsumsi sereh, zat-zat yang erkandung dalam sereh cukup ampuh untuk menjaga metaolisme syaraf kita agar tidak tegang.

Mengobati Demam
Jika kamu terserang demam, minumlah sereh karena selain bisa menghangatkan tubuh, sereh juga meredakan demam lho.

Mengatasi Infeksi
Sereh juga memiliki sifat antibiotic yang bisa digunakan untuk mengatasi infeksi baik infeksi dalam tubuh eperti misalnya sariawan, panas dalam, gangguan pencernaan maupun infeksi luar seperti luka di kulit.

Untuk penggunaan sebagai obat dalam, sereh bisa dikonsumsi langsung sebagai minuman, sementara untuk mengatasi luka, rebusan sereh bisa digunakan untuk mengompres luka.

Meredakan Gangguan Pernafasan
Seperti hanya cengkeh atau minyak atsiri pada umumnya yang memiliki aroma menyegarkan dan melegakan, aroma dari sereh ini atau minyak sereh ini cukup ampuh untuk meredakan gangguan pernafasan.

Mengatasi Gangguan Sulit Tidur
Sifat sereh yang membuat rileks atau menenangkan tak hanya ampuh untuk mengobati stress tubuh, namun juga bisa membuat tubuh gampang beristirahat atau tidur. Caranya gampang, sereh dijadikan minuman hangat dan diminum kira-kira 30 menit sebelum kamu beranjak tidur.

Meredakan Gangguan Perut
Ada berbagai macam sebab yang bisa mengakibatkan gangguan perut seperti misalnya masuk angin, telat makan, atau gangguan pencernaan.

Sereh bisa dijadikan salah satu alternatif untuk meredakan gangguan tersebut dengan cara dikonsumsi sebagai minuman yang disajikan selagi masih hangat.

Anti Racun/Detoksifikasi
Sereh bersifat anti racun atau bisa dipergunakan untuk meningkatkan imun tubuh jika rutin dikonsumsi. Baiknya, sereh dijadikan minuman untuk diminum saat pagi atau sore hari.

Anti Kanker
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sereh mampu menanggulangi kanker dalam tubuh dengan cara mematikan atau menonaktifkan penumpukan zat asing dari luar yang tumbuh dalam sel-sel tubuh.

Zat-zat asing tersebut biasanya berasal dari radikal bebas atau polusi yang diam-diam mengendap dalam tubuh, merusak sel-sel tertentu sehingga mengakibatkan pertumbuhan yang abnormal dengan hasil tumor hingga kanker.

Meningkatkan Kolesterol Baik
Sereh memiliki zat yang berguna untuk meningkatkan kadar kolesterol baik dan mengurangi kolesterol jahat dalam tubuh. Caranya cukup sederhana, yakni dengan cara mengkonsumsi sereh setiap hari dalam berbagai macam varian masakan atau minuman.

Perawatan Kulit
Sereh dipergunakan juga oleh industri untuk dijadikan bahan sabun. Sabun sereh ini sangat baik untuk menjaga kelembaban kulit, mengatasi kulit berminyak dan berjerawat.

Namun secara alami, kita juga bisa menggunakan rebusan air sereh untuk mandi dan hasilnya tentu jauh lebih menyegarkan ketimbang sereh olahan yang dijadikan produk kecantikan.

Penghilang Bau Badan
Kamu punya masalah bau tak sedap di beberapa bagian tubuhmu seperti ketiak dan telapak kaki? Sereh merupakan penghilang bau badan alami, misalnya kakimu bau bangkai, cukup rendam saja dengan menggunakan rebusan air sereh, dijamin kuman-kuman di kakimu akan amblas dan kakimu akan bebas bau bangkai.

Air sereh yang dimemarkan juga bisa dipergunakan sebagai deodorant alami yang melindungi ketiak dari bakteri penyebab bau badan.

Aromaterapi
Minyak dari sereh ini sangat baik untuk dijadikan aromaterapi. Terapi dengan menggunakan wewangian ini dipercaya mampu membugarkan jiwa dan raga lho.

Pelangsing Alami
Kalau kamu sedang dalam program diet, jangan lewatkan sereh pada daftar makanan dietmu karena sereh ini sangat manjur untuk menghilangkan lemak tubuh secara alami.

CARA MENANAM TANAMAN SERAI

https://tipspetani.blogspot.com/2019/02/manfaat-budidaya-tanaman-serai.html

Sereh sangat mudah untuk dibudidayakan. Lahan yang dipergunakanpun tidak membutuhkan perawatan sulit. Namun untuk memproduksi sereh dengan kualitas bagus dan memiliki banyak kandungan minyak, maka beberapa trik perlu dilakukan dalam rangka membuat tanaman ini tumbuh subur.

Tahap-tahap penanaman sereh meliputi persiapan lahan, pembibitan, penanaman, penyulaman, penyiangan, perawatan, pemanenan, dan perawatan pasca panen. Berikut penjelasan dari tahap-tahap tersebut:

PERSIAPAN LAHAN UNTUK TANAMAN SERAI

Ada baiknya kita menyburkan dahulu lahan kita sebelum menanam sereh demi mendapatkan hasil panen yang berkualitas. Caranya gampang, sebarkan pupuk kandang pada lahanmu hingga mencapai ketebalan 5-10 cm (makin banyak makin bagus) setelah itu barulah lahan tersebut digemburkan.

Penggemburan ini boleh menggunakan bajak atau cangkul dan proses ini sekaligus untuk mencampurkan pupuk kandang dengan tanah.

Setelah tanah gembur, buatlah bedengan dengan lebar 50 cm, tinggi 70 cm dan panjang meyesuaikan dengan panjang ladangmu.

Berilah jarak kira-kira 30-50 cm antar bedengan untuk mempurmudah kita melakukan perawatan sekaligus pengairan. Agar lahan ini optimal, biarkan dahulu lahan ini selama dua minggu sebelum ditanami dengan bibit sereh.

BAGAIMANA PROSES PEMBIBITAN TANAMAN SERAI

Bagaimana kita memperoleh bibit serai? Kita bisa memperoleh bibit serai berkualitas tentunya jika kita langsung membeli (anakan) serai pada petani sehingga kita masih akan mendapatkan serai segar yang ada akarnya. Atau kalau tidak, kita bisa membeli serai di pasar atau di supermarket untuk ditanam.

Namun saat ini sudah banyak yang menjual bibit serai secara online sehingga jika kamu tidak mau repot jalan-jalan mencari petani sereh, kamu tinggal klik website tertentu dan transaksi.

Kalau kita membeli serai dari petani serai secara langsung, bisa dipastikan kita mendapatkan bibit yang 99% bisa hidup di lahan kita. Pastikan membeli serai yang masih ada akarnya. Setelah dapat, langsung saja tanam di lahan yang telah kita sediakan.

Membeli bibit di petani serai ini tentunya akan lebih menguntungkan karena kita akan mendapatkan serai dengan harga yang jauh lebih murah daripada serai yang dijual di pasar.

Sementara jika kita membeli serai di pasar dan hendak kita jadikan bibit, maka peluang hidup bibit ini adalah 60%. Terlebih, kita tidak bisa langsung menanam bibit tersebubt di tanah.

Kita rendam dahulu batang serai (sebaiknya jangan beli yang kering, belilah yang masih segar) ke dalam air yang kita campur dengan root up atau zat peranngsang akar. Setelah itu barulah kita tananam/semai di tempat yang teduh terlebih dahulu hingga benar-benar hidup dan mengeluarkan daun baru sebelum nantinya dipindahkan ke lahan pembesaran.

Media penyemaian untuk benih yang kita dapatkan dari pasar cukup dengan menggunakan campuran pupuk kandang dan tanah dengan perbadingan 1:1.

Wadah media semai ini bisa menggunakan pot/polybag atau apapun dan simpan media semai beserta serai yang kita semai di tempat yang teduh.

CARA PENANAMAN TANAMAN SERAI

Kalau kita dapat bibit dari petani artinya kita bisa langsung menanam bibit tersebut ke lahan kita, sementara jika kita mendapatkan bibit dengan cara membeli serai di pasar, maka kita harus menunggu dahulu bibit itu disemai dan mengeluarkan daun baru sebelum kita tanam di lahan pembesaran.

Disarankan untuk membeli bibit pada petani sereh sehingga kita bisa mendapatkan anakan sereh muda yang berkualitas.

Tanamlah dua batang serai pada tiap-tiap lubang bedengan yang masing-masing lubang ini berjarak sekitar 50 cm. nantinya, tiga bibit serai ini akan berubah menjadi rumpun serai dengan daun berjumbai-jumbai.

Jika kamu menanam serai dengan jarak terlalu dekat, kamu akan kesulitan untuk melakukan perawatan dan menjaga mutu tanaman ketika serai ini nantinya membesar.

CARA PENYULAMAN TANAMAN SERAI

Penyulaman dilakukan setelah satu atau dua minggu dari masa penanaman karena dikhawatirkan ada benih yang mati sehingga kita harus segera menggantinya agar nanti tanaman sereh bisa panen secara serempak.

CARA PENYIANGAN TANAMAN SERAI

Penyiangan bisa dilakukan setiap dua bulan sekali dengan mengecek tiap-tiap rumpun sereh dan mengambil batang sereh yang sudah tua atau mati sekaligus menggugurkan daun-daun sereh yang sudah mulai berwarna kuning atau kecoklatan.

CARA PERAWATAN TANAMAN SERAI

Perawatan serai ini mencangkup penyiraman, pencabutan gulma/rumput pengganggu dan pemupukan tambahan. Bisa dibilang tanaman ini tidak disukai hama karena kandungan minyaknya yang secara alami justru menolak hama. Tak jarang daun dari tanaman serai ini malah dijadikan pestisida alami pengusir hama.

Meskipun tanaman serai mampu bertahan di lahan yang panas, namun jika kamu memberi asupan air yang cukup, tanaman serai ini akan cepat menghasilkan banyak daun dan tunas-tunas baru.

Penyiraman baiknya dilakukan secara rutin dengan menyesuaikan tingkat kelembaban tanah. Pencabutan gulma bisa dilakukan setiap dua bulan sekali bebarengan dengan masa penyiangan.

Sementara pemupukan tambahan bisa ilakukan tiga bulan sekali setelah daun-daun sereh dipanen. Pupuk yang bisa digunakan adalah pupuk kandang atau pupuk cair organik dengan dosis sesuai takaran yang tertera di label produksi.

PROSES PEMANENAN TANAMAN SERAI

Ada dua jenis pemanenan serai, yakni dengan diambil seakar-akarnya atau hanya dipotong daunnya saja dengan meninggalkan batang bawah sepanjang kurang lebih 5 cm.

Umumnya, panen pertama dilakukan ketika sereh mencapai usia 5-6 bulan, setelah itu panen ke dua hingga ke 4 atau 5 dilakukan setiap tiga bulan sekali. Setelah panen yang kelima ini, baiknya kita lakukan penanaman awal lagi karena jika rumpun sereh terlalu banyak anakannya justru malah tidak produktif.

Panen ke lima ini atau panen terakhir dalam satu rangkaian fase panen sereh merupakan pemanenan dengan mencabut sereh hingga ke akar-akarnya. Batang sereh yang sudah kering bisa dibuang atau dijadikan pupuk, sementara batang sereh muda atau anakan bisa dijual ke pasar atau dijadikan bibit baru untuk penanaman selanjutnya.

PERAWATAN TANAMAN SERAI PASCA PANEN

Jika serai dipanen daunnya saja, setelah panen kamu harus merawat batang-batang serai yang masih tertanam di tanah dengan cara menyiram secara rutin dan memberikan pupuk tambahan. Pupuk ini bisa berupa pupuk cair organik ataupun pupuk kandang dengan cara menaburkan atau menyiramkan pupuk tersebut diarea sekitar rumpun sereh.

Panen sereh hingga panenan ke lima, sebaiknya kita tetap secara rutin melakukan penyiangan terutama pencabutan gulma pengganggu tanaman.

Setelah panen yang terakhir, saatnya kamu melakukan peremajaan lahan dengan cara menggemburkan ulang sekaligus memberikan tambahan pupuk kandang sehingga tanah untuk menanam sereh selalu gembur dan kaya unsur hara.

Kenapa warga rohingya diusir dari negaranya

  Warga Rohingya telah mengalami pengusiran dan diskriminasi di Myanmar selama beberapa dekade. Konflik terhadap etnis Rohingya bersumber da...