Thursday, 13 January 2022

TEKNIK BUDIDAYA JAMBU BIJI SUPAYA BERBUAH CEPAT



Menanam jambu biji sebenarnya bukanlah perkara yang sulit mengingat tanaman ini memiliki toleransi yang cukup tinggi terhadap lingkungan di wilayah tropis. Jambu biji memiliki begitu banyak varietas dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Maka tidaklah heran jika banyak kalangan yang ingin berlomba-lomba untuk membudidayakan jambu biji.

Jambu biji dapat dibudidayakan melalui perkembangbiakan vegetatif dan generatif. Perkembangbiakan secara vegetatif dilakukan dengan mencangkok ataupun okulasi, sedangkan generatif dilakukan dengan menanam biji. Untuk menghasilkan tanaman jambu biji yang lebih kuat dan berbuah lebat disarankan untuk menanam dari biji. Lebih lanjut dalam artikel ini akan fokus untuk membahas cara menanam jambu biji dari biji.

1. Pemilihan Bibit Unggul Jambu Biji


Jambu biji memiliki beranekaragam varietas. Tentunya, untuk memilih bibit jambu biji Anda harus menentukan terlebih dahulu varietas jambu biji yang ingin Anda tanam di pekarangan rumah Anda.

Setelah Anda memutuskan jenis jambu biji yang Anda ingin tanam, maka Anda perlu memilih buah jambu biji yang berkualitas sebagai upaya untuk mendapatkan biji yang juga berkualitas. 

Berikut adalah tips untuk memilih jambu biji.

  1. Pilihlah buah yang berasal dari tanaman induk.
  2. Pastikan buah sudah matang langsung di pohon, dengan ciri-ciri: kulit buah berwarna hijau kekuningan, lunak, dan aroma khas jambu biji sudah mulai tercium.
  3. Pilihlah buah jambu biji yang berukuran besar dan berat, dimana hal ini mengindikasikan bahwa kuantitas biji yang terkandung di dalamnya juga banyak.
  4. Hindari memilih buah yang sudah jatuh ataupun pecah.
Jika Anda sudah mendapatkan buah jambu biji yang berkualitas, maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan biji dari buah jambu biji agar siap untuk disemai. Bagaimana cara memperoleh biji buah tersebut? Dan bagaimana proses persiapan biji buah jambu biji yang baik?

Mari kita ulas sedikit untuk langkah-langkahnya!
  1. Siapkan satu buah jambu biji
  2. Kupas buah jambu biji dan ambil bijinya
  3. Cuci biji buah pada air yang mengalir hingga bersih
  4. Rendam biji selama 3 – 6 jam dengan air
  5. Buanglah biji-biji yang mengambang
  6. Ambil biji-biji yang tenggelam
  7. Simpanlah biji selama satu hari
Setelah mempersiapkan bibit unggul jambu biji, selanjutnya mari kita cari tahu bagaimana cara menanam jambu biji dengan baik.

2. Persiapan Media Tanam


Jika Anda sudah siap dengan biji buah yang akan ditanam, maka langkah selanjutnya dalam tata cara menanam jambu biji adalah menyiapkan media tanam untuk penyemaian.

Media tanam yang digunakan dalam tahap ini bertujuan untuk menumbuhkan bibit buah dari biji. Untuk melakukan penyemaian, maka siapkanlah alat dan bahan berikut ini.
  • Pot atau polybag yang telah dilubangi di bagian bawahnya
  • Tanah
  • Pasir
  • Pupuk organik, seperti pupuk kompos atau pupuk kandang
  • Cetok
  • Air secukupnya
Jika Anda alat dan bahan yang digunakan untuk menyemai bibit sudah lengkap, maka proses menanam sudah bisa untuk dilakukan.

3. Penyemaian


Dalam menanam jambu biji secara generatif atau dari biji, proses penyemaian menjadi hal yang cukup penting. Penyemaian dilakukan untuk merangsang biji buah untuk tumbuh dengan media mikro. Hal ini juga bertujuan agar bibit baru terhindar dari hama penyakit ataupun hewan pengganggu jika dibiarkan langsung ditanam di tanah.

Oleh karena itu, lakukanlah proses penyemaian di tempat yang aman dan strategis sehingga Anda dapat memantau pertumbuhan biji buah secara berkala. Penyemaian untuk benih jambu biji dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut, yaitu.
Campurkan pasir, tanah, dan pupuk kompos dengan perbandingan 2:1:1
  1. Masukkan campuran ke dalam pot atau polybag sebanyak ¾ bagian
  2. Biarkan selama dua minggu
  3. Letakkan biji di bagian atas campuran tersebut
  4. Tutupi dengan pasir
  5. Siramlah dengan air secukupnya
  6. Pantaulah pertumbuhan tunas jambu biji tersebut
  7. Jangan lupa untuk melakukan penyiraman secara berkala
  8. Jagalah media tanam agar tetap lembap
Jika penyemaian berhasil, maka tunas akan dapat tumbuh dalam jangka waktu 20 – 30 hari. Sekitar 2 – 4 bulan kemudian bibit akan mencapai ketinggian kurang lebih 5 – 10 cm. Pada masa inilah bibit sudah dianggap siap untuk dipindahkan ke lahan yang permanen. Persiapan lahan permanen harus sudah disiapkan terlebih dahulu agar pemindahan bibit dapat dilakukan di waktu yang tepat.

4. Persiapan Lahan

Sembari menunggu bibit jambu biji tumbuh, lakukanlah persiapan lahan. Lahan yang dimaksud adalah lahan permanen yang digunakan untuk menanam jambu biji. Anda dianjurkan untuk menyiapkan lahan mulai dari dua minggu sebelum proses pemindahan bibit. 

Berikut adalah proses persiapan lahan jambu biji.
  1. Pilihlah lahan yang gembur, di area terbuka yang terkena sinar matahari secara langsung
  2. Bersihkanlah tanah dari bebatuan dan rumput-rumput liar yang sekiranya dapat mengganggu pertumbuhan tanaman
  3. Galilah lubang sedalam 20 – 30 cm
  4. Buatlah bedengan di sekitaran lubang dengan tinggi 30 cm dan lebar kurang lebih 3 meter sebagai penunjang saluran air untuk tanaman
  5. Masukkan pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak ¾ bagian
  6. Biarkan lubang dengan pupuk selama dua minggu untuk mengupayakan kondisi tanah lebih stabil dan layak tanam
BACA JUGA POSTINGAN LAINNYA SEPERTI :

5. Pemindahan Bibit Jambu Biji


Setelah lubang dibiarkan dengan pupuk selama dua minggu, saatnya untuk melakukan pemindahan bibit. Adapun beberapa langkah yang dapat diikuti untuk memindahkan bibit jambu biji ke lahan permanen adalah sebagai berikut.
  • Jika Anda menggunakan polybag, robeklah polybag.
  • Angkatlah tanaman dari pot atau polybag
  • Pastikan tanah ikut terangkat dan tidak hancur
  • Pindahkan ke media permanen dengan meletakkan di dalam lubang tanam
  • Pastikan posisi batang tanaman tegap lurus
  • Tutupi dengan tanah dan padatkan
  • Siram dengan air secukupnya
6. Penyiraman


Seperti halnya tanaman pada umumnya, tanaman jambu biji juga membutuhkan pasokan air yang cukup untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Tidaklah cukup jika hanya menyiram tanaman ini saat pemindahan bibit saja. Alangkah baiknya jika penyiraman dilakukan setiap hari secara rutin sebanyak dua kali.

Anda disarankan untuk melakukan penyiraman secara rutin pada pagi dan sore hari. Waktu yang dianjurkan pada pagi hari adalah mulai dari pukul 7 hingga 9, sedangkan waktu yang dianjurkan saat sore hari adalah pada pukul 3 hingga 5 sore. Selain dari waktu tersebut, janganlah melakukan penyiraman.

Kuantitas air juga perlu diperhitungkan. Jambu biji tidak akan mampu bertahan jika mendapat pasokan air yang terlalu banyak atau tergenang air dalam waktu yang lama. Hal ini akan menyebabkan pembusukan tanaman jambu biji berlangsung dengan lebih cepat. Untuk itu metode penyiraman juga perlu diperhatikan dalam merawat tanaman jambu biji. Meskipun terlihat sepele, beberapa hal berikut terkait proses menyiram, harus diperhatikan.
  • Siramlah tanaman secara perlahan dengan air sedikit demi sedikit.
  • Jangan sampai ada air yang menggenang di atas media tanam.
  • Pastikan drainase atau saluran air pada tanaman sudah dibuat dengan baik.
  • Jika menggunakan pot atau polybag, pastikan sudah dilubangi di bagian bawahnya.
  • Jika langsung menanam pada media tanah, pastikan untuk membuat bedengan.
7. Penyiangan dan Penggemburan Tanah

Penyiangan merupakan salah satu cara yang perlu dilakukan untuk menunjang pertumbuhan tanaman jambu biji dengan melindungi tanaman pokok dari tanaman-tanaman liar di sekitarnya. Tanaman jambu biji yang langsung ditanam di lahan tanah akan jauh lebih berisiko dikelilingi oleh tanaman liar jika dibandingkan penanaman yang dilakukan di pot.

Tanaman liar atau gulma akan menyerap nutrisi dalam tanah, yang kemudian akan berdampak pada tingkat nutrisi yang diserap oleh tanaman pokok. Jika nutrisi dalam tanah terbagi, maka pertumbuhan jambu biji pun tidak akan optimal.

Penyiangan atau pemberantasan gulma sebaiknya dilakukan secara berkala. Hal ini sudah dapat dipantau sejak 2 minggu setelah bibit dipindahkan ke media tanam permanen. Anda bisa memberantas gulma dengan menggunting, mencangkul, ataupun mencabutnya dengan tangan.

Di samping melakukan penyiangan, disarankan juga untuk melakukan penggemburan tanah secara berkala. Pantaulah keadaan tanah di sekitar tanaman jambu biji. Penggemburan tanah dapat membantu sirkulasi udara sehingga secara tidak langsung mampu menunjang pertumbuhan tanaman jambu biji dengan optimal.

8. Pemupukan

Pemupukan pada tanaman jambu biji juga perlu dilakukan sebagai upaya untuk mempercepat pertumbuhan tanaman jambu biji. Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan secara berkala.
Berikan pupuk pada saat usia tanaman belum menginjak satu tahun. Pada fase ini, campuran pupuk yang baik untuk diberikan adalah pupuk kandang, TSP, Urea, dan ZK. Taburkanlah pupuk tersebut di area sekeliling tanaman jambu biji.
Fase kedua adalah saat tanaman jambu biji berusia 1 – 3 tahun (biasanya sudah melewati masa berbuah sebanyak dua kali), pupuk yang disarankan untuk diberikan adalah pupuk NPK dan TSP. Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan dalam jangka waktu tiga bulan sekali.
Di atas usia tiga tahun, pemberian pupuk hanya dilakukan jika tanaman dirasa tubuh kurang sempurna. Pada fase ini disarankan untuk memberikan pupuk kandang, TSP, dan NPK.

9. Proses Panen Jambu Biji

Setelah tiga tahun masa tanam, maka proses panen pun sudah dapat dilakukan. Sebelum memanen, pastikan buah yang dihasilkan sudah matang. Perhatikanlah ciri-ciri berikut untuk menentukan bahwa buah jambu biji sudah siap untuk dipanen.
  • Kulit buah berwarna hijau kekuningan dan mengkilap
  • Mengeluarkan aroma khas jambu biji
  • Tekstur buah lunak
Ketika buah jambu biji Anda memenuhi tiga ciri-ciri tersebut, maka Anda sudah diizinkan untuk memanen. Panen dapat dilakukan dengan memetik dan memotong tangkai jambu biji dengan alat potong seperti pisau atau gunting.

Pasca panen, Anda masih dapat memelihara tanaman jambu biji tersebut karena tanaman ini masih mampu menghasilkan buah di periode berikutnya. Tentunya, perawatan juga harus tetap dijalankan. Pemangkasan terhadap ranting-ranting yang sudah terlalu panjang atau tua juga dianjurkan untuk dilakukan guna merangsang pertumbuhan ranting baru.

Menanam Jambu Biji dalam Pot

Berikut adalah cara menanam jambu biji dalam pot yang dapat Anda praktikkan secara langsung di rumah dengan motede mudah.
  1. Siapkan bibit jambu biji, dapat berupa biji maupun potongan batang (metode stek).
  2. Campurkan tanah, pasir, dan pupuk organik (kompos/kandang), dengan perbandingan 2:1:1.
  3. Masukkan campuran ke dalam pot yang telah dilubangi di bagian bawahnya.
  4. Buatlah lubang di bagian tengah media tanam.
  5. Jika berupa biji, cukup diletakkan saja. Jika berupa potongan batang (metode stek), tancapkan dengan posisi tegap lurus.
  6. Tutupi dengan tanah dan padatkan.
  7. Siram dengan air secukupnya.
  8. Letakkan di tempat yang terbuka dan terkena sinar matahari
Jadi, begitulah cara menanam jambu biji dalam pot.

Syarat Tumbuh Tanaman Jambu Biji

Jambu biji merupakan tanaman yang dapat dikatakan mudah untuk tumbuh di berbagai tempat. Hanya saja kualitas buah yang dihasilkan serta kecepatan pertumbuhan tanaman akan berbeda di satu tempat dengan tempat yang lain. Ada beberapa karakteristik lingkungan yang disukai oleh tanaman jambu biji untuk tumbuh.
  1. Iklim tropis
  2. Kondisi angin yang kencang untuk membantu penyerbukan
  3. Curah hujan 1000-2000 mm/tahun
  4. Suhu udara 23-28 derajat celcius
  5. Kelembapan udara rendah (udara kering dan sedikit mengandung upa air)
  6. Tanah gembur dan kaya nitrogen
  7. Jenis tanah liat berpasir
  8. Ketinggian tempat berkisar 5-1200 mdpl

Wednesday, 12 January 2022

CARA PENGENDALIAN HAMA PERUSAK PADA TANAMAN TOMAT



Hama merupakan hal yang paling ditakutkan oleh petani tomat. Pasalnya hama dapat mengganggu pertumbuhan tomat. Akibatnya jika tanaman tomat diserang oleh hama adalah tanaman tomat dapat saja tidak berproduktivitas tinggi lagi atau bahkan tanaman tomat dapat saja mati.

Hama dapat menyerang tanaman tomat bukan karena tidak ada sebab. Penyebab dari adanya hama adalah karena gulma tidak pernah disiangi atau dibersihkan.

Selain itu, genangan air yang diakibatkan dari penyiraman yang terlalu berlebihan juga menjadi penyebab dari serangan hama.

1. Kutu daun thrips tomat


Ciri-ciri dari kutu daun thrips adalah memiliki panjang 1 mm dan berwarna hitam. Kutu daun thrips ini menyerang bagian daun tanaman. Akibatnya proses fotosintesis pada tanaman akan terganggu karena proses fotosintesis terganggu atau bahkan terhenti.

Kutu daun thrips menghisap cairan pada daun tanaman. Tanda-tanda dari serangan kutu daun thrips adalah daun tanaman akan berubah warna menjadi putih. Serangan yang sudah parah akan mengakibatkan daun menjadi kering dan lama kelamaan akan mati.

Bagaimanakah cara membasmi hama kutu daun thrips ini?

Cara mengendalikannya adalah dengan cara menyemprotkan cairan insektisida sesuai dengan dosis. Sedangkan untuk pencegahan serangan hama ini adalah dengan membersihkan gulma disekitar tanaman tomat karena kutu daun thrips kebanyakan berlindung pada gulma.

2. Ulat buah tomat


Ulat buah tomat ini menyerang bagian daun, bunga, dan buah tanaman tomat. Ciri-ciri dari hama ulat buah tomat adalah memiliki panjang tubuh sekitar 3 cm.

Warna tubuh dari ulat ini adalah cokelat hingga hitam. Tubuhnya diselubungi oleh bulu-bulu halus. Yang akan terjadi jika ulat buah tomat ini menyerang salah satu bagian tanaman seperti buah tomat adalah munculnya lubang yang mengelilingi buah. Lama kelamaan buah tomat akan mengalami infeksi dan terjadi busuk lunak.


BACA JUGA :

Pengendalian ulat buah tomat ini dapat dilakukan dengan memasang perangkat yang memiliki cahaya ultraviolet, membunuh telur beserta ulatnya, dan membersihkan tanaman liar di sekitar tanaman tomat.

3. Kutu daun aphis hijau pada tomat


Kutu daun aphis hijau lebih sering disebut dengan kutu hijau. Ciri-ciri dari kutu hijau adalah memiliki panjang tubuh 2 mm. Warna tubuhnya adalah cokelat hingga hitam.

Kutu daun hijau ini biasanya menyerang bagian bawah daun tanaman tomat. Tanda-tanda dari serangan kutu daun hijau adalah tanaman menjadi kerdil, daun menjadi jelek dan mengeriting. Lama kelamaan daun menjadi rapuh dan akhirnya rontok. Kutu hijau merupakan penyalur virus. Itu berarti tanaman tomat akan terserang penyakit virus.

Penyakit virus termasuk penyakit yang dapat mematikan. Apabila kutu daun hijau ini tidak segera dibasmi, maka akan mengakibatkan tanaman menjadi mati.

Kutu hijau ini dapat dikendalikan dengan menjaga kebersihan areal budidaya dari tanaman inang. Selain itu, juga dapat dilakukan dengan penyemprotan akarisida berbahan aktif abamectin.

4. Ulat Tanah (Agrotis ipsilo Hufn)


Serangan hama ini di tandai dengan terpotongnya tanaman pada bagian pangkal batang yang akan menyebabkan tanaman menjadi mati dan rusak.

Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan melakukan sanitasi kebun atau lahan selain itu juga dapat dengan melakukan peyemprotan dengan insektisida sesuai dengan dosis.

5. Lalat Buah (Bactrocera sp)


Hama ini berukuran sekitar 8 mm denga warna tubuh hijau kehitaman dan memiliki sayap tranparan. Sedangkan saat belatung muda berwarna putih dan kekuningan jika menjelang dewasa pada daging tomat.

Tomat yang terserang hama ini akan mengalami pembusukan dan terdapat belatung di dalamnya.


Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara melakukan pengolahan dengan cara yang baik dan benar, membuat perangkap, namun jika sudah terlanjur terserang dapat dilakukan pemetikan tomat lalu membakarnya agar tidak menyebar pada buah yang lainnya.

6. Ulat Grayak ( Spodoptera liture F )


Tanaman tomat yang terserang hama ini di tandai dengan permukaan daun atas akan berlubang dan tulang daun akan rusak sehingga daun tidak beraturan atau tidak rata.

Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara melakukan pemangkasan daun yang terserang atau dengan cara melakukan penyemprotan dengan insektisida sesuai dengan dosis.

Sunday, 9 January 2022

PANDUAN SAMBUNG PUCUK (TOP GRAFTING) PADA TANAMAN

Membuat bibit tanaman dengan cara vegetatif (tanpa melalui proses perkawinan = aseksual) adalah salah satu cara untuk mempertahankan kualitas genetik Pohon Induk tanaman buah yang telah diketahui mempunyai sifat-sifat unggul : berumur genjah, produktivitas tinggi dengan kualitas buah prima, tahan atau toleran terhadap serangan hama dan penyakit tanaman, tahan kekeringan, bibit turunan klonalnya mempunyai daya adptasi tinggi di berbagai lokasi tanam, dan lain sebagainya.

Salah satu kendala yang dihadapi jika membuat bibit sambung adalah lamanya waktu tunggu untuk mendapatkan batang bawah (rootstock) siap sambung yang biasanya memerlukan waktu berkisar antara 6 hingga 24 bulan, tergantung jenis tanaman dan keperluan pembuatan bibitnya. Beberapa penangkar bahkan menunggu batang bawah tumbuh membesar hingga berumur 2 tahun sebelum akhirnya disambung untuk memperoleh bibit cebol yang diharapkan cepat berbunga dan berbuah, karena entres disambung pada batang bawah berumur cukup "tua".

Pada beberapa jenis tanaman buah seperti mangga, alpukat, durian, dan jeruk misalnya, dimungkinkan untuk disambung pada saat umur batang bawah masih sangat muda, berkisar antara 4 hingga 10 minggu pasca semai biji dan biji memunculan batang utama. Penyambungan pada saat batang bawah masih berumur sangat muda ini dikenal dengan istilah "Mini Grafting", dengan beberapa keuntungan sebagai berikut : efisien dari sisi waktu tunggu batang bawah yang lebih singkat, penyatuan batang atas dengan batang bawah (kompatibilitas) yang lebih baik karena titik sambungan umumnya belum berkayu, pertumbuhan yang relatif lebih seragam dan terkontrol dengan baik, serta lebih memudahkan dalam pemeliharaan bibit pasca penyambungan berhasil. Kekurangan jika menggunakan cara ini adalah variabilitas ukuran diameter batang bawah yang beragam karena umur yang masih sangat muda, penyesuaian dan pemilihan ukuran diameter entres yang relatif sulit karena entres umumnya harus berdiameter kecil sementara entres harus diambil dari pohon besar yang tunas ujung umumnya berukuran lebih besar, relatif mudah terjadi memar batang pada saat penyambungan karena jaringan batang bawah yang lebih lunak akibat belum berkayu.

Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam proses sambung dini (contoh pada tanaman mangga), disertai keterangan dan tips agar proses sambungan berjalan lancar dan mengsilkan bibit baru berkualitas prima. Cara sambung dini ini juga dapat dilakukan pada tanaman buah lainnya seperti pada tanaman alpukat (Persea americana), durian (Durio sp.), dan Jeruk (Citrus sp.) :


Siapkan batang bawah berupa tanaman yang ditumbuhkan dari biji (lihat postingan sebelumnya tentang cara membuat batang bawah). Contoh batang bawah pada postingan ini adalah seedling mangga berumur 4 minggu. Dari pengamatan kami, mangga jenis pakel/bacang (Mangifera foetida), kuini/kweni (Mangifera odorata), maupun beberapa varietas dari species Mangifera indica yang mempunyai keping lembaga dalam biji berukuran besar, sangat layak dijadikan batang bawah, seperti : varietas chinhuang, mahathir, khiojay, serta banyak varietas mangga lokal berbiji besar lainnya


Pilih dan siapkan entres (batang atas) dari mangga terpilih, tunas ujung harus cukup umur dengan daun yang sudah berkembang sempurna dan berada dalam keadaan dorman (keadaan istirahat, tanpa ada tanda-tanda akan muncul tunas baru ). Rompes semua daun dengan cara menggunting daun dan menyisakan tangkai daun sepanjang 5 hingga 10 milimeter. Perompesan daun pada tunas ujung dilakukan 2 - 3 minggu sebelum penyambungan dilakukan, bertujuan untuk merangsang pertumbuhan mata tunas menjadi bunting, baik itu mata tunas di bagian ujung maupun mata tunas di bagian ketiak daun yang dirompes daunnya.


Tentukan titik pada bagian batang bawah yang akan dipotong dan disambung dengan batang atas, dengan mempertimbangkan ukuran diameter batang bawah dan diameter entres agar diperoleh kesesuaian yang paling baik, agar proses penyambungan dan penyatuan berlangsung dengan cepat.



Potong batang bawah pada titik yang telah ditentukan menggunakan gunting pangkas yang tajam dan bersih, jika tidak terdapat gunting pangkas seperti contoh di atas, gunakan pisau tajam yang bersih dan lakukan dengan tindakan sekali potong. Hindari pemotongan yang berulang-ulang agar tidak terjadi "memar" pada batang muda yang nantinya akan mengakibatkan kegagalan penyambungan.


Tampilan batang bawah yang telah terpotong dengan rapi


Belah ujung batang bawah pada bagian tengah (jika ukuran diameter entres sama persis dengan ukuran diameter batang bawah), atau pada bagian agak pinggir (jika ukuran diameter entres lebih kecil dibandingkan dengan ukuran diameter batang bawah. Penyesuaian bidang belah ini sangat penting agar kambium pada kedua sisi dapat melekat satu sama lain dengan baik


Potong pangkal entres membentuk huruf "V" atau bentuk "baji", cukup dengan sekali iris pada masing-masing sisi. Sekali lagi, hindari pengirisan pangkal entres yang berulang-ulang untuk mencegah pemendekan entres akibat diiris/dipotong berkali-kali, juga agar lapisan kambium tidak terlalu lama terkontaminasi udara luar yang mengakibatkan lapisan kambium tersebut akhirnya mengering dan menggagalkan proses penyambungan pada tahap berikutnya.


Masuk dan sisipkan entres pada belahan batang bawah dengan hati-hati. Jika ternyata diameter entres lebih kecil, pepetkan salah satu sisi entres ke salah satu sisi batang bawah, ke kiri atau ke kanan saja (bukan pas di bagian tengah). Proses penyambungan akan berhasil jika jaringan kambium entres bertemu dengan jaringan kambium batang bawah, meski hanya bertemu pada satu sisi saja.

Ini adalah tahap yang paling menentukan keberhasilan penyambungan dan penyatuan entres dengan batang bawah pada kondisi di mana diameter ukuran entres dan batang bawah yang berbeda. Hal tersebut bisa dihindari jika ukuran diameter keduanya adalah sama.

Jepit erat titik sambungan dengan jari tangan agar entres stabil dan tidak berpindah-pindah posisi.


Ikat titik sambungan dengan potongan plastik PE yang tipis dan lentur sambil ditarik memutar ke arah atas mengikuti arah putaran jarum jam, meliliti seluruh bidang permukaan di titik sambungan. Jangan menarik ikatan terlalu kuat agar tidak terjadi "memar" batang bawah atau entres pada bagian titik sambungan.

Pilih plastik PE (polietilen) yang tipis dan lentur atau gunakan "wrapped plastic" yang biasa digunakan sebagai pengemas makanan atau buah di supermarket. Iris dengan ukuran 2x6 centimeter menggunakan cutter yang tajam agar bagian pinggir plastik tetap halus. Jika bagian pinggir plastik kasar atau bergelombang, maka plastik akan sangat mudah putus saat plastik tersebut ditarik.


Tampilan titik sambungan yang telah diikat sempurna dengan tali plastik PE


Kerudungi entres dengan plastik es mambo sebagai alat untuk menyungkup, tanpa perlu diikat bagian bawahnya. Plastik penyungkup ini berguna untuk menjaga kestabilan iklim mikro sekaligus mengurangi evapotranspirasi (penguapan akibat proses pernafasan entres) sehingga entres dapat mempertahankan kesegaran dan kehidupannya selama proses penyambungan dan penyatuan tersebut berlangsung


Sertakan label keterangan varietas yang disambung serta tanggal penyambungan dilakukan.



Tampilan bibit keseluruhan pasca proses penyambungan telah selesai.

Letakkan bibit di tempat terbuka tanpa naungan sama sekali, namun jika ragu terhadap tingginya intensitas penyinaran matahari maupun intensitas curah hujan, bibit dapat diletakkan di bawah naungan paranet dengan intensitas naungan maksimum 20% (80% sinar matahari dapat menembus naungan paranet).

Jaga kelembaban media tanam, siram media tanam dengan teratur dan beri pupuk secukupnya dalam bentuk kocoran air siraman. Larutkan pupuk NPK 25-7-7 sebanyak 1 sendok teh ke dalam 2 liter air dan kocorkan sebanyak 100 cc larutan pupuk ke media dalam polybag/pot kecil, ulangi setiap minggu selama proses penyambungan berlangsung.

Jika dalam waktu 2 minggu entres tetap berwarna hijau segar, 50% proses penyambungan dikatakan berhasil. Tunggu hingga sambungan berumur 4 minggu sebelum akhirnya plastik penyungkup ditarik dan dilepaskan seluruhnya.


Jika proses penyambungan dilakukan dengan benar, mata tunas pada entres mulai akan tumbuh pada umur 2 hingga 3 minggu pasca penyambungan yang akan diikuti oleh pertumbuhan tunas menjadi daun yang berlangsung dengan cepat


Tunas yang tumbuh tersebut akan berkembang menjadi daun sempurna 7 hingga 10 hari kemudian.
Selama proses pertumbuhan dan perkembangan mata tunas menjadi daun sempurna ini, bibit harus berada di tempat yang teduh dengan intensitas naungan 70% (maksimum hanya 30% sinar matahari yang lolos mengenai bibit) untuk memastikan tidak ada mata tunas, calon daun, atau entres yang mengering setelah plastik sungkup dilepaskan. Jika entres atau calon tunas kemudian mengering, maka proses penyambungan telah gagal. Hal seperti ini lebih disebabkan karena faktor evapotranspirasi yang berlangsung sangat cepat, sementara penyambungan entres dan batang bawah belum sempurna sama sekali.


Dua minggu pasca mata tunas tumbuh, akan berkembang menjadi daun sempurna dan menjadi bibit baru hasil sambung dini dengan metode sambung pucuk.

Seminggu kemudian setelah daun terbentuk sempurna, jemur bibit baru tersebut di bawah sinar matahari penuh. Jangan lupa untuk memberi air siraman dan pemupukan secara teratur dalam bentuk kocoran air siraman, tetap dengan pupuk NPK 25-7-7 serta dosis pupuk yang sama namun frequensi yang lebih jarang, yakni diulang setiap 2 minggu sekali.


Di beberapa kasus, ditemukan tunas pecah dan menyembulkan calon daun hanya beberapa hari setelah proses penyambungan selesai (antara 7 hingga 14 hari pasca penyambungan). Pada kasus seperti ini, segera lepaskan plastik penyungkup dan letakkan bibit pada tempat dengan naungan 90% (hanya 10% sinar matahari yang dapat mengenai daun secara langsung). Hal ini harus dilakukan agar daun bisa berkembang sempurna pada kondisi intensitas penyinaran matahari yang rendah.


Secara pelahan daun akan tumbuh dan berkembang sempurna karena tidak dibatasi oleh ruang tumbuh yang sempit dan terbatas dalam sungkup plastik, sekaligus menghindari daun yang mengering sebagai akibat proses evapotransiprasi yang terlalu tinggi. Daun akan mengering dan biasanya akan diikuti oleh jaringan entres yang juga mengering apabila plastik sungkup dibuka namun bibit tetap dibiarkan berada di bawah penyinaran sinar matahari penuh, ini terjadi karena proses evapotranspirasi yang berlangsung sangat tinggi sementara penyatuan sambungan entres dan batang bawah belum berlangsung secara sempurna.


Daun akan terus tumbuh dan berkembang dengan sempurna (dalam kondisi ternaungi).


Daun yang telah tumbuh sempurna 5 minggu pasca penyambungan, dapat segera diletakkan di bawah sinar matahari langsung agar tumbuh dan berkembang dengan lebih cepat.


6 minggu pasca penyambungan akan terbentuk jaringan "kalus" persis di pertemuan antara jaringan kambium entres dengan jaringan kambium batang bawah. Biarkan plastik pengikat hingga proses peyambungan berlangsung selama 8 hingga 10 minggu sebelum akhirnya ikatan plastik harus dipotong dan dibuka. Jangan membiarkan ikatan plastik terlalu lama, melebihi 10 minggu karena ikatan plastik tersebut akan mencekik batang dan menghambat pertumbuhan bibit selanjutnya.


Ikatan plastik pada titik sambungan yang telah dibuka dan dilepas, akan memacu pertumbuhan jaringan kalus di titik penyambungan antara entres dan batang bawah.


penyatuan yang sempurna antara entres dengan batang bawah, 3 bulan pasca penyambungan, dan pada kondisi seperti ini, bibit telah siap untuk ditanam di lahan maupun dibesarkan terlebih dahulu sebagai bahan tanam untuk tabulampot (tanaman buah dalam pot)

Friday, 7 January 2022

METODE INI BISA MEMBUAT TANAMAN BUAH CEPAT BERBUNGA

https://tipspetani.blogspot.com/

Sebagai pecinta tanaman buah, sangat senang sekali jika tanaman yang kita tanam cepat berbuah, nah ini saya akan membagikan tipsnya supaya tanaman buah sperti pohon mangga, rambutan atau jenis lainnya.

Mohon menjadi catatan ini syarat utamanya, Cari atau beli bibit tanaman buah yang cangkokan paling cepat berbuah karena mendapat sifat dari induknya, jadi mirip kloning induknya tapi dibuat miniaturnya. akan tetapi kalau tidak bisa berbunga dan berbuah lakukan dengan teori berdasarkan pengalaman berikut ini :

Metode pertama agar tanaman cepat berbuah

Keluarkan Getah Pohon Mangga sebanyak-banyaknya dengan membuat Sayatan selebar 2cm melingkar pada batang pohon Mangga atau pohon buah lainnya, lakukan sayatan seperti kalau kita mau mencangkok, sehingga getahnya banyak yang keluar, SAYAT & KUPAS batang pohon tersebut selebar 2-3 cm melingkar diatas permukaan tanah 5cm.
dijamin pasti lebat buahnya.

Mangga adalah buah musiman, jadi buat guratan melingkar pada batang pohon pada saat musim Mangga (saat ini anda bisa mencoba karena tepat musimnya bulan Juli Agustus 

Setelah itu disekitar pohon tersebut dibuatkan kubangan melingkar diameter 1 Meter untuk menampung air, setelah dua hari timbun sayatan tersebut dengan tanah setelah getah sudah banyak yang keluar. dan jangan lupa dipupuk juga dengan pupuk organik or unorganik (pupuk kimia/NPK) atau jenis lainnya yang untuk bunga/bakal buah, bisa ditanyakan pada toko yang jualan pupuk disekitar rumah anda.

Fakta membuktikan, sebetulnya Hal ini saya lakukan dengan tidak sengaja karena awal mulanya/tujuan utama saya waktu itu mau mencangkok pohon tersebut sebanyak 2 batang, seminggu kemudian batang yang mau saya cangkok batangnya tumbuh bunga, sedangkan batang lainnya tidak berbunga, nggak jadi dech dicangkok... akhirnya saya coba sayatan di batang paling bawah pada pohon tersebut sekitar 3-5 cm diatas permukaan tanah.

Wow luar biasa, setelah kurun waktu 2 (dua) minggu lamanya, luar biasa sekarang bunganya dan sudah menjadi bakal buah, padahal pohon mangga ini sudah empat tahun lebih tidak pernah berbuah. Sejak 3 tahun yang lalu hanya sekali saja berbuah. 

Metode Kedua agar tanaman cepat berbuah

Kira-kira 3-5cm dari permukaan tanah, batang utama dibor dengan diameter sebesar pensil. Ingat, bor ini sampai tembus ya, kemudian diisi dengan kayu atau pensil kayu. atau sayatan bambu dibentuk bulat panjang.

Pada prinsipnya ini sama dengan membuat guratan tadi, tapi lebih effisien, karena cairan akan keluar dari tekanan akar yang lebih daripada guratan. Ini menstimulasi kembang / bunga.

Metode Ketiga agar tanaman cepat berbuah

Pohonnya dipaku. Tusuk POHON DENGAN PAKU dan biarkan disitu. 
Selain batangnya dilukai (kurang efektif hasilnya), bisa juga dipupuk NPK sebulan sekali pupuknya dibenamkan di tanah dengan jarak sekitar 20 cm dari batang utama, dengan kedalaman sekitar 10 cm, lalu disiram air agar pupuk cepat diserap tanaman. dan dibuatkan kubangan melingkar dibatang/pohon tersebut untuk menampung air. Selamat Mencoba.

Thursday, 6 January 2022

CARA MEMANFAATKAN KULIT DURIAN SEBAGAI PUPUK TANAMAN


Meskipun kulit durian sering dianggap sebagai limbah karena dibuang begitu saja, tapi siapa sangka kalau kulit buah berduri ini punya manfaat menakjubkan untuk tanaman. Kulit buah durian rupanya dapat menyehatkan tanah dan menyuburkan tanaman. Ini tidak lain karena kulit durian mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tanaman untuk menunjang pertumbuhan dan produktivitasnya.

Kulit durian bermanfaat untuk tanaman kalau wujudnya begini. Namun, kulit durian tidak serta merta menyediakan zat makanan untuk menyuburkan tanaman. Kulit yang berduri ini akan berguna untuk tanaman jika sudah diubah

bentuknya, dari wujudnya berduri dan organis, menjadi butiran-butiran halus yang dikenal dengan pupuk kompos. Bisakah kulit durian diolah menjadi menjadi pupuk kompos? Orang-orang tempo dulu, sebelum majunya dunia pertanian, ‘menyerahkan’ kulit durian kepada alam untuk menjadi tanah yang bernutrisi. Lalu, setelah berbulan-bulan diproses oleh mikroorganisme, baru diambil untuk memupuk tanaman

Kulit durian bahan baku pupuk kompos 
Kita cukup paham bahwa pupuk kompos berasal dari proses penguraian bahan organik berupa sisa-sisa tanaman atau hewan. Misalnya, sampah daun-daunan diolah menjadi pupuk kompos. Atau, sisa seperti kotoran kambing diubah menjadi kompos, dan lainnya. Itu artinya apa? Kulit durian juga sebagai bahan organik, atau salah satu sisa tanaman, yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk membuat pupuk tanaman, yaitu pupuk kompos. Akan tetapi, agar proses fermentasi kulit durian berlangsung sedikit lebih cepat, perlu ada perlakuan khusus seperti menggunakan bioaktivator dan campuran bahan lainnya. 

Kulit durian relatif lama terdekomposisi, mengapa? 
Tapi, mengapa banyak orang lebih cenderung tidak memilih kulit durian untuk membuat pupuk organik? Jawabnya macam-macam, ada yang bilang ribet banyak durinya, busuknya lama, ‘gak tau punya manfaat untuk tanaman, dan lain sebagainya. Memang betul proses pembusukan kulit buah durian cukup lama. Sebab, kandungan senyawa karbon dalam kulit durian cukup tinggi. Seperti sudah diamati oleh para pakar dengan kacamata sains, dalam kulit durian terdapat kandungan selulosa lebih dari 50%. Selain itu, ada juga lignin dan pati dalam kulit durian, namun kadarnya rendah berada pada kisaran 5%. Mencermati kandungan zat-zat tersebut di atas, maka kalau dalam istilah pengomposan, kulit durian memiliki kandungan C/N yang relatif tinggi. Tingginya kandungan C/N, maka bisa dibilang wajar-wajar saja kalau proses perombakan/dekomposisi bahan organik kulit durian oleh mikroba, butuh waktu yang relatif lama.

Kompos kulit durian banyak unsur hara esensial untuk tanaman Ketika kulit durian sudah diolah menjadi pupuk kompos, tentu saja unsur-unsur hara sudah tersedia dan siap untuk dikonsumsi oleh tanaman. Dan nilai C/N-nya juga sudah rendah atau berada di bawah nilai 20. Nilai C/N tersebut menunjukkan standar pupuk organik atau sebuah ukuran pupuk organik yang sudah memenuhi syarat sehingga dapat diaplikasikan untuk pupuk tanaman. Dalam pupuk kompos kulit durian bukan saja ada nitrogen (N), namun mengandung sejumlah unsur-unsur hara esensial lainnya yang tentu saja bermanfaat untuk tanaman. Bahkan, kandungan C-organik dalam kompos tersebut, dapat meningkatkan aktivitas mikroorganisme dan kesuburan tanah Nah, kalau Anda suka makan durian, kumpulin mulai sekarang kulitnya untuk bahan pembuatan pupuk kompos. Kalau masih kurang, Anda dapat kumpulkan kulit durian dari pedagang durian. Biasanya, kalau musim durian tiba, jumlahnya amat banyak.

Cara mengolah kulit durian menjadi pupuk kompos agar bermanfaat untuk tanaman 

1. Anda siapkankan dulu bahan-bahan untuk membuat kompos

Beberapa bahan yang perlu Anda siapkan sebelum memulai meracik kompos kulit durian seperti berikut ini. Kumpulkan kulit durian sebanyak-banyaknya (sesuai kebutuhan untuk pupuk tanaman sendiri atau untuk komersial). Kulit durian dihancurkan terlebih dulu dengan mesin pencacah kompos agar ukuran bahan menjadi lebih kecil. Kalau tidak punya mesin, gunakan alat pemotong lain yang mudah Anda gunakan. Untuk bahan pendukung, Anda siapkan juga pupuk kandang yang sudah matang kira-kira 10% dari jumlah total bahan yang akan dikomposkan. Sebagai aktivator perombak kulit durian, Anda siapkan EM4. Sebagai acuan, 1 liter EM4 untuk 1 ton pembuatan pupuk kompos. Selain EM4, gula merah sebanyak ½ kg perlu juga Anda siapkan. Setelah itu, Anda larutkan gula merah dengan air panas, kemudian biarkan sampai suhunya turun. Setelah dingin, campurkan EM4 dengan larutan gula merah dan tambahkan air secukupnya untuk menyiram bahan kompos nantinya.

2. Siapkan juga alat-alat untuk pengomposan kulit durian 

Berikut ini beberapa peralatan untuk mendukung proses produksi kompos kulit durian. Anda buat kotak kayu dengan ukuran disesuaikan dengan jumlah bahan. Atau, Anda bisa buat galian lubang pada tanah. Namun, pastikan tempat tersebut harus terlindungi dari hujan dan sinar matahari langsung. Terpal plastik untuk menutup bahan-bahan yang sudah diracik untuk proses pengomposan. Pengaduk, bisa berupa cangkul/skrup/alat pengaduk lainnya. Gembor untuk menyiram tumpukan bahan kompos. Atau, alat siram lain seperti gayung atau sprayer kalau tidak ada gembor.

Langkah-langkah membuat kompos kulit durian

  1. Gelarkan terpal plastik
  2. Tumpukkan kulit durian yang sudah dicacah di atas terpal plastik
  3. Tambahkan pupuk kandang ke tumpukan bahan kulit durian
  4. Campurkan pupuk kandang dan kulit durian secara merata
  5. Siramkan bahan tersebut dengan larutan EM4 yang telah dilarutkan dengan gula sebelumnya. Siram secukupnya saja, jangan sampai becek. Tandanya, Anda genggam bahan, jika digenggam tidak menetes air, dan jika dilepaskan tidak mengumpal.
  6. Masukkan ke dalam wadah kotak kayu atau lubang tanah. Lalu, tutup dengan terpal plastik di atasnya.
  7. Kontrol temperatur jangan sampai terlalu panas. Untuk itu, Anda mesti membuka penutup dan membalik-balikkan bahan kompos setiap 3-5 hari sekali. Jika sangat kering, Anda perlu menyiram kembali dengan larutan EM4. Siram secukupnya saja.
  8. Anda sudah dapat mengambil pupuk kompos ketika sudah terdekomposisi secara sempurna, kira-kira dalam waktu 1,5 – 2 bulan.
Angin-anginkan pupuk kompos durian agar suhu menurun. Setelah itu, Anda sudah dapat menggunakan pupuk kompos tersebut untuk memupuk tanaman. Jika butiran kompos masih kasar, Anda dapat menghaluskan kembali dengan menggunakan mesin penggiling/penghalus kompos. Ayak dengan alat pengayak atau mesin pengayak kompos agar diperoleh butiran kompos yang seragam. Usai sudah uraian manfaat kulit durian untuk tanaman. Kulit durian ternyata bisa diolah menjadi kompos sehingga dapat dimanfaatkan untuk memupuk tanaman. Jadi, kalau sudah diolah, kulit durian bukan lagi limbah , tetapi menjadi ‘mutiara’ yang cukup tinggi nilai tambah
sc : https://pupuklahan.blogspot.com/

Tuesday, 4 January 2022

BUAH DELIMA MERAH DAPAT MENCEGAH BEBERAPA PENYAKIT BERBAHAYA



Kandungan zat penting pada tumbuhan delima merah (Punica granatum) sangat berperan dalam menangkal sejumlah penyakit berbahaya seperti penyakit jantung, kanker, diabetes, melawan penularan virus HIV dan sejumlah penyakit lainnya.

Saat ini dalam berbagai jurnal kesehatan telah dipublikasikan manfaat tanaman delima merah, seperti dilansir oleh sejumlah media masa. Hasil peneltian para ahli menyimpulkan bahwa delima merah mengandung banyak asam ellagic berupa granatin B dan punicalagin, antioksidan, asam punicic, omega 5 yaitu asam lemak tak jenuh ganda yang bermanfaat untuk regenerasi sel dan proliferasi.

Delima merah juga kaya akan vitamin A, C dan E serta sumber mineral seperti kalsium, fosfor, potasium, zat besi, asam folat , niasin, thiamin, riboflavin dan folat.

Para ahli juga berhasil membuktikan penggunaan buah delima merah sebagai pengobatan yang dilakukan sejak ribuan tahun silam, terutama di kawasan Timur Tengah. Tumbuhan yang diyakini berasal dari Iran ini sekitar tahun 1600 Sebelum Masehi di bawah ke Mesir dan oleh masyarakatnya dijadikan bahan makanan dan obat. Buktinya terlihat di banyak lukisan kuno di Mesir. Bahkan para ahli menjuluki delima merah sebagai “super fruit”

Bagi kesehatan jantung, buah delima merah menyupai zat punicalagin yang akan menjaga pembuluh arteri selalu fleksibel dan mengurangi peradangan pada lapisan pembuluh darah. Hal itu akan mengurangi aterosklerosis yang menjadi penyebab penyakit jantung. Risiko terjadinya penyumbatan dalam arteri juga bisa dicegah oleh zat tersebut.

Seperti diketahui, penyumbatan dalam arteri akan menghambat aliran darah ke jantung dan otak sehingga bisa menimbulkan stroke. Delima merah juga mampu menurunkan jumlah kolesterol jahat (LDL) dan menambah jumlah kolesterol baik (HDL) dalam tubuh. Setidaknya, dalam 100 gram biji buah delima merah mengandung 259 mg kalium yang merupakan zat penting untuk memelihara kesehatan jantung.

Kadar gula darah normal dalam tubuh juga tetap terjaga jika rutin mengonsumsi jus buah delima merah. Para peneliti menemukan bahwa sekalipun buah delima merah mengandung fruksosa (zat gula), namun tidak ada peningkatan signifikan jumlah gula darah pasien diabetes saat mereka minum jus buah delima selama 2 minggu.

Manfaat lain buah delima yaitu menjaga tekanan darah tetap normal serta melindungi darah dari proses koagulasi dan membentuk gumpalan darah.

Sebagai pertahanan dari penyakit kanker, buah delima merah punya antioksidan 3 kali lebih banyak dari yang terdapat pada anggur dan teh hijau. Kandungan flavanoid yang dikandungnya akan mencegah radikal bebas dalam tubuh serta memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Antioksidan akan merangsang sel-sel darah putih untuk menetralkan racun dalam tubuh sehingga sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat.

Radikal bebas merupakan racun yang berasal dari polusi udara atau lingkungan. Radika bebas dalam tubuh menjadi pemicu utama penyakit kanker.

Zat dalam buah delima merah juga mampu memblokir aromatase, jenis enzim yang mengubah androgen menjadi estrogen, yaitu hormon yang berperan dalam perkembangan kanker payudara. Zat dari buah delima ini dapat pula memperlambat perkembangan kanker pada penderita kanker prostat.

Jurnal kesehatan tersebut juga mencatat bahwa mengonsumsi jus delima merah dapat meningkatkan kekebalan tubuh karena sifatnya sebagai anti bakteri dan mikroba yang cukup kuat. Hal ini baik dalam melawan virus dan bakteri. Selanjutnya, mikroba dalam mulut yang membuat infeksi staph serta gigi berlubang juga bisa dikurangi. Bahkan sifat anti mikroba tersebut dapat menghambat penularan virus HIV.

Intinya buah delima merah sangat baik dikonsumsi rutin karena selain manfaat di atas, masih ada manfaat lain seperti mengobati diare dan disentri. Caranya dengan mencampur 1 sendok teh madu dalam segelas jus buah delima.

Juga untuk mencegah anemia, menjaga kinerja lambung dan hati, membantu regenerasi tulang rawan, mengurangi radang sendi, untuk ibu hamil, merawat keremajaan kulit, memperlambat proses penuaan dini, mencegah kanker kulit, mencegah rambut rontok, mengobati disfungsi ereksi pada pria.

Sunday, 2 January 2022

CARA MENGATASI BUAH NANGKA MEMBUSUK DI POHON

https://tipspetani.blogspot.com/2019/05/cara-mengatasi-buah-nangka-busuk-di.html
Saya melihat banyak petani yang mulai menanam dan membudidayakan buah nangka di ladang mereka. Ya meskipun tidak dibudidayakan dalam jumlah besar, tapi satu sampai sepuluh pohon, biasanya akan menghiasi kebun petani menjadi lebih ramai lagi.



Memang saya akui, memiliki pohon nangka itu sungguh menguntungkan. Tapi, ya itu tadi, petani harus menjaga lebih ekstra buah nangka tanamannya agar tidak busuk. Masalahnya, pada umumnya nangka yang masih muda akan dihinggapi lalat buah. Kemudian lalat itu akan bertelur di kulit nangka, dan menetaskan ulat-ulat yang siap menggerogoti daging nangka sampai membusuk.

https://tipspetani.blogspot.com/2019/05/cara-mengatasi-buah-nangka-busuk-di.html

Nah, jadi bagaimana cara mengatasinya agar buah nangka tidak busuk di pohon? Caranya mudah kok! Ikuti saja langkah demi langkah di bawah ini.

1. Siapkan karung yang bagus, dalam artian tidak berlubang

https://tipspetani.blogspot.com/2019/05/cara-mengatasi-buah-nangka-busuk-di.html

Karung ini nantinya akan kita gunakan untuk membungkus buah nangka yang masih kecil agar tidak bisa disentuh oleh lalat buah. Tapi usahakan karungnya besar, agar buah nangka tidak sesak saat menjadi besar.

2. Siapkan tali pengikat

https://tipspetani.blogspot.com/2019/05/cara-mengatasi-buah-nangka-busuk-di.html

Tali ini akan kita gunakan untuk mengikat mulut karung agar tertutup rapat, sehingga tidak ada lubang lagi yang menjadi celah bagi lalat untuk masuk ke buah nangka. Selain itu, dengan mengikat mulut karungnya pada batang buah nangka, ini agar karung tidak terlepas dan terjatuh.

3. Siapkan tangga

Tangga akan kita pergunakan untuk memanjat pohon nangka jika buahnya cukup tinggi.

4. Nah, tahap selanjutnya bungkuslah buah nangka dengan karung yang telah kita persiapkan tadi seperti gambar di bawah ini.


https://tipspetani.blogspot.com/2019/05/cara-mengatasi-buah-nangka-busuk-di.html

5. Ikatlah mulut karung pada batang buah nangka dengan sewajarnya saja, dalam artian tidak terlalu kuat tidak juga terlalu longgar.



Nah, dengan proses terakhir yaitu mengikat mulut karung tersebut, berarti langkah ini telah selesai. Gampang kan? Selain itu cara ini tidak terlalu membutuhkan banyak modal, dan Anda pun tidak harus berulang-ulang mengusir hama pada nangka yang telah terbungkus. Lihat gambar di bawah ini.



Tapi, tetap saja cara ini juga ada kekurangannya. Jadi kekurangannya adalah sangat sulit untuk menjangkau dan membungkus buah nangka yang ada 

di pucuk ranting yang kecil. Meskipun begitu, cara ini menurut saya adalah yang terbaik untuk melindungi nangka dari lalat buah untuk saat ini.

simak juga :

Kenapa warga rohingya diusir dari negaranya

  Warga Rohingya telah mengalami pengusiran dan diskriminasi di Myanmar selama beberapa dekade. Konflik terhadap etnis Rohingya bersumber da...