Tuesday, 18 June 2019

Batuk Kronis: Penyebab, Gejala, Obat, dan Pencegahan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

batuk-kronis-doktersehat

DokterSehat.com – Apa itu batuk kronis? Batuk kronis adalah batuk yang sudah berlangsung lebih dari 2 bulan pada orang dewasa atau 1 bulan pada anak-anak. Meski terlihat sepele, batuk kronis dapat membuat kelelahan dan menganggu waktu tidur Anda. Batuk kronis dapat menghilang begitu penyebabnya bisa diatasi. Simak penjelasan lengkap mengenai penyebab, gejala, obat batuk kronis, dll di bawah ini.

Penyebab Batuk Kronis

Karena batuk kronis bisa terjadi di segala usia, perlu Anda ketahui bahwa batuk kronis pada orang dewasa sering kali disebabkan oleh TBC atau kebiasaan merokok. Sementara pada anak-anak, batuk kronis sering disebabkan oleh asma.

Beberapa penyebab-penyebab umum dari batuk kronis termasuk asma, rinitis alergi, persoalan-persoalan sinus (contohnya infeksi sinus), dan pengaliran balik ke esophagus (esophageal reflux) dari isi-isi lambung.

Pada kejadian-kejadian yang jarang, batuk kronis adalah akibat dari penghisapan dari benda-benda asing kedalam paru-paru (biasanya pada anak-anak). Jika batuk kronis hadir melakukan prosedur x-ray adalah sesuatu yang penting.

Berikut adalah penyebab umum batuk kronis yang harus Anda kenali, di antaranya:

1. Merokok

Memiliki kebiasaan merokok adalah penyebab yang paling umum dari batuk kronis. Bahkan jika Anda hanya menjadi perokok pasif, Anda juga bisa terjangkit bronkitis kronis. Bronkitis kronis sendiri memiliki gejala batuk kronis yang dapat timbul dan biasanya akan berlangsung lama.

2. Asma

Penyebab batuk kronis berikutnya adalah terkait dengan penyakit asma. Asma sendiri adalah penyakit paru-paru kronis di mana saluran udara di paru-paru rentan terhadap inflamasi dan pembengkakan. Pemicu asma setiap orang berbeda-beda, ada yang dipicu oleh udara, asap rokok, pilek, makanan tertentu dan olahraga.

Sementara itu, beberapa penderita asma ada yang mempunyai batuk kronis sebagai gejala mereka satu-satunya. Kondisi ini sering kali dirujuk sebagai asma varian-batuk. Gejala-gejala asma dapat diperburuk oleh udara dingin, paparan polutan atau aroma minyak wangi.

3. Gastroesophageal reflux disease (GERD)

Gastroesophageal reflux disease adalah suatu penyakit dari kerongkongan dan lambung yang terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan akibat dari menurunnya fungsi katup. Gejala umum dari GERD adalah mulas, nyeri dada dan mengi. Selain itu, GERD sendiri merupakan penyebab umum dari berkembangnya batuk kronis.

4. Infeksi

Infeksi seperti bronkitis atau pneumonia dapat menyebabkan batuk kronis. Infeksi-infeksi sendiri dapat disebabkan oleh virus, bakteri atau jamur. Sementara itu, infeksi virus tidak merespon pada antibiotik.

Pada pasien dengan asma, batuk akut, dan kronis, infeksi-infeksi virus pernapasan bagian atas sering kali berakibat pada batuk yang berkepanjangan bahkan setelah infeksinya telah hilang.

5. Obat-obatan

Obat ACE inhibitor adalah obat yang umum digunakan untuk mengobati gagal jantung dan tekanan darah tinggi. Pada beberapa orang, batuk kronis dapat bertahan selama beberapa minggu setelah Anda berhenti minum obat ACE inhibitor.

Meski begitu, Anda tidak harus berhenti mengambil obat resep ini tanpa berkonsultasi dengan dokter. Konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan ACE inhibitor dan kaitannya dengan batuk kronis.

6. Pertusis

Pertusis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri dengan gejala pilek, sedikit demam dan batuk hebat yang bisa membuat sulit untuk bernapas. Dikenal kenal dengan sebutan batuk rejan, banyak orang yang pada tahap awal tidak mengalami demam–namun batuk kronis yang menyertainya bisa berlangsung berminggu-minggu.

7. Sinus

Jika Anda memiliki masalah sinus dan belum ditangani dengan baik, hal itu bisa menyebabkan lendir tersumbat dan tidak bisa dikeluarkan. Lendir bisa mengalir ke belakang tenggorokan dan memicu refleks batuk. Kondisi ini juga dikenal dengan upper airway cough syndrome (UACS).

8. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

Salah satu penyakit yang bisa menjadi penyebab batuk kronis adalah PPOK. PPOK umum terjadi ketika saluran udara dan kantung udara di paru-paru menjadi meradang atau rusak. Kondisi ini lebih sering terjadi pada mereka yang berusia di atas 45 tahun dan memiliki kebiasaan merokok.

Pada penderita PPOK, paru-paru akan menghasilkan lendir berlebih, yang kemudian secara refleks tubuh akan mencoba mengeluarkannya dengan batuk.

Gejala Batuk Kronis

Selain batuk kronis yang bisa berlangsung lama, gejala batuk kronis lainnya tergantung kepada penyebabnya. Gejala yang bisa menyertai batuk kronis di antaranya:

  • Sesak napas.
  • Ulu hati terasa nyeri.
  • Rasa pahit pada mulut.
  • Suara serak.
  • Dahak tenggorokan.
  • Sakit tenggorokan.
  • Pilek dan hidung tersumbat.

Jika batuk kronis disertai beberapa gejala seperti berikut, sebaiknya Anda harus segera menemui dokter, seperti:

  • Berkeringat di malam hari.
  • Berat badan menurun.
  • Rasa nyeri di dada.
  • Muncul demam.
  • Batuk darah.

Obat Batuk Kronis

Pada dasarnya, perawatan batuk kronis ditentukan oleh penyebabnya. Bagaimanapun, pasien-pasien mungkin memperoleh pembebasan simptomatik dari obat-obat batuk bebas resep yang mengandung guaifenesin atau dextromethorphan, minum air yang banyak, menghirup uap panas, dan menggunakan obat batuk yang berupa tablet (lozenges). Pada kasus-kasus yang parah dokter mungkin meresepkan codeine.

Berikut adalah beberapa penanganan yang sesuai dengan penyebabnya, seperti:

1. Asma

Bronchodilators dan steroid-steroid yang dihirup diberikan untuk mengurangi peradangan dari saluran-saluran udara. Pada beberapa kasus-kasus, steroid-steroid oral jangka pendek diresepkan.

2. Gastroesophageal reflux disease (GERD)

Perawatan termasuk menghindari makanan-makanan yang meningkatkan reflux (aliran balik), menghindari makan-makan sebelum berbaring, menaikan kepala ketika tidur, dan meminum obat-obat seperti famotidine (Pepcid), cimetidine (Tagamet), atau ranitidine (Zantac) untuk mengurangi keasaman lambung.

3. Sinus dan tetesan postnasal

Penggunaan decongestants seperti pseudoephedrine (Sudafed) atau antihistamines seperti diphenhydramine (Benadryl) mungkin memperbaiki gejala-gejala dari tetesan postnasal. Steroid-steroid hidung yang dihirup adalah sangat efektif dalam merawat rinitis alergi, penyebab yang umum dari batuk.

Sebagai tambahan, inhaler hidung lain seperti ipratropium bromide (Atrovent) dapat membebaskan tetesan postnasal. Antibiotik mungkin diresepkan jika penyebab yang ditentukan adalah sinusitis.

4. Infeksi

Pneumonia bakteri dan bronkitis secara khas dirawat dengan antibiotik seperti cephalosporins dan azithromycin (Zithromax). Jika pneumonia dekat pada dinding dada perdangan dari permukaan paru, hal itu dapat menyebabkan nyeri–dan dikenal sebagai pleurisy. Analgesik dapat digunakan untuk mengatasi hal ini.

Penekan-penekan batuk harus digunakan dengan hati-hati dalam situasi ini karena cara ini bisa ‘membersihkan’ paru dari lendir yang terinfeksi.

5. Konsumsi obat-obatan

Beberapa orang menggunakan obat batuk expectorant yang mengandung guaifenesin dalam mengurangi ketidaknyamanan. Adakalanya sulit untuk membedakan bronkitis virus dari bronkitis bakteri, dan antibiotik yang diresepkan.

Selain itu, obat-obatan yang lebih baru dari ACE inhibitor seperti obat-obat yang disebut ARB’s (Angiotensin receptor blockers), contohnya valsartan (Diovan), losartan (Cozaar), dapat digunakan sebagai alternatif karena mempunyai potensi yang lebih rendah untuk menyebabkan batuk kronis.

Pada beberapa kasus, asmatik-asmatik dapat menghasilkan lendir hijau yang terlihat terinfeksi. Dokter bisa memeriksakan lendir untuk menentukan apakah infeksi hadir.

Pencegahan Batuk Kronis

Selain dapat membantu meredakan gejala, beberapa langkah di bawah ini dapat dilakukan untuk mencegah batuk kronis:

  • Menghindari alergen atau bahan-bahan atau lingkungan yang mungkin menjadi pemicu gejala alergi di tubuh Anda.
  • Konsultasikan kembali dengan dokter mengenai manfaat dan risiko dari obat ACE inhibitor.
  • Jangan merokok, karena merokok adalah penyebab yang paling umum dari batuk kronis.
  • Bicara pada dokter anda tentang mengendalikan asma, hidung yang meler (postnasal drip), atau GERD anda untuk menghindari gejala-gejala batuk.
  • Jaga jarak dari orang-orang lain yang diketahui sakit bronkitis atau pneumonia.
  • Makan buah. Penelitian menyarankan bahwa diet-diet yang tinggi dalam serat buah dan flavonoids mungkin mencegah batuk produktif yang kronis.
  • Perbanyak minum air putih. Air putih membantu ‘menenangkan’ peradangan yang terjadi pada tenggorokan. Jika terdapat lendir, air putih juga membantu melancarkan sekresi pada tenggorokan.

Ketika seseorang sudah merasakan bahwa batuk kronis nya mengganggu aktivitas makan, tidur dan bekerja, mulailah untuk mengonsumsi obat pereda batuk. Tujuan obat pereda batuk agar penderita bisa beristirahat, makan dan bekerja dengan tenang meski hanya sementara.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Pemeriksaan Fisik, Apa Fungsinya untuk Kesehatan secara Menyeluruh?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

pemeriksaan-fisik-doktersehat

DokterSehat.Com -Salah satu kesalahan terbesar yang sering kita lakukan adalah hanya berobat atau memeriksakan kesehatan kalau kondisi tubuh sedang tidak baik. Kalau kondisi tubuh terlihat biasa saja, kita akan tidak acuh. Padahal pemeriksaan fisik juga harus dilakukan saat kita sedang sehat agar tidak muncul masalah yang mendadak dan membuat kita kebingungan.

Kenapa harus melakukan pemeriksaan fisik?

Tidak semua orang terbiasa dengan pemeriksaan fisik yang dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik secara menyeluruh. Banyak dari kita cenderung abai dan akan menyesal kalau muncul beberapa penyakit yang membuat mereka berjuang untuk menyembuhkannya.

Nah, mereka yang melakukan pemeriksaan fisik biasanya memiliki alasan yang cukup spesifik. Berikut beberapa alasan mengapa seseorang memutuskan untuk melakukan pemeriksaan fisik.

  • Mengecek ada atau tidaknya gangguan fisik atau gangguan medis lainnya yang akan menyebabkan gangguan pada tubuh jika dibiarkan. Biasanya gangguan inilah yang kerap muncul mendadak dalam kondisi sudah parah.
  • Mengetahui ada atau tidaknya gangguan kesehatan yang mungkin terjadi di masa depan. Terkadang gangguan tidak langsung muncul dan hanya terlihat dari perubahan fisik seseorang.
  • Bisa mengetahui perubahan yang terjadi pada tubuh seseorang. Perubahan yang dicatat adalah perubahan buruk yang kemungkinan gangguan di masa depan.
  • Untuk mengetahui apakah seseorang butuh pemeriksaan fisik lanjutan hingga pemeriksaan di laboratorium. Terkadang dari pemeriksaan atau tes fisik, kebutuhan itu baru terlihat.

Pemeriksaan kesehatan umum dan riwayat kesehatan

Pemeriksaan fisik yang dialami seseorang akan dilalui dengan melakukan wawancara medis dan melihat riwayat kesehatan. Hal ini dilakukan untuk memudahkan dokter atau pemeriksa melakukan pengecekan dengan lebih detail dan melakukan diagnosis dengan lebih tepat kalau ada masalah selama tes berjalan.

Sebelum tes dilakukan, perawat biasanya akan bertanya beberapa hal yang terdiri dari beberapa poin di bawah ini.

  • Penyakit yang pernah dialami sebelumnya dan penyakit yang sedang dialami.
  • Tindakan operasi atau prosedur serupa yang dialami sebelumnya.
  • Imunisasi yang pernah dialami saat masih kecil atau baru saja dilakukan. Kalau ada buku atau data terkait jenis imunisasi yang dilakukan akan jauh lebih baik lagi.
  • Berbagai jenis obat atau vitamin yang sedang dikonsumsi. Biasanya setiap memiliki obat personal yang berbeda-beda. Obat ini mungkin mempengaruhi fisik dan juga pemeriksaan.
  • Ada atau tidaknya tanda gangguan pada tubuh yang sedang muncul. Misal pusing atau nyeri di beberapa bagian tubuh. Gatal dan kesemutan juga merupakan tanda yang harus Anda ungkapkan.
  • Gaya hidup yang sedang dilakukan. Gaya hidup ini terdiri dari pola makan yang sedang dijalankan, jenis olahraga atau latihan, kehidupan seks, dan kemungkinan merokok dan minum alkohol.
  • Riwayat keluarga terkait jenis penyakit apa saja yang pernah dialami dan hingga kini masih ada. Beberapa penyakit yang menurun secara genetik akan menjadi pertimbangan saat melakukan pemeriksaan.

Pengambilan data awal sebelum pemeriksaan

Setelah sesi wawancara dilakukan, biasanya akan ada pemeriksaan dan pencatatan data awal. Dalam tahap ini, beberapa hal berikut akan dilakukan.

  • Pengukuran tinggi dan berat badan.
  • Pemeriksaan hidung, telinga, mulut, dan tenggorokan dengan menggunakan lampu.
  • Mengukur detak jantung dari beberapa tempat seperti pergelangan tangan, kaki, dan leher.
  • Mengecek refleks dari tubuh biasanya refleks di mata dan juga organ lain kalau diberi rangsangan.
  • Menggunakan stetoskop untuk mendengar detak jantung.
  • Memeriksa tekanan darah seseorang.
  • Memeriksa simpul limfa dan mencari abnormalitas di leher dan perut.

Jenis pemeriksaan fisik

Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan awal di atas, Anda akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik di bawah ini.

  1. Pemeriksaan kulit

Pemeriksaan kulit dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya sel kanker di permukaannya. Biasanya kutil atau tahi lalat akan menjadi perhatian utama. Dua hal itu bisa memicu munculnya kanker di kulit dan menyebar ke area sekitarnya. Pemeriksaan kulit biasanya tidak akan lama, kalau tidak ada gangguan, dokter tidak akan memberikan obat dan hanya memberikan saran perawatan saja.

  1. Pemeriksaan klinis payudara

Wanita sangat rawan sekali mengalami kanker payudara. Oleh karena itu, pemeriksaan fisik di area ini sangat disarankan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya benjolan di payudara. Kalau ada benjolan, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan melakukan pengobatan.

  1. Pemeriksaan panggul dan pap smear

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya bakal kanker serviks di dalam vagina. Kalau ada sel kanker setelah pemeriksaan pap smear dilakukan, biasanya akan ada penanganan agar kanker tidak jadi tumbuh atau menyebar.

  1. Pemeriksaan rektum secara digital atau langsung

Pemeriksaan ini banyak dilakukan pada pria. Kalau dalam pemeriksaan awal pria mengeluhkan adanya gangguan pada area penis hingga ke bokong, pemeriksaan digital harus dilakukan. Biasanya pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya gangguan di area prostat atau testis pria.

Berapa kali pemeriksaan fisik dilakukan?

Sebenarnya tidak ada anjuran untuk melakukan pemeriksaan fisik berapa kali agar kondisi tubuh selalu terjaga. Kalau Anda rentan sekali mengalami penyakit tertentu, mungkin pemeriksaan setahun sekali bisa dilakukan. Dengan pemeriksaan rutin, hal-hal yang berbahaya bisa dicegah.

Beberapa jenis pemeriksaan mungkin bisa dilakukan setiap beberapa tahun sekali. Misal pemeriksaan di dalam serviks atau pap smear biasanya dilakukan setiap 3-5 tahun sekali hingga usia 60-an tahun.

Demikianlah beberapa ulasan tentang pemeriksaan fisik yang harus Anda lakukan kalau ingin mencegah munculnya penyakit yang tidak dipikirkan sebelumnya. Selain itu kita juga bisa menjaga kondisi tubuh secara menyeluruh dan selalu sehat setiap saat. Pernahkah Anda mengalami pemeriksaan fisik sebelumnya?

 



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

15 Cara Mengatasi Bibir Kering (Mudah dan Efektif)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

cara-mengatasi-bibir-kering-doktersehat

DokterSehat.Com – Setiap orang pasti pernah mengalami kekeringan pada bibirnya. Kondisi bibir kering ini tentunya menyebabkan ketidaknyamanan, bukan? Ditambah lagi, bibir yang kering mengurangi estetika bibir sehingga secara tidak langsung turut memengaruhi tingkat kepercayaan diri. Lantas, apa penyebab bibir kering? Bagaimana cara mengatasi bibir kering yang benar dan efektif?

Penyebab Bibir Kering

Bibir adalah bagian tubuh yang tidak memiliki kelenjar minyak. Oleh sebab itu, bibir tidak dapat melakukan proses pelumasan secara alami.

Fakta ini menjadikan bibir rentan mengalami kekeringan dan juga pecah-pecah. Penyebab bibir kering atau pecah-pecah lebh dikarenakan minimnya tingkat kelembaban bibir yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti udara, kurang cairan, atau tubuh sedang dalam kondisi sakit. Selain itu, paparan sinar matahari juga turut menyebabkan bibir menjadi kering.

Cara Mengatasi Bibir Kering

Bibir kering tergolong masalah kesehatan ringan. Akan tetapi, kondisi ini sangatlah mengganggu, baik kenyamanan maupun penampilan bibir. Terlebih lagi jika bibir sudah sampai mengalami pecah-pecah, bukan tidak mungkin bibir menjadi rentan berdarah.

Berikut ini ada sejumlah cara mengatasi bibir kering yang bisa Anda lakukan guna mengobati kondisi bibir kering tersebut.

1. Lip Balm

Lip balm memiliki fungsi untuk melembabkan bibir. Tentunya tak salah memanfaatkan produk ini sebagai cara mengobati bibir kering yang Anda alami. Penggunaan lip balm lebih ditujukan untuk melindungi bibir dari paparan sinar matahari maupun udara panas dan kering, yang mana hal ini merupakan salah satu penyebab bibir kering paling umum.

2. Petroleum Jelly

Berfungsi sebagai pelembab kulit, produk pelembab petroleum jelly juga bisa Anda gunakan sebagai cara menghilangkan bibir kering. Petroleum jelly efektif dalam menjaga kadar kelembaban bibir agar tetap ideal. Pun, petroleum jelly disebut-sebut dapat mengatasi masalah bibir pecah-pecah berikut luka yang ditimbulkan.

Oleskan petroleum jelly pada permukaan bibir Anda secara merata. Lakukan cara mengatasi bibir kering ini secara rutin 1 – 2 kali sehari sampai bibir kering sembuh.

3. Madu

Madu sudah lama dipercaya bisa efektif untuk mengatasi pelbagai masalah kesehatan, dari yang ringan hinga serius sekalipun, tak terkecuali sebagai cara mengobati bibir kering. Madu adalah pelembab alami yang diklaim efektif membuat bibir senantiasa terjaga kelembabannya sehingga tidak mudah kering apalagi sampai pecah-pecah.

Tak hanya itu, madu juga diperkaya dengan zat-zat yang bersifat anti-bakteri. Hal ini tentu saja membuat madu dapat melindungi bibir dan juga mulut dari serangan bakteri jahat yang bisa menyebabkan masalah pada mulut.

4. Lidah Buaya

Lidah buaya (aloe vera) diperkaya oleh pelbagai zat alami yang membuatnya bermanfaat untuk mencegah dan mengobati masalah kesehatan, termasuk bibir kering.

Anda juga bisa menjadikan gel lidah buaya sebagai cara mengatasi bibir kering yang sedang dialami. Oleskan gel lidah buaya pada bibir sesaat sebelum tidur. Lakukan cara ini secara rutin sampai hasilnya terlihat.

5. Mentimun

Menggunakan mentimun juga menjadi cara menghilangkan bibir kering secara alami yang efektivitasnya sudah tidak perlu diragukan lagi.

Manfaat mentimun untuk mengobati bibir kering dan pecah-pecah tak lepas dari kandungan nutrisi dan vitamin di dalamnya, sebut saja vitamin C. Iris timun, kemudian olesi bibir Anda dengan irisannya tersebut secara perlahan. Diamkan selama kurang lebih 15 menit, kemudian bilas dengan air bersih. Lakkukan cara ini 2 – 3 kali sehari untuk hasil yang maksimal.

6. Tomat

Buah berwarna merah ini kaya akan air, vitamin A, vitamin C, likopen, dan sejumlah nutrisi penting lainnya. Atas dasar tersebut, tomat adalah alternatif obat bibir kering alami yang bisa Anda manfaatkan guna menghilangkan bibir kering maupun pecah-pecah.

Sama seperti poin sebelumnya, Anda hanya cukup memotong tomat menjadi beberapa irisan, kemudian oleskan irisan tersebut pada bibir secara merata. Tunggu selama kurang lebih 15 menit sebelum mencuci bibir dengan air bersih.

7. Lemon

Kandungan vitamin C dan air yang tinggi pada buah berkulit kuning ini sudah pasti sangat ampuh guna menghilangkan bibir kering dan pecah-pecah yang Anda alami.

Anda bisa mencampur lemon dan madu, kemudain mengoleskannya pada bibir secara merata sebanyak 2 – 3 kali dalam sehari.

8. Minyak Zaitun

Semua mungkin sudah tidak asing dengan pelbagai manfaat yang dimiliki oleh minyak zaitun. Minyak yang berasal dari ekstraksi buah zaitun ini ternyata juga bisa menjadi cara mengobati bibir kering yang efektif.

Kandungan asam lemak yang dimiliki minyak zaitun disinyalir menjadi alasan mengapa minyak ini cocok digunakan oleh Anda yang sedang mengalami bibir kering atau pecah-pecah. Pun, minyak zaitun membuat bibir senantiasa lembut dan memiliki tingkat kekenyalan yang ideal.

Oleskan minyak zaitun secara merata pada bibir Anda sebanyak 2 – 3 kali dalam sehari. Tunggu sekitar 15 menit, kemudian cuci bibir dengan air bersih.

9. Penuhi Asupan Cairan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, salah satu penyebab bibir kering adalah kurangnya asupan cairan pada tubuh. Akibatnya, tubuh mengalami dehidrasi yang berujung pada kondisi bibir tak terkecuali.

Jadi, cara agar bibir tidak kering sejatinya bisa Anda terapkan dengan senantiasa menjaga agar kebutuhan cairan harian tercukupi. Minumlah sekitar 8 – 10 gelas air putih setiap hari, terlebih lagi jika kebetulan banyak aktivitas di luar ruangan.

10. Konsumsi Makanan Bergizi

Mengonsumsi makanan bergizi juga menjadi cara mengatasi bibir kering yang paling efektif. Buah dan sayur—terutama yang mengandung vitamin C dan serat—adalah jenis makanan yang sudah selayaknya ada di dalam menu sehari-hari jika Anda ingin terhindar dari mengalami bibir kering, pun apabila sudah terlanjur mengalami bibir kering dan ingin mengobatinya.

11. Tidak Membasahi Bibir dengan Liur

Manakala mengalami bibir kering, umumnya Anda akan secara naluriah membasahi bibir dengan air liur, baik dengan cara menjilatinya dengan lidah, atau memasukkan bibir ke dalam mulut. Meskipun bibir menjadi basah, faktanya hal bukan merupakan cara mengatasi bibir kering yang benar, lho.

Membasahi bibir sebagai cara agar bibir tidak kering faktanya merupakan kegiatan yang tidak serta-merta membebaskan Anda dari masalah kesehatan yang satu ini. Pasalnya, air liur (saliva) memiliki sifat cepat menguap. Alih-alih bibir kering hilang, yang terjadi justru kondisi bibir kering dan bibir pecah-pecah menjadi bertambah parah.

12. Tidak Menggigit Bibir

Nah, Anda yang suka menggigit bibir juga baiknya hentikan kebiasaan tidak baik ini. Menghindari aktivitas menggigit bibir adalah cara agar bibir tidak kering. Pasalnya, menggigit bibir dapat menyebabkan rusaknya lapisan pelindung bibir, yang mana hal ini akan membuat bibir rentan mengalami kekeringan dan pecah-pecah.

13Tidak Menggunakan Lipstik Matte

Anda para wanita mungkin kerap menggunakan lipstik dengan warna matte. Pasalnya, lipstick jenis ini cenderung lebih tahan lama di bibir. Namun sayangnya, lipstik matte adalah lipstick yang tidak dilengkapi dengan pelembab. Alhasil, menggunakan lipstik ini berpotensi menyebabkan bibir menjadi kering.

Oleh sebab itu, cara agar bibir tidak kering yang juga sebaiknya Anda lakukan adalah dengan menghindari pemakaian lipstik matte ini. Kalaupun tetap ingin memakainya, pastikan saat membersihkan lipstik, gunakan pelembab bibir agar bibir tetap terhidrasi.

14. Hindari Pemicu Alergi (Alergen)

Khusus untuk Anda yang memiliki riwayat alergi, seperti alergi makanan atau bahan kimia tertentu, menghindari pemicu alergi (alergen) adalah cara agar bibir tidak kering yang bisa dilakukan. Pasalnya, alergen akan menyebabkan tubuh mengalami reaksi alergi, dan apabila reaksi alergi terjadi di area bibir dan mulut, hal ini dapat berakibat pada kondisi bibir kering.

15. Tidak Bernapas Melalui Mulut

Cara agar bibir tidak kering yang juga tak kalah penting adalah, tidak bernapas melalui mulut. Bernapas melalui mulut hanya akan membuat proses pengeringan bibir menjadi lebih cepat. Gunakanlah hidung yang memang sudah diciptakan sebagai saluran pernapasan utama tubuh.

Itu dia informasi mengenai cara mengatasi bibir kering yang perlu Anda ketahui. Bibir yang sehat dan menawan tentunya menjadi dambaan semua orang. Oleh sebab itu, jaga selalu kesehatan bibir Anda, ya. Semoga bermanfaat!



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Migrain pada Anak: Tanda, Penyebab, Penanganan, dll

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

migrain-pada-anak-doktersheat

DokterSehat.Com – Selama ini kita selalu menganggap kalau masalah migrain atau sakit kepala sebelah ini lebih banyak dialami oleh orang dewasa. Wanita yang sudah dewasa biasanya memiliki kemungkinan lebih besar mengalami masalah ini dibandingkan dengan pria. Sayangnya apa yang kita yakini itu tidak sepenuhnya benar. Gangguan sakit kepala sebelah juga bisa dialami oleh anak.

Seberapa umum migrain terjadi pada anak?

Sebenarnya migrain cukup umum terjadi pada anak meski tidak semua anak mengetahui apa yang terjadi. Bagi mereka nyeri di kepala sama saja karena membuat tubuh jadi tidak nyaman. Berikut persentase kasus migrain yang muncul pada rentang usia tertentu.

  • Usia di bawah tujuh tahun terjadi sebanyak 2,5% kasus.
  • Usia 5-15 tahun terjadi sebanyak 10% kasus.
  • Usia 15-19 tahun terjadi sebanyak 28% kasus.

Dari data yang terjadi di atas, kita bisa membuat sebuah dugaan kalau semakin tinggi usia dari anak, kemungkinan terkena migrain akan semakin besar. Apalagi anak-anak sudah masuk masa puber dan terjadi kenaikan hormon dengan signifikan.

Tanda migrain pada anak

Kalau Anak-anak mengalami migrain, gejala yang akan muncul ada banyak. Gejala di bawah ini bisa saja muncul semuanya atau sebagian saja. Kenali dan ajarkan pada anak agar tahu apa yang terjadi pada dirinya.

  • Mulai muncul nyeri di salah satu bagian dari kepala atau bilateral. Setelah anak mulai dewasa dan memasuki usia 20 tahun, nyeri yang ada di kepalanya akan mulai memiliki pola yaitu di satu sisi saja.
  • Sakit kepala yang muncul di kepala bervariasi. Namun, apa yang dirasakan oleh anak-anak seperti ada tekanan atau denyutan yang sangat kuat di salah satu sisi kepala.
  • Mual dan muntah kalau rasa nyeri di kepala sudah sangat intens dan tidak bisa diatasi lagi.
  • Mulai sensitif dengan cahaya yang terlalu terang. Kalau berada di luar ruangan saat siang hari, anak tidak akan merasa kuat. Bahkan, di dalam ruangan yang terang pun mereka bisa saja pusing.
  • Sensitif dengan suara yang dia dengar. Semakin besar suara yang didengar, dia akan semakin pusing dan tidak tahan.
  • Sensitif dengan aroma yang sangat kuat. Aroma yang sangat kuat bisa membuat rasa pusing semakin tidak tertahankan.
  • Muncul nyeri perut yang sangat intens. Nyeri ini hanya akan muncul kalau anak mulai mengalami pusing. Kalau kondisi kepala sedang normal, rasa nyeri di perut tidak akan muncul.
  • Mulai muncul aura sebelum migrain muncul. Aura yang muncul akan menyebabkan gangguan penglihatan, otot jadi lemah, dan gangguan beberapa alat gerak.
  • Mengalami vertigo.
  • Apa yang dilihat seperti memiliki bayangan dan terlihat ganda.
  • Telinga akan muncul dengungan yang sangat mengganggu.

Penyebab migrain pada anak

Secara umum, migrain lebih banyak dialami oleh mereka yang memiliki riwayat dari keluarganya. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, anak akan memiliki pemicu sendiri yang membuat kondisi migrain muncul dan membuat mereka menjadi tidak nyaman.

  • Stres yang cukup intens. Biasanya masalah pekerjaan di sekolah yang mengganggu atau kesulitan mengikuti pelajaran membuat Anda rentan mengalami migrain.
  • Perubahan suhu atau cuaca yang cukup drastis. Misal dari kondisi yang sangat dingin menjadi sangat panas dari siang hingga sore hari.
  • Dehidrasi juga menyebabkan kondisi migrain muncul dengan mudah. Pastikan anak-anak membawa bekal minum saat mereka ke sekolah agar saat haus mereka bisa segera menenggaknya hingga habis.
  • Sulit tidur setiap malam dan waktu tidurnya mengalami penurunan. Anak dengan kondisi ini akan mudah sekali mengalami migrain setiap harinya.
  • Mengalami lapar yang berlebihan. Kalau anak mengalami lapar mereka akan mudah sekali pusing. Itulah kenapa beberapa anak yang susah makan harus diberi vitamin agar nafsu makannya meningkat.

Cara mengatasi migrain pada anak

Penanganan migrain pada anak-anak biasanya disesuaikan dengan usia, berapa kali mengalami migrain, dan tingkat rasa sakitnya.

Biasanya obat anti nyeri sering diberikan untuk meredakan rasa sakit yang berlebihan di kepala. Selanjutnya, penanganan juga harus memperhatikan ada atau tidaknya kondisi medis tertentu yang dimiliki oleh anak-anak.

Selain obat yang digunakan untuk mengatasi pusing yang berlebihan, anak juga butuh obat yang digunakan untuk mengatasi mual yang berlebihan. Beberapa obat untuk mual juga akan diberikan untuk membuat mereka jauh lebih nyaman.

Lakukan pengecekan kesehatan anak di dokter agar diberi resep yang sesuai. Jangan asal memberikan obat migrain yang tersedia di pasaran karena bisa saja memberikan efek samping.

Cara mencegah migrain pada anak

Kalau Anda tidak mau anak-anak mengalami migrain dan kehidupan hariannya mengalami gangguan, minta mereka untuk melakukan beberapa poin di bawah ini dengan baik.

  • Mengubah gaya hidup dengan baik dan tidak malas-malasan di rumah. Ajak anak untuk mulai berolahraga agar tubuhnya menjadi lebih sehat dan aliran darah di tubuh berjalan dengan lancar.
  • Hindari makanan yang bisa memicu rasa pusing atau tidak nyaman di tubuh. Beberapa makanan yang harus dihindari adalah gorengan, makanan cepat saji, apa pun yang memiliki lemak berlebihan dan minuman soda.
  • Selalu mengenali tanda-tanda migrain yang dimiliki tubuh. Dengan mengetahui sejak awal, kondisi yang parah bisa dicegah.
  • Mulai tidur dengan teratur agar siklus circadian tidak mengalami perubahan.

Inilah beberapa ulasan tentang migrain yang terjadi pada anak-anak dan gejalanya yang muncul. Dengan memahami beberapa ulasan di atas, kita akan tahu bagaimana menangani kondisi sakit kepala sebelah ini dengan baik dan mengajarkan anak bagaimana cara untuk menghindari gangguan kepala yang sangat menyakitkan ini.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Daging Unggas Vs Daging Merah, Mana yang Lebih Sehat?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

ayam-goreng-doktersehat
Photo Source: Flickr/T.Tseng

DokterSehat.Com– Jika kita membicarakan tentang penyebab kolesterol tinggi, hal pertama yang akan terpikirkan biasanya adalah pola makan yang tidak sehat. Sebagai contoh, jika kita hobi makan daging, risiko terkena masalah kesehatan ini akan meningkat. Hanya saja, kebanyakan orang menganggap daging merah sebagai penyebab utama peningkatan kolesterol. Lantas, apakah daging unggas seperti daging ayam yang sering kita konsumsi tidak akan menyebabkan masalah kesehatan ini?

Dampak makan daging unggas bagi kadar kolesterol

Pakar kesehatan menyebut ada sebagian orang yang sengaja menghindari daging merah seperti daging sapi atau daging kambing dan memilih untuk makan daging unggas demi mencegah kolesterol. Masalahnya adalah jika kita terlalu sering mengonsumsi daging unggas, risiko terkena kolesterol tinggi sebenarnya hampir sama jika kita terlalu sering makan daging merah.

Dr. Ronald Krauss yang berasal dari Children’s Hospital Oakland Research Institute, California, Amerika Serikat melakukan penelitian dengan rekan-rekannya untuk mengetahui hal ini. Mereka melibatkan 113 partisipan dengan kondisi tubuh yang sehat. Para partisipan ini dicek kebiasaan makannya sehari-hari. Hanya saja, para partisipan ini tidak boleh mengonsumsi alkohol atau suplemen vitamin selama penelitian.

“Di awal penelitian, kami berasumsi bahwa konsumsi daging merah jauh lebih buruk bagi kadar kolesterol tubuh dibandingkan dengan konsumsi daging putih, namun kami justru menemukan fakta lain,” terang dr. Krauss.

Para peserta menerapkan tiga pola makan yang berbeda. Ada yang mengonsumsi daging sapi, ada yang mengonsumsi daging ayam atau kalkun, ada yang mengonsumsi makanan tinggi protein non-daging (olahan kedelai atau kacang-kacangan). Setiap diet diubah setelah empat minggu dan setiap kali menjalankan program diet baru, mereka harus menjalani tes darah.

Hasil dari penelitian ini adalah, diet mengonsumsi daging merah dan daging unggas sama-sama meningkatkan kadar kolesterol jahat. Meski terlihat mengejutkan, para ahli menyebut di dalam daging unggas juga terdapat lemak jenuh seperti pada kulit daging ayam atau bagian berlemak lainnya. Hal inilah yang bisa memicu kolesterol tinggi.

Melihat fakta ini, kita memang harus cermat dalam memilih makanan, termasuk dalam hal mengonsumsi daging-dagingan jika memang tidak ingin terkena masalah kolesterol tinggi.

Dampak makan daging ayam terlalu sering

Dari berbagai macam daging unggas yang bisa kita konsumsi, daging ayam cenderung lebih sering kita makan dibandingkan dengan jenis daging lainnya. Masalahnya adalah, terlalu sering mengonsumsinya juga bisa membahayakan kesehatan.

Berikut adalah beberapa dampak kesehatan yang bisa didapatkan jika terlalu sering makan daging ayam.

  1. Bisa memicu sakit kepala

Kebanyakan daging ayam yang dijual di pasaran adalah ayam negeri atau ayam boiler. Ayam-ayam ini sayangnya dipelihara dengan mendapatkan berbagai jenis obat-obatan dan suntikan kimia. Bahkan, pakan ayam negeri juga memiliki kandungan kimia yang bisa saja memicu datangnya sakit kepala atau gangguan kesehatan lainnya jika masuk ke dalam tubuh.

  1. Memiliki kandungan karsinogen

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, daging ayam boiler cenderung rentan terpapar bahan kimia. Masalahnya adalah bisa jadi bahan kimia ini bersifat karsinogen atau bisa menyebabkan datangnya kanker.

  1. Bisa menyebabkan gangguan pencernaan

Jika tidak diolah dengan baik, maka daging unggas bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Hal ini disebabkan oleh adanya bakteri atau kuman yang bisa menyebabkan datangnya masalah kesehatan tersebut.

  1. Bisa mengganggu sistem kekebalan tubuh

Salah satu kandungan yang sering disuntikkan pada daging ayam negeri adalah antibiotik. Tujuan dari hal ini sebenarnya adalah agar ayam tidak mudah sakit. Masalahnya adalah kandungan ini bisa mengendap di dalam daging ayam yang kita konsumsi dan akhirnya mengganggu sistem kekebalan tubuh dengan signifikan.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

7 Makanan yang Bisa Tingkatkan Risiko Asam Urat

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

makanan-pemicu-asam-urat-doktersehat

DokterSehat.Com– Jika membicarakan tentang penyakit asam urat, biasanya kita akan langsung menuding jeroan atau makanan laut sebagai penyebabnya. Memang, kedua jenis makanan ini tinggi kandungan purin yang bisa menyebabkan peningkatan risiko terkena asam urat, namun pakar kesehatan menyebut ada beberapa makanan lain yang sering kita konsumsi dan bisa menyebabkan datangnya masalah kesehatan ini.

Makanan yang Bisa Menyebabkan Asam Urat

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa jenis makanan lainnya yang tanpa disadari juga bisa menyebabkan peningkatan risiko terkena penyakit asam urat.

Berikut ini beberapa makanan yang bisa menyebabkan asam urat dan perlu dihindari:

  1. Melinjo

Biji melinjo sering kita temukan di olahan makanan layaknya sup atau sayur asem. Selain itu, olahannya juga bisa dijadikan keripik atau emping. Meski rasanya sedikit pahit, banyak orang yang suka dengan olahan biji melinjo sehingga bisa memakannya dalam jumlah yang banyak.

Masalahnya adalah jika makan 100 gram saja olahan biji melinjo, kita sudah mendapatkan sekitar 100 hingga 150 mg purin. Jumlah ini tentu sangat tinggi dan bisa menyebabkan penumpukan zat asam urat di dalam tubuh. Jika kita termasuk sering mengonsumsi olahan biji melinjo ini, maka risiko untuk terkena penyakit asam urat bisa meningkat dengan signifikan.

  1. Kacang hijau

Sebenarnya, kacang hijau termasuk dalam makanan yang paling baik bagi kesehatan. Selain tinggi protein, kacang hijau juga tinggi kandungan serat yang akan memberikan manfaat bagi organ pencernaan. Sayangnya, mereka yang sudah berusia lanjut atau yang sudah menderita asam urat ternyata sangat tidak direkomendasikan untuk mengonsumsinya.

Memang, kandungan purin di dalam kacang hijau masih tergolong sedang, bukannya tinggi, namun karena rasanya cukup nikmat, banyak orang yang mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak. Jika sampai hal ini terjadi, maka asupan purin bisa menjadi berlebihan dan akhirnya mempengaruhi risiko terkena penyakit asam urat.

  1. Kacang mete

Salah satu camilan yang paling digemari banyak orang ini ternyata juga bisa meningkatkan risiko penyakit asam urat jika terlalu sering dikonsumsi. Apalagi jika kacang mete ini diolah dengan cara digoreng atau ditaburi garam sehingga rasanya menjadi lebih gurih.

Selain kandungan purin di dalamnya yang berada di level sedang, keberadaan garam dan lemak jahat yang muncul setelah digoreng membuat tubuh lebih rentan mengalami peradangan dan peningkatan risiko terkena penyakit asam urat.

  1. Roti manis

Kebanyakan orang lebih suka dengan roti manis dibandingkan dengan roti gandum yang lebih sehat. Padahal, selain tinggi kandungan kalori atau gula, bisa jadi roti manis memiliki kandungan purin yang tinggi. Terlalu sering mengonsumsinya tentu akan meningkatkan risiko terkena penyakit asam urat dengan signifikan.

  1. Hati ayam

Hati ayam termasuk dalam jeroan, makanan penyebab utama penyakit asam urat. Jika hati ayam juga diolah dengan cara yang tidak tepat seperti dengan digoreng, diberi tambahan tepung, atau dijadikan olahan santan, tak hanya risiko terkena asam urat yang akan naik, melainkan juga risiko terkena masalah kolesterol tinggi.

  1. Udang

Meski ukurannya kecil, udang termasuk dalam makanan dengan kadar purin yang sangat tinggi. Mengonsumsinya terlalu sering tentu bisa meningkatkan risiko terkena penyakit asam urat. Bahkan, udang cenderung tinggi kolesterol sehingga bisa membahayakan kesehatan jantung.

7. Cumi

Cumi juga termasuk dalam makanan laut yang tinggi kandungan purin sehingga tidak terlalu sering dikonsumsi.

Meski makanan-makanan ini rasanya enak, sebaiknya kita batasi konsumsinya demi mencegah datangnya masalah asam urat.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Monday, 17 June 2019

Terungkap! Ternyata Sakit Kepala Bukan Tanda Awal Hipertensi

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

cara-menghilangkan-sakit-kepala-doktersehat
Image by Robin Higgins from Pixabay

DokterSehat.Com– Banyak orang yang menduga jika sakit kepala yang mereka idap adalah tanda dari masalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Bahkan, ada orang yang langsung mengonsumsi mentimun atau minum obat penurun tekanan darah demi mengatasi hal ini. Padahal, menurut pakar kesehatan, sakit kepala belum tentu menandakan bahwa tekanan darah sedang tinggi.

Kaitan antara sakit kepala dengan hipertensi

Memang, beberapa kasus menunjukkan bahwa sakit kepala terkait dengan hipertensi, namun pakar kesehatan menyebut sekitar 70% dari total kasus sakit kepala disebabkan oleh hal-hal yang tidak diketahui dan tidak selalu terkait dengan tekanan darah tubuh.

Faktanya, hanya 5 persen pengidap hipertensi yang mengeluhkan sakit kepala. Hal ini berarti, kita tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa sakit kepala yang dialami sebagai tanda dari tekanan darah tinggi.

Hipertensi seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas

Pakar kesehatan menyebut hipertensi sebagai masalah kesehatan yang tergolong sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam. Hal ini berarti, masalah kesehatan ini cenderung tidak menunjukkan gejala yang jelas hingga akhirnya memicu komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, atau masalah kesehatan lainnya. Karena alasan inilah kita diminta untuk rutin memeriksa tekanan darah demi mencegahnya.

Jika sampai tekanan darah naik dengan signifikan dan kita tidak mengubah gaya hidup untuk mengatasinya, maka risiko untuk terkena berbagai masalah kesehatan akan meningkat. Bahkan, bisa jadi hal ini bisa menyebabkan kematian mendadak.

Sekitar 90 persen penderita hipertensi diketahui tidak mengalami gejala apapun. Bahkan, kebanyakan kasus kesehatan ini ditemukan secara tidak sengaja saat melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan lainnya. Masalahnya adalah hal ini membuat banyak orang baru menyadarinya saat tekanan darah sudah dalam level berbahaya.

Pakar kesehatan menyarankan orang-orang dengan kondisi sehat di usia lebih dari 18 tahun untuk memeriksakan tekanan darahnya tiga hingga lima tahun sekali. Sementara itu, orang-orang dengan usia lebih dari 40 tahun setidaknya melakukan pemeriksaan tekanan darah satu tahun sekali demi membantu mencegah datangnya hipertensi.

Gejala hipertensi yang harus diwaspadai

Hipertensi seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas sehingga membuat pengidapnya tidak benar-benar menyadarinya. Hanya saja, sebagian orang ada yang bisa mengalami perubahan pada kondisi tubuhnya saat tekanan darah meningkat hingga lebih dari 120/80 mmHg.

Berikut adalah beberapa gejala hipertensi yang umum dialami:

  • Mengalami sakit kepala yang intens
  • Gangguan penglihatan menjadi lebih buram
  • Mengalami sensasi nyeri pada dada
  • Mengalami sesak napas
  • Perubahan denyut jantung menjadi tidak teratur. Bahkan bisa jadi hal ini akan menyebabkan sensasi berdenyut pada dada, leher, dan telinga

Jika kita sudah mengalami beberapa gejala di atas, tak ada salahnya untuk memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter demi memastikan penyebab pastinya dan segera mengatasinya.

Tips Menurunkan Tekanan Darah

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan tekanan darah. Sebagai contoh, kita harus mengubah pola makan menjadi lebih sehat dengan memperbanyak asupan serat dari sayur dan buah dan menurunkan asupan makanan berlemak seperti daging-dagingan atau gorengan.

Jika perlu, kita juga sebaiknya menurunkan asupan garam dan minuman berkafein mengingat kedua kandungan ini bisa meningkatkan tekanan darah dengan signifikan. Kita juga harus berhenti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol karena gaya hidup ini juga sangat buruk bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Tekanan darah juga bisa diturunkan dengan rutin berolahraga atau lebih aktif bergerak. Hal ini disebabkan oleh sirkulasi darah yang akan menjadi jauh lebih lancar.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Kenapa warga rohingya diusir dari negaranya

  Warga Rohingya telah mengalami pengusiran dan diskriminasi di Myanmar selama beberapa dekade. Konflik terhadap etnis Rohingya bersumber da...